
"Ada pak,banyak pak.Tapi yang paling besar dua sih pak"jawab Garry.
"Apa tuh spil dong"pinta pak Anton
"Ayo spil spil"
"Jangan woi,kalau yang dispil rahasia lo gimana"
"lah iya"
"udah spil aja,jangan bikin anggota penasaran"
"Gak deh pak,gak baik nyebar rahasia orang"tolak Garry.
"Ya...h padahal bapak udah penasaran loh ini"ujar pak Anton.
"Itu sih masalah hidup bapak,siapa suruh bapak jadi orang kepoan"saut Garry kemudian cowok itu melenggang kembali ketempat duduknya.
Hahaha....suara murid murid menertawai ekspresi pak Anton sehabis mendengar perkataan dari Garry.
"Udah jangan ketawa,kalian harus tau sifat kepo dan penasaran itu adalah sifat alami manusia"ujar pak Anton membuat murid muridnya langsung berhenti tertawa.
"Oke selanjutnya bapak gak nunjuk,siapa yang mau mengajukan diri?"tanya wali kelas utama itu.
"Saya pak"ujar Rona mengangkat tangannya.
"Baiklah kalau begitu,ayo langsung maju dan ambil kertasnya saja"suruh pak Anton.
Rona maju kedepan kelas lalu mengambil satu kertas dalam kotak.
"Kebiasaan apa yang sering kamu dan sahabatmu lakukan saat disekolah?"Rona membaca isi kertas yang ternyata berisi pertanyaan.
"Saya jawab sekarang nih pak?"tanya Rona kepada wali kelasnya.
"Sekarang dong muridnya bapak,masa tahun depan"jawab pak Anton.
"Jawabannya adalah bikin rusuh satu sekolah sama bikin pusing kepala gurulah apalagi coba,iya gak Key and Lex"jawab Rona dengan santai.
"Yoi Besti"saut Lexa dan Keyra dari tempat duduk masing masing mendengar nama mereka disebut,bahkan keduanya mengangkat jempol mereka kearah Rona.
Sedangkan teman teman sekelas mereka tampak kagum dengan keberanian ketiganya dan pak Anton sendiri tiba tiba merasa akan sering mendapat masalah karena ketiganya.
"Kalian bertiga gak ada niatan ngerjain atau buat bapak pusing untuk kedepannyakan?" tanya pak Anton
"Tenang aja pak,enggak kok"jawab Rona.
"Enggak salah lagi maksud kamu?"tanya pak Anton seakan bisa membaca isi pikiran muridnya itu.
"Iya pak"jawab Rona dengan tampang watadosnya.
"Kamu ini,hilangin kebiasaan kamu sama temen teman kamu itu.Yang namanya bikin rusuh sekolah dan bikin pusing itu gak baik"ujar pak Anton menasehati muridnya itu.
"udah pak terima aja suratan takdir bapak jadi wali kelas mereka bertiga"ujar Teo siketua kelas ikut berbicara.
"Nantikan aksi kami pak hahaha..."ujar Rona berjalan ketempat duduknya sambil tertawa.
"Wah bapak udah dapet peringatan pertama aja nih dari trio troblemaker,kalau kata gue mah bapak harap hati hati aja mulai sekarang"ujar Haikal.
"Kamu jangan bikin bapak tambah was was dong Haikal"ujar pak Anton.
"Haikal gak niat bikin bapak was was,cuma buat ngasih tau aja pak.Biar nanti kalau mereka berulah,bapak gak kaget lagi"ujar Dion.
"Kalau begitu terima kasih atas peringatan dininya,bapak akan waspada mulai sekarang"ucap pak Anton.
"Sekarang ayo kita lanjutkan,bapak liat dari tadi belum ada satupun yang dapet kertas tantangan.Jadi siapa selanjutnya"lanjut pak Anton.
"Saya mau coba pak"ujar Putra mengangkat tangannya.
"Ayo maju kalau begitu"pinta pak Anton.
"Siap pak"ujar Putra dengan semangat langsung maju kedepan
Sesampai didepan,ia memasukkan tangannya kedalam kotak tapi tak langsung mengambil kertas melainkan memilih untuk mengaduk aduk lipatan lipatan kertas dalam waktu yang cukup lama.
"Woi cepetan"
"Putra ayo cepet ae lah"
"Lama banget sih ngacak kertasnya"
"Kebanyakan gaya banget,ini orang"
"cepetan nanti kita gak kebagian giliran"
"Sabar ngapa,gak usah pada ngegas gitu"ujar Putra.
