TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 58



Karen yang kebetulan tengah menumpang duduk dimeja guru memperhatikan interaksi antara Gery dan Keyra itu sejak tadi,atau mungkin lebih tepatnya memperhatikan Keyra.Bahkan sampai Gery sudah kembali lagi ketempat duduk cowok itu,fokus perhatian Karen masih tertuju pada gadis itu.


Entah ketua Osis ISAS sadar atau enggak apa yang tengah dilakukannya,namun yang jelas seseorang yang menjadi objek perhatian pemuda itu tidak sadar sama sekali tengah diperhatikan sefokus itu.


Yang sadar akan hal itu malah tiga murid lain dikelas itu,yang pertama ada Kevin yang meski pandangannya sejak tadi terfokus pada buku namun melalui lirikan singkatnya langsung tahu kalau Karen tengah memperhatikan nona mudanya dari tadi.


Yang kedua ada gadis yang menjadi teman sebangku Karen sekaligus teman satu kamar asrama Keyra yaitu Tania,berawal saat gadis berparas lembut itu tanpa sengaja memperhatikan sang teman sebngku yang menumpang duduk dimeja gutu.Namun perhatiannya teralihkan oleh arah fokus pandang Karen yang nampak tertuju kearah area belakang dan saat Tania memastikan apa yang membuat cowok itu sebegitu fokus dibuatnya,ia menemukan Keyra-lah yang mejadi objek pencuri pandangan yang dalam dari Karen.


Lalu siapa yang ketiga?dia adalah orang yang bukan hanya memerhatikan arah pandang Karen kepada Keyra saja,namun juga menangkap pandangan yang Tania berikan kepada Karen.Seorang cowok yang sejak tadi bersandar ditembok bagian dalam kelas dekat pintu masuk,meskipun tengah asik berbincang dengan teman temannya yang lain disana.Namun matanya masih bisa menangkap apa yang terjadi didalam kelasnya itu,yang bahkan hampir tidak ada yang menyadari hal itu.Dia adalah Putra,salah satu kawannya Gery.


*Aku juga ingin bisa berinteraksi dekat seperti itu dengan mu Ara,tak apa saling mengejek.


Asal bisa berbicara sedekat itu,lagi*Karen.


*Seharusnya dia tidak memandang nona muda seperti itu ditempat ramai,beruntung tidak ada yang sadar.Jika ada maka akan ada pertanyaan yang muncul,lagi pula nona muda pasti tidak suka*Kevin.


*Ini bukan pertama kalinya Keyra menjadi atensi perhatian Karen dengan tatapan itu, kenapa Karen selalu memerhatikan Key diam diam seperti itu?*Keyra.


*Tania memandang Karen yang tengah memandang Keyra,sepertinya akan ada hal yang menarik diantara ketiganya.Cepat atau lambat*Putra.


Beda lagi dengan Keyra yang membatinkan masalah lain,


*Wah gue harus makasih nih sama Bunda dan Dia,karena udah ngasih ini.Sepatu baru sama kue brownis kesukaan gue,Hihihi*batin Keyra girang setelah mengetahui isi dua paperback yang dibawakan oleh Gery tadi.


Bahkan ia sempat sempatnya mencomot sepotong dari brownis itu dari dalam kotak tempatnya dan melahapnya sebagian kedalam mulutnya,sedangkan sebagian lagi disodorkan kedalam mulut Kevin.


"Ayo buka mulut kak,cobain brownisnya.Enak loh"pinta Keyra.


Kevin?tentu saja cowok itu langsung menurut saja,lagi pula penilaian nona mudanya ini tentang tingkat rasa enak terhadap makanan manis tidak perlu diragukan lagi.


Nyam...nyam...Kevin mengunyah brownis yang ternyata rasa coklat itu perlahan, kepalanya mengangguk angguk samar seperti sependapat dengan Keyra tadi yang mengatakan kalau brownis itu enak.


"Enak,ayo simpan semua itu Keyra.Guru akan datang tak lama lagi"ujar cowok bertampang dingin itu kepada nona mudanya.


"Baiklah"saut Keyra,gadis itu segera menyimpan kedua paperback itu digantungan yang tepat dibelakang sandaran bangkunya.


Itu memang gantungan khusus untuk tas sekolah,namun bisa difungsikan untuk hal lain seperti yang dilakukan oleh Keyra saat ini.