
Ini bukan rapat organisasi,cuma gue sama dua wakil aja.Mereka katanya minta pendapat soal daftar kerja organisasi buat semester ini katanya,makanya gue ajak mereka ketemuan"jelas Keyra kepada kedua sahabat satu sekolah asalnya.
"Gue nitip kamar gue ya,bai"lanjutnya, kemudian langsung menghilang dibalik pintu.
"Maksud siKey pertemuan apaan sih,kok gue gak mudeng ya?"tanya Rani.
"Dia ada janji ketemuan sama dua wakilnya, diakan ketua organisasi kesiswaan ISA"jawab Rona singkat namun cukup membuat ciwi ciwi ISS maupun ISAS dikamar itu mengerti.
"Btw itu,sahabat kalian si Tania mana dah?kok belum balik juga dari tadi?"tanya Maya kepada Raya dan Rani.
"Gak tau tuh,Tania emang kalau udah masuk perpus memang suka lupa waktu buat pulang"jawab Rani.
"Bener tuh,apalagi kalau udah nemuin banyak buku yang siap dia baca.Beh kita aja sering narik paksa dia kalau pas jam istirahat atau jam belajar sore,pas masih digedung utama ISAS"sambung Raya.
"Segitunya?"tanya Lexa,Raya dan Rani kompak mengangguk.
"Wah,gak kebayang gue kalau jadi Tania.Pasti udah jenius gue tuh"ujar Rona.
"Gak juga sih Ron kalau menurut gue,gue juga sering belajar meski gak sesering Nia.Tapi otak gue masih kehitung pas pas-an aja tuh diantara anak anak ISAS,emang otaknya Nia aja tuh yang cepat tanggap sama pelajaran."ujar Raya.
"Andai otak gue encer walau gak usah harus belajar setekun Nia,gak sanggup otak gue tuh ngikutin cara belajarnya.Ada cara instan pinter tanpa belajar gak sih?"tanya Abel.
"Kalau soal itu sih,coba tanya sama Key aja nanti pas dia udah balik.Itu bocah hampir gak pernah gue liat baca buku,tapi dari SMP otak dia encer banget tuh"ujar Lexa memberi saran.
"Kayaknya sahabat lo berdua itu,udah dasar gennya pinter deh.Makanya gitu,gak perlu belajar tapi otak udah encer aja"ujar Abel berpendapat.
"Bisa jadi sih,apalagi kalau dipikir pikirkan itu bocah cucunya tuan Pratama.Ya seperti yang kebanyakan orang tahu,kalau tuan Hedrik Pratama itu pengusaha sukses banget.Jadi pasti pinter"ujar Rona menunjukkan ekspresi berfikir.
"Bisa jadi sih"ujar semua yang ada disana kompak menyetujui perkataan Rona tadi.
"Eh udahlah,gosipnya.Mau nobar film gak lo semua,gue punya rekomendasi drakor terbaru loh?"tanya Lexa kepada yang lain.
"Gas!"saut yang lain kompak.
Jadilah akhirnya kamar asrama Keyra dan Tania menjadi tempat nobar para ciwi ciwi kelas utama,meskipun gak ada satupun pemilik kamar disana tapi mereka tetap santai soalnya udah dikasih izin sama Key juga.
Meski jam pembelajaran sudah lama berakhir, namun tidak membuat semangat segelintir murid di SMA Angkasa Internasional High school redup.Beberapa murid masih terlihat menghuni perpustakaan sekolah,salah satu diantara segelintiran orang itu adalah Tania.
Gadis itu masih terlihat tenang menikmati waktunya sendirian membaca buku disalah satu meja disudut perpustakaan,buku yang menjadi bacaan gadis itu sehingga terlihat sangat fokus membaca bukanlah jenis bacaan berupa novel atau buku fiksi serupa. Melainkan buku paket pelajaran dengan title geografi,perpustakaan sekolah memang sengaja dibuat bisa diakses oleh pihak sekolah sampai jam 21:30 malam.Hal ini supaya murid yang punya niat belajar dapat menggunakan fasilitas perpustakaan dengan mudah meski diluar jam pembelajaran,selain itu tidak masalah kalau ada murid yang pulang malam saat disekolah karena mereka tinggal digedung asrama yang masih satu lingkup kawasan dengan gedung sekolah.
~Sore~
"Terima kasih atas waktunya leader"
"Terima kasih juga atas waktunya kak"
"Sama sama,jalankan rencana semester ini yang kalian susun dengan baik ya.Minta koordinasi sama para anggota dan kalau butuh bantuan atau ada hal yang masih kurang kalian mengerti,kalian hubungin kakak aja"
"Siap kak"
"kalau begitu kami permisi dulu kak"
"Selamat sore"
"Ya selamat sore,hati hati dijalan ya kalian"
"Baik kak"
Kring...kring...bunyi lonceng diatas pintu kafe yang baru saja terdengar setelah dua orang murid SMA melewati pintu untuk keluar dari dalam kafe itu.
"Huf...akhirnya selesai juga"gumam seorang gadis yang menjadi teman berbincang kedua murid tadi,dia adalah Keyra yang baru saja selesai bertemu dengan kedua wakilnya diorganisasi.
Srup...srup...Keyra menyeruput tea ice didalam gelas sampai habis,kemudian ia meraih tas ransel kecil yang terletak diatas meja dan segera beranjak dari sana menuju ke kasir untuk membayar semua pesanan dimeja yang ditempati.
"Terimakasih"ucap Kasir setelah Key menyelesaikan pembayaran.
Saat melangkah menuju kepintu keluar kafe,mata gadis itu tertuju pada sebuah piano yang terpajang disalah satu sisi kafe.
Langkah Keyra terhenti sejenak memandang piano hitam yang dijadikan pajangan dalam kafe itu,kemudian kepalanya menggeleng pelan lalu segera melanjutkan langkahnya kembali untuk meninggalkan kafe itu.