
"Gitu,kakek kira Kevin gak mau pulang karena bosen liat kamu terus"ujar tuan Pratama pada cucunya itu.
"Mana ada kayak gitu"ucap Keyra tak terima kakeknya berkata seperti itu.
"Ya siapa tau,gak adakan yang bisa baca pikiran orang"ujar tuan Pratama pada cucunya.
"Emang gak ada sih tapi kak Kevin gak mungkin gitu"ucap Keyra membela Kevin.
"Baiklah,sekarang bagaimana pendapat cucu kakek ini tinggal di asrama beberapa hari hm?"tanya tuan Pratama pada cucunya.
"Lumayan lah kek tapi gitu deh kek,disana gak ada yang bantuin Key beberes kamar atau yang lainnya kayak disini"jawab Keyra.
"Jelas lah disini kan ada banyak pelayan yang bakal siap sedia kapan aja buat bantuin kamu,
sedangkan disana gak mungkinkan ada pelayan khusus buat Key.Lagi pula tinggal di asrama itu punya banyak manfaat buat kamu contohnya Key lebih bisa belajar mandiri buat urus diri sendiri "ujar tuan Pratama.
"Iya juga sih kek,tapi di satu sisi Key juga seneng kok kek tinggal di asrama soalnya disana rame meskipun udah gak jam sekolah lagi tapi gak sepi kayak kalau Key pulang sekolah kesini hampir gak punya temen palingan cuma kak Kevin aja."ucap Keyra.
"Key juga gak perlu lagi pergi pergi gak jelas cuma buat nongkrong diluar rumah,soalnya di asrama Key banyak yang bisa diajak cerita cerita"lanjut Keyra.
Gak cuma sampai disitu saja tapi Keyra juga mulai menceritakan tentang kegiatan, pendapat dan juga tentang teman temannya selama di tinggal di asrama.
Sedangkan tuan Pratama hanya menyauti sesekali dan memilih untuk mendengar cerita cucunya itu,pria paruh baya itu merasa sangat senang melihat ekspresi kebahagiaan cucu kesayangannya itu dalam menceritakan soal kehidupannya selama beberapa hari pertama tinggal di asrama.Ia tau juga pasti bagaimana kesepiannya sang cucu ketika masih belum tinggal di asrama sekolah karena dikediamannya ini hanya ada para pelayan dan para pekerja lain yang gak mungkin bisa diajak oleh Keyra berinteraksi dengan santai dan meskipun Kevin juga tinggal disini,tapi kita semua tahu pasti bagaimana kakunya anak muda itu serta dirinya sendiri sebagai kakeknya Keyra selalu punya banyak kesibukan mengurus perusahaan dan bisnis yang tidak bisa ia tinggalkan.Sedangkan Keyra yang sejak kecil terlahir sangat aktif dan suka berinteraksi dengan orang lain sudah dipastikan akan sangat terkekang juka hanya berdiam diri dikediamannya ini dalam waktu lama,oleh karena itu cucu perempuannya itu pasti selalu mengabiskan hampir seluruh waktunya diluar dan hanya akan kembali mungkin untuk mengistirahatkan diri saja.
"Serukan kek?"tanya Keyra mengakhiri ceritanya.
"Seru kedengarannya,bagus kalau kamu senang disana"jawab tuan Pratama sambil tersenyum pada cucunya.
"Tapi kamu juga harus ingat,jangan terlalu sering buat masalah atau keributan.Ya meskipun kakek yakin gak bisa suruh kamu berhenti bikin masalah karena menurut yang pernah kamu bilang ke kakek kalau buat keributan atau masalah itu salah satu fassion kamu,tapi setidaknya kurang kurangin lah.
Kakek kasihan tau sama guru yang bakal ngurus semua kelakuan kamu sama sahabat sahabat kamu itu"lanjut tuan Pratama,kali ini ia mengingatkan kembali kepada cucu perempuannya itu agar tidak terlalu bertingkah.
"Kakek ngomongnya gitu banget sih kayak kakek yakin aja kalau aku sama sahabat sahabat aku bakal bikin masalah,padahal beberapa hari ini aja kita belum pernah terlibat masalah kok disekolah"ujar Keyra mendengar nasehat kakeknya.
"Ini kan baru beberapa hari kalau kedepannya gak ada yang tau,lagi pula kamu sama para sahabat kamu apalagi Lexa sama Rona.Kalian bertiga itu pasti selalu punya ide ide rada diluar nalar kalau udah kumat,kakek udah paham betul mah sama isi otak kalian bertiga"ucap Tuan Pratama pada Keyra.
akankah mereka akan dengan sengaja menumpahkan cat berbagai macam warna di lapangan dan menjadikan lapangan itu menjadi media gambar seperti waktu di IAS? mungkin mereka akan mengubah sekolah menjadi arena bermain lagi?atau mungkin memanjat pohon kemudian nongkrong diatasnya?Meloncat dari jendela kelas untuk bolos?Membuat guru mengajukan surat pengunduran diri secara mendadak kah?atau apalagi?semua itu tiba tiba berputar dipikiran seorang tuan Pratama.
Untung saja pikirannya itu segera buyar karena Kevin segera datang menghampiri ketempat mereka saat ini.
"Selamat siang tuan besar"salam Kevin sambil membungkukkan badannya sebentar pada tuan Pratama.
"Selamat siang nona muda"ujar Kevin kali ini pada Keyra tak lupa dengan gerakan membungkukkan badannya.
"Selamat siang juga nak Kevin,ayo duduk di samping Keyra"ucap Tuan Pratama mempersilahkan remaja pria yang saat ini masih berdiri tegak itu untuk duduk,Kevin mengangguk dan segera duduk di samping nona mudanya itu.Keyra jangan ditanya lagi,gadis itu saat ini sedang menggerutu tidak suka karena Kevin kembali memanggilnya nona muda.
*Nona muda lagi,apa susahnya sih tinggal manggil nama aja?*itulah kira kira isi hati Keyra saat ini.
Tuan Pratama yang menyadari kalau cucunya itu tampak sedikit kesal hanya bisa menggelengkan kepalanya saja,ia tahu pasti apa penyebabnya dan ia beralih kembali menatap kearah remaja pria yang berwajah kaku di samping cucunya.
"Bagaimana kabar dan juga sekolah mu nak?"tanya Tuan Pratama.
"Keadaan saya baik tuan dan sekolah saya juga baik tidak ada kendala yang berarti"jawab Kevin dengan formal.
"Bagus kalau begitu,tapi saya rasa mulai sekarang kehidupan sekolahmu akan sedikit terganggu karena kamu sepertinya akan segera disibukkan dengan mengurus tingkah laku cucu nakal ku ini.Jadi mohon bersabar ya,ini hanya satu tahun lagi kok"ujar tuan Pratama sambil melirik kearah cucunya.
"Kakek"ucap Keyra yang menyadari arah lirikan mata sang kakek padanya.
"Tidak masalah tuan,saya tidak pernah merasa kerepotan untuk nona muda"ujar Kevin dengan yakin pada pria tua yang ia anggap majikannya itu.
"Tuh kan kakek denger sendiri dari orangnya,
Aku itu gak nyusahin"ucap Keyra langsung pada sang kakek setelah mendengar jawaban Kevin.
"Kamu ini,iya kakek tau kamu gak nyusahin kok"ujar Tuan Pratama.
*Kakek bilang gitu cuma antisipasi aja sama Kevin,jangan sampai dia harus ke psikolog gara gara terlalu ter