
"Ada benarnya juga sih"gumam pak kepsek merasa jawaban muridnya itu tak salah.
"Jelas benarlah pak,kalau begitu saya permisi pak"pamit Keyra sedikit membungkuk tanda hormat kemudian langsung beranjak meninggalkan ruangan kepala sekolah.
Sekeluar dari ruangan kepala sekolah,Keyra melanjutkan perjalanannya menuju ke kelasnya.
"Hai leader!"sapa seseorang merangkul pundak Keyra,orang itu adalah Teo salah satu sahabatnya.
"Hai,sendirian aja nih?"sapa balik Keyra.
"Iya nih,soalnya Dion-Haikal belum keliatan batang hidungnya"jawab Teo kepada Keyra.
"Kita bareng ke kelas yak,biar lo gak keliatan jomblonya"ujar Teo mengajak Keyra untuk ke kelas bersama.
"Ngaca pak,anda juga jomblo!mana dari lahir lagi"saut Keyra
"Iya juga sih tapi dari lahirnya mohon gak usah diperjelas dong,malu kalau ada yang denger"ujar Teo kepada Keyra.
"Makanya jangan coba coba ngejek orang padahal nasib diri sendiri juga sama"ucap Keyra.
Keduanya pun melanjutkan langkah mereka untuk sama sama menuju ke kelas mereka.
"Pagi semuanya!"ucap Keyra dan Teo memasuki kelas sambil menyapa semua teman sekelas mereka yang sudah hadir.
"PAGI!"saut beberapa orang yang ada di sana menyapa balik.
"Masih belum banyak yang datang ternyata"ujar Teo melihat kelas yang masih sepi.
"Ia nih,eh gue ke bangku gue dulu ya?kak Kevin udah datang tuh"ucap Keyra ke Teo.
"Ikutlah,temen sebangku gue belum dateng soalnya"ujar Teo.
"Okelah kalau mau ikut mah"ujar Keyra setuju.
Keyra dan Teo berjalan ketempat Kevin yang sudah duduk tenang sambil memegang sebuah buku yang terbuka untuk dibaca tapi setelah Keyra memasuki kelas,mata cowok itu dari terus memperhatikan nona mudanya itu.
"Pagi Keyra"sapa Kevin dengan lembut setiba Keyra didekatnya.
"Pagi juga kak Kevin"balas Keyra sambil tersenyum manis,ia menyandarkan tas gitarnya secara berdiri di dinding duduk di bangkunya yang berada tepat di samping tempat Kevin lalu meletakkan berkas yang ia bawa di atas meja.
"Dih dih Key aja yang disapa Vin,gue juga disini loh"ujar Teo yang merasa dirinya diabaikan.
"Pagi"sapa Kevin dengan wajah datar ke Teo.
"Pagi juga Vin"saut Teo tak mempedulikan wajah datar Kevin yang menyapanya dengan terpaksa.
Setelah itu Kevin kembali menatap kearah Keyra dengan lembut dan berkata
"Kamu udah makan Key?"tanya Kevin dengan lembut.
Sedangkan Teo yang melihat itu langsung ngejulid didalam hatinya
*Di...h ngomong sama gue muka datar minta ampun ketimbang sama ngomong Keyra aja langsung berubah 360°itu muka*ujar Teo dalam hatinya.
"Aku udah sarapan kok kak tadi makan roti yang dibawa sama Kak Tania,kakak udah sarapan?"ujar Keyra menjawab pertanyaan Kevin kemudian bertanya balik.
"Belum,kakak belum sarapan"jawab Kevin.
"Nah kebetulan dong kalau gitu,aku bawa sesuatu"ujar Keyra langsung dengan segera mengeluarkan dua bungkus roti pemberian Tania yang ia bawa dari asrama.
"Terimakasih Keyra"ucap Kevin menerima roti itu.
"Teo lo udah sarapan?"tanya Keyra beralih bertanya Teo yang duduk di bangku depan Kevin.
"Belum nih,itu mau lo kasih ke gue ya?"saut Teo melihat kearah satu lagi roti yang tersisa ditangan Keyra.
"Nih buat lo"ujar Keyra menyerahkan roti yang tersisa ke Teo.
