TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 99



Atap sekolah...


Kevin,Gery dan yang lain berdiri didekat pintu rooftoof.Didepan mereka terlihat Karen yang berdiri menatap punggung seorang gadis remaja yang mereka kenali,dia adalah Keyra.


Gadis itu duduk dipinggiran rooftoof tanpa rasa takut menatap ke bawah, padahal atap sekolah itu merupakan titik tertinggi dibangunan gedung sekolah itu.


Karen menatap gadis yang mulai beranjak berdiri dari tempatnya,


Keyra berbalik dan langsung memberikan sebuah senyuman dibibir sesaat setelah mereka beradu mata.


Tania menatap dari jauh kekasihnya dan teman sekamarnya di asrama saling berdiri berhadapan satu sama lain.Tania bisa melihat bagaimana tubuh tegab Karen berhadapan dengan Keyra yang nampak hm cantik,ya teman sekamarnya itu tidak mengenakan seragam sekolah seperti yang lain tapi sebuah dres dengan warna yang fres dan snikers putih,serta sebuah cardigan sebagai luaran dari dress yang dikenakan itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"ujar Raya yang berada disebelahnya,seolah menyuarakan apa yang selama ini dipendam Tania didalam hatinya tentang dua orang didepan sana.


"Selamat pagi pangeran tampan, bagaimana kabarmu?ku rasa pasti baik,toh kemarin kamu mendapatkan posisi pertama yang selama ini kamu incar"Keyra-lah yang menjadi orang pertama yang bersuara memecah keheningan diatap sekolah itu.


Karen menatap sosok didepannya ini dengan perasaan yang campur aduk


"Apa yang kamu katakan pada papa ku lusa kemarin Ra?kenapa kamu menemuinya?kamu sengaja membuat semuanya kacau?"Karen menyerbu Keyra dengan berbagai pertanyaan dengan suara yang sedikit tertahan.


Hahaha...tawa nyaring Keyra terdengar lantang diarea rooftoof itu,bahkan teman teman sekelasnya yang berada tak jauh dibelakang Karen juga mendengar tawa itu.


"Tidak ada yang lucu dengan semua pertanyaan ku itu Ra!"ujar Karen dengan emosi tertahan.


Kayra langsung menghentikan tawanya dan berganti memasang senyum remeh pada pemuda dihadapannya ini


"Aku sudah mengatakan kepada bajingan itu apa tujuanku,dia juga pasti memberitahukannya juga padamu.


Itu hanya sebuah peringatan kecil"ujar Keyra dengan tenang.


"Tapi peringatan kecilmu itu membuatku masuk kedalam masalah besar Ra!"Karen berujar dengan sedikit keras.


"Ah benarkah?"Keyra melirik mengintip kearah belakang punggung Karen dan matanya sempat bertemu dengan kedua bola mata Tania,namun ia kembali menatap pemuda didepannya ini.


"Selamat Atas Rencana Pertunanganmu Rendra"Keyra berujar dengan suara sedikit keras dan senyuman yang selalu ditampilkan.


Dua jantung dari dua insan berbeda tiba tiba langsung berdetak lebih cepat dari mestinya.


*Mati aku*Karen.


*Tunangan?*Tania.


Pikiran sepasang kekasih tersembunyi diantara semua yang berada diatas gedung sekolah itu langsung sama sama berkecamuk.


"Hah!siapa yang tunangan?Karen?" ceplos Teo mendengar ucapan Keyra, membuat Tania sontak mengepalkan tangannya kuat.


"Jangan asal bicara Ra!aku tidak pernah punya rencana pertunangan dengan siapapun"bantah Karen yang panik takut kekasihnya mendengar hal ini,ia memang belum sadar kalau sejak tadi Tania berada dibelakangnya saking terfokusnya menemui Keyra.


"Angela tampil cantikkan semalam?


dia mengirim beberapa foto saat makan malam keluarga kalian"Keyra berbicara sambil mengangkat ponselnya yang menyala menunjukkan foto makan malam keluarga yang jelas menampilkan Karen dan sosok yang disebutkan oleh Keyra tadi duduk bersebelahan.


Kedua bola mata Karen terbelalak melihat foto itu,kapan foto itu diambil pikirnya.Tangannya dengan spontan ingin mengambil alih ponsel itu,tapi Keyra dengan cepat menghindar.


"Da-dari mana kamu mendapatkan foto itu Ra,ayo hapus Ra jangan sampai ada yang tau"


"Maksudmu pasti jangan sampai Tania kekasihmu tau bukan?ayolah katakan saja sejujurnya"


Lagi lagi Raka terkejut karena Keyra tau tentang hubungannya dengan Tania,bagaimana mungkin gadis didepannya itu tau padahal statusnya dan Tania hanya dirinya yang tau ditambah sang papa.Atau jangan jangan...


"Ra,jangan bilang kamu yang membocorkan hubunganku dengan Tania ke papa"ujar Karen dengan tatapan penuh selidik dicampur wajah tak percaya dengan pikirannya sendiri.


"Kalau enggak kenapa dan kalau iya kenapa?"saut Keyra dengan senyuman yang sama.


"Jadi ben..Kenapa kamu ngelaporin hal itu ke papa?!kamu gak tau kalau akibatnya bikin semuanya jadi kacau!"ujar Karen,ada api emosi yang terlihat pada kedua bola mata pemuda itu.


Keyra tak langsung menjawab,sorot mata gadis itu kembali terarah pada Tania dan juga kini semua teman sekelasnya yang menampilkan wajah bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.