TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 38



Keyra lagi lagi hanya bisa menggelangkan kepada melihat tingkah temannya itu.


"Garry belum datang ya?"tanya Keyra melihat sekeliling kelas belum menemukan keberadaan ketua ISS disana.


"ngapain lo cari itu orang?"tanya Teo.


"Gue harus nyampein pesan pak kepsek tadi"jawab Keyra.


"Pesan apaan?"tanya Teo penasaran.


"Pesan yang hanya boleh diketahui pewaris aja"jawab Keyra yang jelas bercanda.


"Heleh sombong amat mbak,iya deh sipaling pewaris"ujar Teo kepada Keyra,pemuda itu tau kalau temennya itu sedang bercanda.


"Disuruh ngambil berkas laporan kerja sekolah buat pemilik yayasan"ujar Keyra memberitahu alasan sebenarnya ia mencari Garry.


"Kayak berkas yang lo bawa tadi?"tanya Teo.


"Iya,kayak berkas tadi"ujar Keyra mengiyakan.


"Berarti Karen juga dong ya?"tanya Teo


"Nah itu Garry datang"ujar Keyra tanpa menjawab pertanyaan Teo tadi,gadis itu berdiri dari kursinya untuk menghampiri Garry yang baru memasuki kelas.


Gery,Putra,Arga,Abel,dan Maya berjalan memasuki kelas bersamaan kemudian pergi menuju ketempat duduk mereka masing masing,Garry yang juga hendak ke kursinya terhalang oleh seseorang yang berdiri tepat dijalan masuk satu satunya menuju kursinya yang berada disisi barisan dekat dinding.


Keyra berdiri didepan Gerry menghadang cowok itu hendak duduk.


"Minggir gue mau duduk Ra"Gerry meminta Keyra untuk menyingkir.Keyra melototkan matanya karena Gerry salah menggunakan nama panggilannya.


"Iya iya,ada sih apa Key?"tanya Garry.


"Lo disuruh kepsek buat ke kantornya,ambil berkas laporan"ujar Keyra.


"Itu doang?iya ntar gue ambil"saut Garry


Keyra berbalik ingin kembali ketempat duduknya tapi tak jadi karena ia melupakan sesuatu.


"Apa lagi"tanya Gerry melibat Keyra tak jadi pergi.


"Kasih tau dia juga"pinta Keyra.


"Dia siapa?"tanya Garry


"Gak usah pura pura,lo tau siapa yang gue maksud"ujar Keyra menatap jengah Garry,ia tau pasti cowok itu tau siapa yang dirinya maksud.


"Ogah! lo aja yang bilang,kan lo yang dititipin pesan sama kepsek"tolak Garry sedikit mendorong Keyra supaya sedikit menyingkir agar ia bisa duduk ditempat duduknya.


"Ayolah Gar,Nanti gue beliin lo sepatu baru deh"bujuk Keyra.


"Bisa beli sendiri"tolak Garry.


"Mobil baru,gue beliin lo mobil baru?"ujar Keyra masih mencoba menawar.


Teman teman Garry yang berada disana hanya diam saja tak mengerti apa dan siapa yang tengah keduanya bicarakan.


"Mobil baru?enggak deh,itu masih bisa gue beli sendiri"Garry masih menolak tawaran dari Keyra.


"Lo berdua ngomongin apaan sih?"tanya Putra sudah tak bisa menahan rasa penasarannya lagi,Garry hanya menaikkan bahunya saja tak peduli.


"Ayolah Gar,gitu amat lo sama gue"bujuk Keyra lagi.


"Gak peduli"saut Garry


"Atau gue bakal suruh dia pulang gimana?"tanya Keyra,Gerry langsung menoleh kearah Keyra yang berdiri disamping mejanya.


"Seriusan lo?!"tanya Gerry terlihat sedikit eksaitid mendengarnya.


"Iya seriusan,bulan ini juga kalau perlu gue suruh dia pulang buat liburan"ujar Keyra dengan semangat mengiyakan pertanyaan Garry.


"Satu minggu ya?"tanya Garry.


"Empat hari aja deh ya,kasian dia kelamaan liburan ntar ketinggalan pelajaran"ujar Keyra ke Garry.


