
JRENG JRANG JRENG
"OH YEAH KUCINTA DIRIMU!HUOOO!"
"Woi Berhenti Woi"
"Mama Gendang Telinga AnakMu Rip!"
"Anying!"
"Matiin Spiker Gitarnya Woi"
seru murid murid kelas utama sambil tak lupa menutup telinga masing masing.
"YEAH AYO SEMUANYA NYANYI!"seru Putra masih terus bernyanyi sambil memetik senar gitar milik Keyra secara asal asalan Ya tak salah lagi,memang secara asal asalan karena sesungguhnya bocah itu sama sekali tak bisa bermain gitar.
JRANG JRENG JRANG
"YUHU AYO PARTY GUYS!"Putra tak peduli teman teman dan gurunya yang sudah hampir sekarat dengan tingkahnya itu.
Karena merasa tak tahan lagi,Arga berdiri kemudian mendorong kursinya kebelakang lalu dengan cepat maju kedepan kelas mendekat kearah Teo temannya.
"Eh kok gitarnya diambil Woi"protes Putra saat Arga langsung merebut gitar Keyra yang ia pakai secara paksa.
"Lo itu buta nada Put,jadi gak usah sok sok-an main gitar atau nyanyi"ujar Arga sambil menghindar dari Putra yang sedang berusaha mengambil gitar itu kembali.
Keduanya terus saling tarik menarik sambil akhirnya posisi kedua semakin dekat kearah jendela yang sedang terbuka didekat meja guru.
"Balikin gitarnya bro,gue belum selesai konser"pinta Putra berusaha sekuat tenaga menarik gitar ditangan Arga.
"Ogah"tolak Arga.Keduanya semakin tarik menarik dengan kencang dan akhirnya kekuatan Putra kalah sehingga pemuda itu terpaksa melepaskan gitar yang masih ditarik oleh Arga itu.
Namun karena Putra melepaskan gitar itu secara mendadak membuat Arga kehilangan keseimbangan sehingga ia terjatuh kebelakang dan gitar Keyra yang ada ditangannya terlempar keluar jendela.
"Aduh"keluh keluh Arga kesakitan saat punggungnya tak sengaja terbentur dinding kelas akibat terjatuh.
"Akhirnya tak ada suara merusak lagi"
"Mak kuping anakmu akhirnya aman"
"Akhirnya bencana selesai"
"Inilah kenapa kita gak boleh terlalu mudah percaya perkataan orang"
"Arga kamu pahlawan kita"
Komen murid murid kelas setelah Arga berhasil menghentikan bencana suara yang ditimbulkan oleh Putra.
"Terima kasih Putra,telinga bapak dan teman teman sekelas kamu aman"ucap Pak Anton kepada muridnya itu.
"Sama sama pak"balas Arga terlihat sangat bangga dengan kerja kerasnya menghentikan temannya,meskipun punggungnya terasa masih ngilu.
"Lo mah,kenapa berhentiin konser gue sih"protes Putra pada Arga.
"Ini demi kedamaian bersama bro"saut Arga.
Disisi lain Keyra tampak menatap miris kearah luar jendela tepatnya tempat dimana gitarnya jatuh dengan kondisi yang sedikit mengenaskan terbentur beton sisi taman kecil dibawah sana,Kevin hanya diam mengusap usap punggung nona mudanya itu sebagai petanda ikut prihatin akan hal itu dan juga agar emosi Keyra tidak meledak.
*Gitar hasil gak jajan satu bulan*rintih Keyra dalam hati.
"Arga Putra"panggil Teo kepada dua teman kelasnya yang masih berada didepan.
"Ya kenapa"saut kedua pemuda itu kompak.
"Masalah besar apa?"tanya Putra dan sedetik kemudian ia ingat akan sesuatu begitu juga Putra.Keduanya sontak langsung mendekat kearah jendela yang terbuka tadi dan tanpa basa basi keduanya langsung menjulurkan kepala mereka keluar menatap kearah bawah,
Murid murid lain dan tak ketinggalan pak Anton juga melakukan hal yang sama seperti keduanya.