"Tanks my Leader!"seru Teo kegirangan,tanpa tunggu lama cowok itu langsung memakan roti itu dengan rakus.
Keyra melihat kearah Teo dan Kevin secara bergantian kemudian membandingkan cara makan kedua cowok itu,terlihat sungguh perbedaannya.Kevin yang terlihat makan dengan tenang sambil terlihat menikmati satu demi satu gigitan roti yang ia makan sangat berbanding terbalik dengan cara makan Teo yang tak beraturan.
"lo kayak gak pernah makan beberapa hari aja"ujar Keyra mengomentari cara makan Teo.
"Ya mau gimana lagi,gue laper"saut Teo.
Kevin hanya diam saja melihat Keyra dan Teo berbincang lalu matanya tak sengaja menangkap berkas berkas yang dibawa nona mudanya itu tadi dan saat ini tergeletak di atas meja.
"Keyra itu berkas apa?"tanya Kevin kepada Keyra.
"Ini berkas sekolah kak"jawab Keyra.
"Sini biar aku aja yang nyimpan,kamu pasti gak bawa tas kan?"ujar Kevin.
"iya kak"ucap Keyra.
"lo bantuin kakek lo ngutus sekolah Key?"tanya Teo kepada temannya itu
"Bukan ngurus sekolah sih tapi lebih tepatnya mulai sekarang gue yang bakal bertanggung jawab ngurusin yayasan"jawab Keyra kepada Teo.
"Makin nambah sibuk dong lo"ujar Teo
"Ya gitu deh,mau gimana lagi"saut Keyra terlihat tertekan.
"Gak usah ngerasa tertekan gitu,gue yakin lo pasti bisa.Lagian nasib gue sama lo gak jauh beda kok,gue juga udah mulai di kenalin sama yang namanya berkas perusahaan"ujar Teo menyemangati Keyra sekaligus mengatakan kalau nasibnya tak jauh beda.
"Dikenalin gak tuh,hahaha"ujar Keyra tertawa mendengar perkataan Teo.
"Nih ya padahal gue pengennya dikenalin sama salah satu anak cewek rekan bisnisnya papa gue gitu,biar gue gebet trus gue jadiin pacar supaya gelar jomblo dari lahir gue hilang.Eh malah dikenalin sama berkas perusahaan,padahal gue udah berdoa setiap waktu supaya dijodohin atau dicomblangin sama anak rekan bisnis ortu"ucap Teo berakting sedih.
"Lo kayaknya udah krisis kepercayaan diri deh sampai sampai berharap dijodohin,padahal orang lain mah gak bakal ada kayaknya yang mau dijodohin sama ortu"komentar Keyra ke Kevin.
"Ya habis mau gimana lagi Key,padahal gue ini udah ganteng,kaya,pinter nabung,pewaris tunggal,masa depan terjamin,good atitude and good personality banget pokoknya tapi masa sampai sekarang masih belum ada satupun cewek yang nyantol.Gimana gue gak krisis kepercayaan diri coba"ujar Teo
"Itu mah kayaknya emang nasib lo yang gak bagus kayaknya"kata Keyra
"Jangan gitu dong Key,masa lo gitu sama gue.Jangan bikin gue makin krisis kepercayaan diri dong"rengek Teo mendengar perkataan Keyra yang agak nyelekit baginya.
"Iya deh iya,gue doain semoga temen gue Teo yang baik hati ini dijodohin sama orang tuanya sama cewek cantik atau kalau perlu gue bilang langsung ke ortu lo kalau anaknya pengen dicariin jodoh"ujar Keyra kepada Teo yang berhasil membuat Teo tersenyum lebar.
"Nah gitu dong,baru temen yang baik gue.Tapi bilang aja sama ortu gue,gue ikhlas kok sumpah"ucap Teo senang.
"Ntar gue bilang sama mami lo,tapi awas lo kalau nanti bener bener kejadian lo dijodohin sama ortu lo tapi nolak trus protes atau sampai bikin gue pusing,gue hajar lo"ujar Keyra memperingati Teo.
"Iya tenang aja,lo bisa lepas tangan kok abis itu"ujar Teo dengan yakin,dalam hati ia sangat berharap kedua ortunya mau dengerin temannya itu buat cariin dia jodoh.