"Deal,nah gitu dong baru temen baik gue"ucap Keyra senang akan penawarannya yang disetujui Garry.


"Bai,gue balik ke bangku gue dulu ya,bai juga buat temen temennya Garry"ucap Keyra langsung pergi dari sana kembali kebangkunya yang disamping Kevin.


"Siapa?apa yang lo omongin bos sama bu bos IAS itu,sampai ada sesi tawar menawar segala?"kali ini Arga yang bertanya kepada Garry.


"Bukan hal yang penting"jawab Garry seadanya,membuat teman temannya yang lain tak ada satupun yang berniat bertanya lagi karena sepertinya pemuda itu tak ingin ada yang mengetahui pembahasannya tadi dengan Keyra.


~Ditempat lain~


Tania berjalan tergesa gesa dilorong sekolah menuju ke kelasnya,ia terburu buru seperti itu karena gadis itu takut akan terlambat sampai ke kelas sebelum bel masuk berbunyi.


"Tania!"panggil seseorang dari belakang,itu Karen.


"Karen,Halo"sapa Tania


"Halo juga"balas Karen.


"Kamu kok keliatannya buru buru gitu,pasti takut telat ya?"tanya Karen berjalan disamping Tania.


"Iya"jawab Tania


"Kita gak bakal telat kok,jam masuk masih lima belas menit lagi"ujar Karen kepada Tania.


"Benarkah?"tanya Tania sedikit tak percaya.


"Iya,jam masuk kitakan diperlambat sepuluh menit dari jam masuk waktu disekolah kita yang dulu.Ikut menyesuaikan dengan dua sekolah gabungan yang lain"jelas Karen kepada gadis yang berjalan disebelahnya itu.


Tania yang baru mengetahui itu terlihat bernafas lega,karena kekhawatirannya akan terlambat menghilang seketika.


"Jangan bilang kamu baru tau?"tanya Karen


"Iya aku baru tau"jawab Tania.


"Ah begitu,pasti kamu belum baca peraturan sekolah yang baru dibuat untuk program ini ya?"tanya Karen lagi menebak.


"Belum sih"jawab Tania pelan.


"Ya sudah gak papa,sekarangkan kamu udah tau.Nanti aturan yang lainnya jangan lupa dibaca,biar kamu gak kerepotan lagi kayak gini"ujar Karen mengusap pucuk kepala Tania.


"Karen,rambutku nanti berantakan lagi"ujar Tania.


"Ini gue rapiin lagi kok"saut Karen merapikan kembali rambut Ariel dengan jari jari tangannya.


"Nah udah rapi lagi"ujarnya sambil tersenyum menatap Tania.


"Hm"ujar Tania langsung menundukkan kepalanya karena malu saat Karen menatapnya sambil tersenyum yang menurut Tania sangat menawan,gadis itu bahkan merasakan pipinya memerah saat ini.


"Kita udah sampai"ujar Karen saat mereka berdua sudah berada didepan pintu kelas.


Karen dan Tania memasuki kelas bersama sama kemudian menuju bangku mereka yang kebetulan keduanya memang duduk disatu satu meja.


"Dra eh maksud gue Ren!"panggil Garry datang mendekat kearah Karen dan Tania.


"Ada apa?"tanya Karen ke Garry.


"Lo nanti pergi kerungan kepsek buat ambil berkas laporan"ujar Gerry kepada Karen.


"Iya"saut Karen mengiyakan.


"Eh tunggu dulu"ujar Gerry menahan Karen hendak baranjak dan Tania otomatis ikut berhenti.


"Masih ada lagi?"tanya Karen.


"Gak ada lagi sih tapi,Itu tadi pesan dari Key loh"ujar Garry mengedipkan matanya.


Hahaha...setelah itu pemuda itu langsung pergi dari sana sambil tertawa tak jelas.


Ekspresi Karen langsung berubah dan pemuda itu terlihat langsung memandang kearah tempat dimana bangku tempat duduk Keyra berada,hanya sebentar kemudian ia langsung menuju ketempat duduknya.


Tania yang sejak tadi menyimak pembicaraan Karen dan Garry sedikit mengerutkan keningnya melihat perubahan ekspresi Karen itu dan bagaimana sorot mata Karen saat melihat ketempat Keyra,itu terlihat tak biasa.