TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 98



Pagi yang baru telah tiba.Satu persatu murid Galaxy mulai terlihat keluar dari lobi asrama,baik itu asrama putra maupun putri.


Namun ada penampakan yang berbeda dipagi ini,didepan kedua asrama itu terlihat beberapa orang bersetelan yang nampak membagi bagikan bunga mawar merah kepada setiap murid yang lewat secara gratis.Orang orang pembagi bunga mawar itu menyebar dibeberapa titik,bukan hanya didepan kedua asrama saja tapi juga didepan pintu masuk kawasan gedung sekolah dan juga didepan lobi utama sekolah.


Orang orang itu membagikan masing masing setangkai bunga untuk setiap murid yang lewat,dan tentu para murid yang menerima bunga itu nampak menunjukkan respon serta reaksi yang berbeda beda.


"Woah kenapa kita diberikan bunga ini?"


"Entahlah,tapi aku penasaran siapa yang menyuruh orang orang itu"


"Tapi menyenangkan juga mendapat bunga mawar,ini pertama kalinya bagiku"


"Aku sepihak denganmu,meski bukan dari cowok tampan tapi ini cukup membahagiakan"


"Hari ini tanggal berapa?"


"Tanggal 22 oktober,memangnya kenapa?"


"Ah pantas saja,ini hari mawar merah di IAS"


"Hari apaan tuh?"


"Gue gak bisa jelasin,tapi di IAS setiap setiap tanggal 22 Oktober pasti pihak pemilik sekolah membagikan bunga mawar kayak gini.


Alasannya gak ada yang tau"


Itulah pembicaraan singkat sekelompok murid Galaxy tentang pembagian bunga mawar merah dihari ini.


Dikelas utama___


Sebagian anggota kelas ini sudah hadir,semuanya nampak berkumpul didekat kaca jendela yang menghadap ke arah lapangan outdoor sekolah.


Mereka menatap pemandangan dibawah sana dimana terlihat murid murid yang lewat nampak memegang bunga mawar merah ditangan mereka,ada juga satu orang yang bertugas membagikan bunga tersebut dipinggir lapangan.


"Orang yang bagiin bunga ini kayaknya memang memastiin setiap murid disekolah ini dapat setidaknya satu tangkai bunga mawar merah ini"ujar Bayu yang sambil sedikit mengangkat setangkai bunga mawar merah ditangannya,bukan cuma dirinya tapi mereka yang telah hadir dikelas ini juga nampak memegang satu bahkan ada yang mendapat dua.


"Hari ini bahkan bukan hari valentaine atau hari perayaan  khusus lainnya"Maya turut berkomentar.


"Apa jangan jangan ada murid yang lagi punya niat buat nembak calonnya?"Putra mulai menerka.


"Kalau gitu,kenapa semua murid sekolah ini yang dikasih bunga mawar?"tanya Rani.


"Gak tau,tapi kalau beneran pasti itu orang efortnya gak main main"ujar Putra.


Disaat teman teman sekelasnya yang lain menerka nerka tentang bunga mawar merah itu,Kevin terlihat duduk diam dibangku milik nona mudanya sambil menatap kearah lapangan diluar kaca jendela.Pemuda itu tak ikut bergabung dalam pembicaraan yang dilakukan oleh para teman sekelasnya itu,karena dirinya adalah satu dari segelintir orang yang tahu makna dibalik pembagian bunga mawar merah itu pada warga sekolah hari ini.


Tap...tap...tap...


Brak...Karen menghempaskan tas sekolahnya keatas meja miliknya dengan keras,membuat yang lain terlonjak kaget dengan aksinya itu.


"Woi!Ren,pelan pelan hei!itu properti sekolah"tegur Arga pada cowok itu.


Tak peduli dengan yang lain,


pemuda dengan image cerdas nan sempurna dimata murid lain itu langsung melangkah cepat menghampiri Kevin.


"Dimana Rara?"tanya Karen cepat pada Kevin.


"Kenapa saya harus memberitahu anda?"Kevin menjawab pertanyaan Karen itu dengan pertanyaan.


"KEVIN!"bentak Karen.


Menghadapi bentakan dari orang didepannya itu,Kevin hanya menampilkan wajah datarnya


"Atap sekolah"Kevin menyebutkan sebuah tempat.


Mendapatkan jawaban yang dibutuhkan,


Karen langsung melangkah cepat keluar dari dalam kelas dan bahkan menabrak bahu Gery yang baru saja selangkah memasuki kelas.


"Kenapa bocah itu?"tanya Gery pada yang lain,namun yang ditanya langsung menoleh kearah Kevin yang telah beranjak dari bangku yang diduduki tadi.


"Vin"panggil Gery.


"Ayo ikuti Karen,atap sekolah"ajak Kevin,kemudian pemuda berperawakan dingin itu melangkah meninggalkan kelas.


Gery sempat bingung sejenak namun beberapa detik berselang barulah dirinya memahami sesuatu,ia berbalik hendak mengikuti langkah Kevin namun Gery menoleh kearah teman sekelasnya yang lain yang nampak memasang wajah bingung


"Kalau lo semua penasaran,ayo ikut"ajaknya.


"Emang gak apa apa tuh kita ngikut?"


tanya Abel memastikan dahulu.


"Gak papa,lagi pula Kevin gak nyebut nama juga"ujar Gery,membuat yang lain akhirnya setuju mengikuti Gery dengan tujuan atap sekolah.


Ditengah jalan,Kevin dan Gery serta yang lain berpapasan dengan Tania yang baru dari perpustakaan dan hendak ke kelas.Bukan hanya itu,mereka juga bertemu dengan anak anak IAS yang berasal dari kelas mereka.


"Kalian semua mau kemana?"tanya Tania,dibelakang gadis itu terdapat anak anak IAS.


"Ikutin kita aja"ujar Gery memberi intrupsi,sedangkan Kevin telah lebih dahulu melanjutkan langkahnya kembali dengan tenang.


Atap sekolah...