"Lagian gue ngacak ngacak kertasnya biar dapet kertas yang isinya bagus"lanjutnya,
ia akhirnya mengambil salah satu lipatan kertas kemudian langsung membaca isinya dengan lantang dan penuh percaya diri.
"Tantangan:Nyanyikan Sebuah Lagu Dengan Iringan Sebuah Alat Musik Yang Dimainkan Oleh Diri Kamu Sendiri Atau Bisa Juga Dengan Orang Lain"
"Udah Put,gak usah lo lakuin tantangannya" Seru Garry dari bangkunya,sesaat setelah Putra selesai membaca isi kertas.
"Iya Put,Mending lo pilih dihukum Aja"Maya juga berseru dari tempat duduknya.
"Pilih Hukuman Aja Put"Arga ikut ikutan berseru.
"Jadi Putra mau pilih dihukum seperti yang teman teman kamu bilang atau lakukan tantangannya nih?"tanya pak Anton kepada muridnya itu.
"Tentu saja saya pilih tantanganlah pak"jawab Putra sangat terlihat penuh dengan kepercayaan diri.
*Ginilah contoh punya teman yang gak sadar akan kemampuan diri*Abel membatin.
"Key,pinjem gitar yang lo bawa dong sini"ujar Putra pada Keyra.
"Boleh aja tapi emang lo bisa main gitar?"tanya Keyra.
"Bisalah,apa yang gak bisa seorang Putra lakukan"jawab Putra.
"Teo,anterin sono gitar gue"ujar Keyra dengan entengnya menyuruh siketua kelas.
"Cks gue lagi gue lagi"oceh Teo,tapi ia tetap beranjak dari tempat duduknya menuruti perintah Keyra.
Teo mengeluarkan gitar Keyra dari tas gitar itu kemudian membawanya kedepan untuk diberikan kepada Putra.
"Hati hati lo,jangan sampe rusak itu gitar"ujar Teo memperingati Putra.
"Iya gak bakal rusak kok,kalau rusak juga pasti gue ganti.Cuma gitar doang"saut Putra santai.
Teo menyambungkan gitar itu dengan spiker yang memang tersedia dikelas,setelah itu menyerahkannya kepada Putra.Sedangkan Putra langsung mengambil alih gitar Keyra yang diantar oleh Teo itu sedangkan Teo langsung kembali lagi kekursinya.
"Teo kamu yakin bisa main gitar,gak suruh teman kamu buat ngiringin kamu aja"tanya pak Anton merasa ragu dengan muridnya itu.
"Gak usah pak,saya bisa main gitar kok"jawab Putra yang tengah sibuk melihat lihat gitar ditangannya itu persis seperti orang awam yang baru melihat gitar.
*Bisa ngerusak gendang telinga*batin teman teman satu almamaternya.
"Baiklah kalau begitu ayo mulai tantangannya" suruh pak Anton,meminta Putra untuk menyelesaikan tantangan yang tertera didalam kertas yang muridnya itu pilih tadi.
"Oke pak"saut Putra mulai mengambil ancang ancang.
*Fiks itu anak gak bisa main gitar*batin Keyra setelah melihat letak jari jari Putra yang tampak asal asalan dan tak sedang berada dalam posisi kunci musik apapun.
"Kak tutup kuping kakak ya"bisik gadis itu kepada Kevin,tanpa bertanya Kevin langsung menutup kupingnya.
"Disisi lain teman asal satu sekolah dengan Putra,juga sudah mulai menutup telinga masing masing"
*Bencana
"Ekhem ekhem,cek soud cek soud"ujar Putra.
JRENG JRANG JRENG
"KUCINTA DIRIMU NAMUN AKU SAYANG TAPI APAKAH MUNGKIN KUJADI MILIKKU!"
mendengar suara Putra yang sangat tidak ramah memasuki kuping mereka,anak anak kelas itu sontak langsung kompak menutup telinga masing masing.
JRENG JRANG JRENG
"OH YEAH KUCINTA DIRIMU!HUOOO!"
"Woi Berhenti Woi"
"Mama Gendang Telinga AnakMu Rip!"
"Anying!"
"Matiin Spiker Gitarnya Woi"
seru murid murid kelas utama sambil tak lupa menutup telinga masing masing.
"YEAH AYO SEMUANYA NYANYI!"seru Putra masih terus bernyanyi.