TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 74



"Nah gitu dong,diancam dulu baru mau lo bantuin gue.Tanks Bro"ujar Karen senang, meski belum pasti tapi setidaknya Kevin setuju membantunya bukan.


Setelah selesai bicara dengan Kevin,Karen kembali melanjutkan kegiatan belajarnya dengan tenang.Ia tak perlu grasak grusuk seperti tadi lagi,karena penyebabnya sudah lepas.


Disisi lain Kevin diam diam menekan kembali sesuatu dihpnya,pemuda bertampang dingin itu kemudian menggerakkan jari jarinya perlahan mengetikkan sebuah pesan kepada seseorang.


Ping...ping...ping...


Keyra mengalihkan perhatiannya dari tumpukan paket dari kakeknya saat mendengar ponselnya yang tergeletak diatas kasur berbunyi.Gadis muda itu langsung beranjak untuk melihat apakah ada pesan atau panggilan masuk.Tania dari meja belajarnya memperhatikan pergerakan Keyra itu.


Ia menyergit saat melihat Keyra yang terlihat senyum pada awalnya seketika memasang raut wajah datar.


Tangan gadis itu terlihat mengeratkan cengkraman pada ponsel ditangan,apa yang terjadi?batin Tania setelah melihat hal itu.


Keyra segera membalas pesan yang ternyata dirinya dapat dari Kevin itu dengan cepat,setelah itu langsung meletakkan ponselnya kembali diatas kasur dengan sedikit kasar.Cucu dari tuan Hedrik Pratama itu melirik tumpukan paket dari sang kakek,moodnya untuk membuka paket paket itu sudah lenyap seketika.


Keyra segera merebahkan dirinya diatas kasur tempat tidurnya lalu membenamkan diri sepenuhnya kedalam selimut.


Tania semakin heran sekarang melihat tingkah teman sekamarnya itu, bukankah tadi anak itu terlihat sangat sumringah dan senang?kenapa setelah membaca sesuatu diponselnya,


raut wajah teman sekamar Tania itu seketika langsung berubah datar dan tersirat amarah dalam sorot matanya.


Apalagi Keyra mendadak langsung beranjak tidur padahal malam masih terhitung baru.Dan biasanya Keyra selalu tak absen mengucapkan selamat malam kepada Tania jika gadis itu hendak tidur.Haih ini sungguh aneh.


Skip>>>>Pagi.


Brak...suara pintu yang dibuka cukup keras langsung mengalihkan seluruh pandangan menuju kearah pintu masuk didepan.Terlihatlah Keyra dan Kevin disana.


"Woi Key,pelan pelan woi.Itu dibeli bukan pakek uang lo!"seru Gery kepada pelaku.Ya yang membuka pintu dengan kasar hingga menimbulkan suara memang gadis itu.


Keyra langsung mengirim tatapan tajam kepada Gery.Gery langsung mengangkat kedua tangannya tanda ampun,saat menyadari kalau gadis itu tengah dilabeli Alarm bahaya.Kevin yang berdiri selangkah dibelakang Keyra langsung meletakkan jari telunjuknya kebibir sebagai isyarat kepada teman sekelas untuk tidak ada yang membuka suara.


Setelah selesai melihat Gery mengangkat kedua tangannya,Keyra langsung mengalihkan pandangannya kearah lain tepat menuju pada Karen yang duduk dimejanya bersama Tania.


Keduanya juga kini ikut melihat kearahnya.Kaki gadis itu langsung melangkah mendekat dan berhenti tepat didepan meja Karen.


"Lo,ikut gue sekarang"ujar Keyra datar.Setelah itu Keyra langsung berbalik dan melangkah kembali keluar dari ruangan kelasnya,


Disusul oleh Karen yang diminta untuk mengikutinya.Sebelum menyusul Keyra,Karen sempatkan menepuk pundak Kevin dan berkata


"Thanks bro"ucap pemuda itu,dan Kevin tak menggubris sama sekali.


Adegan singkat itu tentu menimbulkan rasa heran dan tanda tanya dari anak anak lain dengan apa yang baru saja terjadi,kemana Keyra dan Karen pergi.Terutama bagi Tania dan Gery.


Gery bergegas mendekat ketempat Kevin berdiri dan langsung bertanya kepada cowok itu


"Vin gue gak salah liatkan barusan?Itu Key ngajak Karen kemana?Ada sesuatu yang terjadi?"Gery langsung menyerbu Kevin dengan banyak pertanyaan.