TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 22



Tania melirik kearah teman sekamarnya itu dan ternyata gadis itu sudah memasuki alam mimpi.


Kemudian ia kembali memfokuskan dirinya pada buku yang dia baca.


~Skip~


Sore hari tiba,saat ini kebanyakan murid murid cewek sedang berkumpul di atap asrama putri.Mereka semua memilih berkumpul disana sambil menunggu malam dan menunggu waktunya makan malam.


Para murid murid cewek tidak berkumpul dalam satu tempat tapi membentuk kelompok kelompok kecil seperti Keyra,Tania,Lexa,Rona,


Raya,Rani,Maya,Abel.


Mereka berdelapan mengambil posisi duduk melingkar yang membuat mereka saling berhadapan satu sama lain.


"Hari ini hari terakhir kita semua jam kosong full seharian kayak gini kan?"tanya Raya pada cewek cewek yang lain.


"Iya,setelah ini kita semua bakal di sibukin lagi sama tugas tugas tugas lagi nanti setiap hari"jawab Tania menyauti pertanyaan Raya.


"Bener Nia,apalagi kalau MTK,fisika,kimia,


Akutansi sama sama lagi ada tugas dihari yang sama.Beh..mantap banget beban otak kita berfikir"ujar Rani.


"Itu baru pelajaran hitungan belum lagi soal pelajaran hafalannya kayak sejarah,soshum,


Geografi,dll.Tambah darurat kerja otak kita"timpal Raya.


"Sebenernya sih bukan kita tapi kalian aja,soalnya kita yang anak seni gak pernah pusing soal pelajaran pelajaran kayak gitu Belajar aja kagak"ucap Lexa ikut dalam pembicaraan anak anak akademik.


"Bukan cuma anak seni aja kali,kita anak olah raga juga gak peduli sama urusan macam pelajaran kayak gitu"saut Maya juga ikut dalam pembicaraan.


"Kalian bener sih,tapi nanti bukannya kalian juga bakal belajar kayak kita anak Akademik ya?"tanya Tania mengingat akan hal itu.


"Iya ya gue lupa Anjir!"ujar Lexa menepok jidatnya pelan,gadis itu benar benar lupa akan hal itu.


"Kata kata lo Lex"ucap Rona memperingatkan Lexa akan kata kata kasar yang gadis itu ucapkan.


"Sorry Ron,kelepasan itu hihihi"ujar Lexa meminta maaf.


"Tapi nih ya setelah ingat itu,gue kok jadi rada khawatir.Soalnya sejak lulus SMP gue sama sekali hampir gak pernah tuh belajar normal kayak gitu lagi,gue cuma belajar soal olahraga sama gimana jadi calon atlet aja"ujar Maya rada sedikit khawatir bagaimana nasibnya nanti kalau benar benar harus mempelajari semua jenis pelajaran yang disebutkan tadi.


"Sama woi gue juga"ucap Abel yang sama khawatirnya dengan Maya sahabatnya.


"Emangnya lo berdua aja yang khawatir kita berdua juga khawatir tau,ya gak Lex?"ujar Rona merangkul Lexa.


"iya"saut Lexa menyetujui Rona.


"Cuma lo berdua,Keyra gimana?"tanya Rani sedikit heran pada Rona dan Lexa,kenapa keduanya tidak menyebut Keyra juga.


"Keyra mah,ngapain juga dia khawatir soal itu,iya gak Key"ujar Lexa.


"Hm,gue emang gak pernah khawatir soal masalah itu"saut Keyra santai bersandar pada dinding beton pembatas dibelakangnya.


"Kenapa?"tanya Tania ingin tau.


"Keyra itu meskipun dia sekolah disekolah musik,tapi dia itu tetep ikut les pelajaran umum diluar jam pelajaran sekolah disuruh sama kakeknya.Jadi ya gak bakal terlalu berpengaruh buat dia,apalagi si Kevin yang selalu siap sedia buat bantuin dia kapan aja"jawab Rona.


"Seriusan Key,yang dibilang sama sahabat sahabat lo?"tanya Abel masih kurang yakin.