"Sepertinya kalian akan benar benar terkena masalah"ujar pak Anton merangkul pundak kedua muridnya itu,pak Anton memang berdiri diantara kedua siswanya itu.
Kalau kalian mau tau kondisi gitar Keyra gimana,gitar itu terlihat patah.Jika jatuh dari ketinggian biasa mungkin gak akan sampai patah,tapi masalahnya kelas mereka ini berada dilantai salah satu tertinggi gedung sekolah yaitu lantai tiga.Belum lagi gitar itu terbentur dengan beton yang ada dibawah sana,jadi tak heran keadaan gitar itu agak terlihat nahas.
"Waw gitarnya patah dong"
"Harus ganti rugi gak sih"
"tentulah masa gak diganti"
"siapa yang bakal ganti Arga or Putra?"
"Mereka berdualah"
"itu kayaknya gitar mahal deh"
"dari jenisnya sih,emang gitar mahal"
Komen komen murid kelas utama melihat kondisi gitar milik salah satu teman sekelas mereka yang tak lain adalah Keyra.
Kring...kring...kring....suara bel pulang terdengar membuat murid murid yang tadinya berjajar mengintip melalui jendela beranjak kekursi masing masing.
"Oke anak anak,pelajaran hari ini selesai jadi kalian boleh pulang.Tentunya kecuali Putra dan Arga,bapak lihat lihat kalian masih banyak urusan"ujar pak Anton.
"Bapak permisi"pamit pak Anton langsung kabur meninggalkan kelasnya itu.
Dalam hati Arga dan Putra merutuki wali kelas mereka itu,padahal ini semua terjadi karena permainan yang guru mereka itu berikan.Eh malah kabur kalau ada masalah gini,gak guna jadi wali kelas.
Pandangan keduanya beralih kearah Keyra yang terlihat berjalan kearah mereka bersama Kevin dengan tangan dilipat didepan badan sambil menatap mereka tajam,kelihatannya gadis itu sangat marah.
"Eh maaf Key soal gitar lo,gue sama Putra bakal ganti kok sumpah"ujar Arga memilih meminta maaf dahulu sebelum gadis itu meledak.
"Iya Key,tenang aja bakal gua sama Arga ganti.Kalau perlu sekarang juga kita ganti"ucap Putra ikut meminta maaf.
"Nah iya berapa harga gitar lo bilang aja sekarang,nih gue bawa duit kok"ujar Arga langsung mengeluarkan dompetnya begitu juga dengan Putra,keduanya tampak mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dompet mereka masing masing kemudian langsung menyodorkannya kepada gadis pemilik gitar yang sudah berdiri didepan mereka.
Keyra hanya menatap uang lembaran merah yang disodorkan oleh Putra dan Arga kepadanya dengan tatapan datar tak berniat menerimanya sama sekali
"Kok gak diambil Key?masih kurang ya?nih gue sama Arga masih punya beberatus ribu lagi didompet kita kok"ujar Putra.
"Ekhem,gue saranin lo berdua mending searcing dulu deh harga gitar Key yang tadi itu berapa"ujar Dion memberi saran.
"Nah iya coba cari tahu dulu"Lexa ikut berbicara sambil tersenyum.
Putra mengikuti saran Lexa dan Dion untuk mensearcing harga gitar itu di internet.
"Nama gitarnya Key itu apa?"tanya Putra.
"Fender limited edition Parallel universe" jawab Rona.
Putra langsung mengetikkan nama gitar itu untuk mencari tahu harganya dan teman teman kelas yang masih ada disanapun beberapa ikut mencari tahu harga gitar itu.
Mata Putra terbelalak melihat harga gitar itu disalah satu situs toko online,ekspresinya sedikit syok.Arga yang penasaran kenapa raut wajah rekannya itu menjadi seperti itu langsung mengambil alih hp Putra untuk melihat apa yang tertera disana dan reaksinya sebelas dua belas dengan Putra.