
"Key gitarnya kenapa dibalikin sih,baru gue mau pinjam?"tanya Lexa protes.
"Lain kali aja,mendingan sekarang kita turun trus ke kantin.Sebentar lagi waktunya makan malam"jawab Keyra.
"Apa yang dibilang Key bener,sekarang kita mulai beranjak ke kantin.Ayo!"ajak Tania.
Setelah itu kedelapan gadis itu pergi dari atap asrama menuju ke kantin yang ada di bagian daerah sekolah untuk bersiap makan malam.
Saat ini para gadis sudah sampai di kantin,saat ini masih belum terlalu banyak murid yang sudah ada di kantin alasannya mungkin karena masih ada sekitar 30 menit lagi sebelum jadwal makan malam.
Tapi Karen dkk dan Gary dkk sudah berada disana tepat dimeja yang sama seperti kemarin,para gadis pun memutuskan untuk menghampiri mereka untuk duduk dimeja yang sama juga.
"Kak Kevin"panggil Keyra langsung menghampiri Kevin,cewek itu langsung mengambil posisi duduk tepat disebelah Kevin dan tanpa ragu ia langsung memeluk Kevin begitu saja.
Hampir semua yang ada disitu kaget melihat tingkah Keyra yang tiba tiba datang langsung memeluk Kevin seenak jidatnya,tak peduli akan adanya orang lain disekitarnya.Tentu saja terkecuali untuk para sahabat ceweknya Keyra yaitu Rona dan Lexa serta salah satu cowok diantara para cowok yaitu Gery,ketiganya seolah biasa saja seperti sudah sering melihatnya.
"Kevin doang emang cuma pasang muka datar nan dingin tapi kerjaannya disamperin cewek cantik mulu mana dipeluk lagi"komentar Bayu melihat Kevin yang saat ini sibuk mengelus surai rambut Keyra yang masih ada di pelukannya.
"Pasang muka datar aja gini apa lagi enggak,beh dijamin cewek satu sekolahan nempel sama dia.Andai gue bisa kayak Kevin ya"ujar Arga ikut berkomentar sambil berkhayal dia yang berada diposisi Kevin.
"Gak usah lo bayangin,lagian kalau itu bukan Kevin gak mungkin plus mustahil Keyra sahabat gue mau meluk lo kayak gitu"ucap Lexa menghentikan Arga yang mulai mengkhayal.
"Gue juga yakin kalau yang lagi meluk Kevin itu bukan Keyra,gue yakin dia gak bakal mau kayak gitu"ujar Bayu.
"Jadi intinya bisa kita simpulin kalau nih dua orang cuma bisa bersikap kayak gini cuma ke satu sama lain aja,yang lain mah kagak"ucap Haikal menyimpulkan dan sepertinya semua yang ada disitu menyetujui hal itu didalam hati mereka masing masing.
Krek..suara kursi digeser sedikit kasar,Karen berdiri dan langsung meninggalkan meja dengan cepat begitu saja.
"Loh itu Kevin mau kemana tiba tiba?"tanya Raya heran dengan sikap Karen yang mendadak pergi.
"Palingan dia kebelet mau ke kamar mandi,tuh liat buru buru gitu"jawab Bayu.
Setelah itu mereka memilih melanjutkan obrolan mereka lagi,tapi diantara mereka ada beberapa yang tidak yakin dengan alasan kepergian Karen seperti yang dikatakan Bayu.
Mereka adalah Tania,Gary,Kevin,serta Keyra.
"Udah lah Ron kayak gak tau gimana sifat Key pas lagi mode manja aja lo"ucap Lexa.
"Lo gak berubah tau gak Key,masih suka nempel aja sama si kulkas.Sikulkas juga mau mau aja"ujar Gerry akhirnya ikut mengeluarkan suara guna mengomentari keduanya,ia melihat Kevin dan Keyra secara bergantian.
"Kayaknya lo tau banget Ger tentang Keyra sama Kevin?"tanya Abel pada ketuanya itu.
"Tau nih,gue yang berasal satu sekolah sekaligus temennya Keyra aja baru kenal Kevin kemaren"ucap Dion mendukung perkataan Abel.
"Kan gue udah bilang kalau gue udah kenal lama sama mereka berdua sama satu lagi sih,tiap ada acara perusahaan atau acara lainnya yang gue hadirin dan kalau Keyra juga hadir pasti Kevin selalu ada di samping Keyra"
Jelas Gery pada Abel dan Dion beserta ke yang lainnya juga.
"Udah lah ngapain kalian bahas gue sama kak Kevin sih,bahas yang lain aja"ujar Keyra menghentikan pembahasan tentangnya lebih jauh lagi.
Karen saat ini berada dikamar mandi bukan karena kebelet tapi hanya berdiri didepan cermin melihat bayangan mukanya sendiri,entah kenapa ia merasa kesal tadi.
Setelah beberapa saat ia menghirup nafas pelan cowok itu meninggalkan kamar mandi dan kembali kemeja tempat semuanya berada.
"Udah balok lo?kemana lo tadi?"tanya Putra pada Karen,setelah cowok itu kembali.
"Dari kamar mandi,kebelet gue tadi"jawab Karen seadanya.
"Berarti tebakan gue bener dong"ujar Bayu bangga hanya karena tebakannya benar,menurutnya.
"Pasti kamar mandi panas,butuh AC biar adem gak bro?"tanya Gary pada Karen,sebenarnya cowok itu sedang menyindir Karen dengan halus.
"Gak usah kamar mandi adem kok tadi"tolak Karen,ia tahu maksud cowok itu.
"Oke kirain butuh"saut Gary.
"Eh udah waktunya makan malam nih,yuk pesen makan"ajak Tania melihat jam yang tertera di kantin dan terlihat juga murid murid lain yang sudah mulai mengantri untuk mengambil makanan yang disediakan oleh petugas untuk makan malam.
"Yuk lah"ujar yang lainnya,setelah itu mereka ikut mengantri dan setelah mendapatkan hidangan makan malam mereka,semuanya memulai makan malamnya dengan hikmat.