"Iya"saut Keyra


"Emang gak ngerepotin ya,kayak gitu?"tanya


"Ngerepotin sih,Tapi itu syarat biar gue boleh masuk sekolah seni sama kakek gue"ujar Keyra menjawab pertanyaan Rani.


"Itu mah lo yang ngerepotin diri sendiri,


padahal nih ya kalian mau tau gak?"tanya Lexa.


"Mau tau apa?"tanya Tania.


"key itu dulu pas kita masih SMP nih ya,ni anak pasti selalu masuk jajaran rangking tiga besar pararel sekolah dulu,sampai sampai guru guru kita dulu udah yakin benget nih anak bakal masuk SMA favorit kayak sekolah kalian.Eh tau taunya pas lulus dia malah masuk sekolah seni diluar dugaan banget,guru guru aja ampe syok dengernya"jelas Lexa memberitahu satu fakta ke teman teman baru mereka.


"Sumpah beneran?Wah berarti pinter juga lo dek"ujar Tania cukup kaget akan fakta itu.


"Biasa aja kali kak,lagian itukan dulu waktu SMP sekarang mah enggak"ujar Keyra.


"Tapi nih ya Key,kalau lo sepintar itu kenapa lo gak masuk sekolah Akademik aja bareng Kevin.Kenapa malah masuk sekolah seni?"tanya Raya


"Gue males plus gak tertarik aja,lagian gue lebih nyaman belajar seni khususnya musik bareng tuh dua curut"jawab Keyra sambil mengangkat dagunya menunjuk Lexa dan Rona.


"Tapi menurut gue sih pilihan lo emang yang terbaik deh bocah,soalnya kalaupun lo dulu masuk sekolah Akademik bareng Kevin.Bisa di pastiin lo bakal jadi salah satu langganan BK"ujar Lexa.


"Bener tuh,isi buku kasus BK pasti penuh sama nama lo doang.Kasian nanti kak Kevin jadinya harus ngurusin kelakuan lo doang setiap hari,udah cukup pas SMP doang"ucap Rona menyambung perkataan Lexa.


"Mana ada kayak gitu"ujar Keyra tak terima dengan perkataan dua sahabatnya.


"Kenapa kalian bilang gitu"tanya Rani.


"Soalnya si Key itu dulu bisa dibilang rada rada bad girl jadi penghuni tetap BK mulu,bahkan satu sekolahan manggil nyebut dia Troubelmaker girl nya sekolah.Ada aja masalah yang dia bikin setiap hari mulai dari cabut,bolos,telat,mecahin kaca jendela kelas,jahilin guru,nyolong buah mangga punya tetangga sekolah,dan masih banyak lagi kegiatan setan dan absur lainnya"ujar Lexa.


Semua cewek cewek yang mendengar itu mines Keyra dan Rona menganga tidak menyangka dan rada kaget mendengar cerita Lexa soal kelakuan Keyra saat masih SMP sebad girl itu,mereka otomatis melihat kearah Keyra.


"sumpah bener tuh Key?"


"Gue kaget sumpah?"


Sedangkan Keyra yang menjadi objek perhatian saat ini,menggeram kesal pada dua sahabatnya itu.


"Dasar lo berdua sahabat durhaka,aib sahabat sendiri malah diceritain aib gue lagi"ujarnya kesal.


"Maaf Key"ujar Lexa mengangkat dua jarinya isyarat untuk minta maaf.


"Eh sekarang gue tanya sama lo berdua ya,


Patner gue dulu jadi langganan BK siapa hah?!"tanya Keyra kesal.


"Kitalah siapa lagi hehehe"jawab Rona dan Lexa sambil menyengir tak jelas lalu bertos ria.


Sedangkan yang lain termasuk Keyra memandang datar keduanya.


"Sama aja toh lo berdua"


"Untung sahabat gue"


"satu tipe ternyata"


"kirain mereka gak ikut"


Itulah isi gumaman gumaman mereka saat ini melihat tingkah Rona dan Lexa.


"Tapi Key,lo dulu pas SMP sering keluar masuk BK gak papa emang?"tanya Abel.