TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 80



Meski masih terhitung lagi pagi buta sekali untuk datang kearea gedung sekolah yaitu jam enam pagi lewat sedikit,tapi Kevin sudah terlihat rapi dengan seragam serta atribut lengkap-topi sedang berjalan agak terburu buru menuju ruang musik. Alasannya adalah karena sang nona semalam memintanya untuk bertemu diaruangan favorit itu jam enam pagi,tentu saja saat melihat jarum jam pada jam tangan yang melingkar dilengan kirinya yang sudah melewati anggka enam membuat Kevin sedikit panik karena itu artinya dirinya terlambat.


Kevin sendiri sedikit heran saat sang nona muda memintanya bertemu disekolah sepagi ini,mungkin tidak terlalu pagi bagi Kevin tapi nona mudanya sudah berada dilingkungan sekolah jam enam pagi?! Entahlah Kevin jadi cemas dibuatnya.Terlebih gadis itu memintanya membawakan sesuatu yang membuat Kevin kini semakin cemas dengan apa yang terjadi sebenarnya dengan nona mudanya itu.


Kriet...


Pintu ruang musik Kevin buka perlahan dan kedua kakinya mulai melangkah satu persatu kedalam ruangan yang terasa hening itu.


Saat pintu ruangan itu Kevin tutup rapat kembali dan dirinya berbalik badan kebelakang,cowok dingin itu langsung menemukan nona mudanya yang kini tengah duduk disebuah bangku sambil melipat kedua tangan didepan badan dan sedang menatap tepat kearahnya sambil cemberut.


"Pagi Keyra"ucap Kevin sambil menampilkan senyuman mempesona yang sangat sangat jarang diperlihatkan kepada orang lain kecuali gadis didepannya ini tentunya.


"Pagi juga kak Kevin"saut Keyra semangat disusul senyuman manis,namun hanya bertahan beberapa detik sebelum wajahnya kembali cemberut.


"Kakak terlambat sepuluh menit"ujar Keyra sambil menunjukkan jam yang tertera pada layar hpnya.


"Maafkan kakak ya Key,kakak tadi harus memastikan semua yang kamu minta semalam sudah semuanya"ujar Kevin meminta maaf kepada nona mudanya itu.


"Permintaan maaf diterima.Jadi mana yang aku minta semalam kak"ujar Keyra sambil menyodorkan tangannya kearah Kevin.


Kevin langsung menyerahkan sekumpulan kertas penuh tulisan dan beberapa buku catatan yang memang sejak tadi dia bawa kepada sang nona muda,Keyra juga terlihat sangat antusias menerima semua itu.


Terlihat gadis itu yang mulai membolak balik lembaran lembaran itu dengan membacanya beberapa tulisan yang tertera disana,Kevin yang melihat itu maju satu langkah mendekat.Kevin meletakkan punggung tangan kanannya pada kening lalu berpindah kedua sisi pipi Keyra, cowok dingin itu melakukannya berulang kali sampai akhirnya Keyra menghentikan tangan Kevin itu karena cewek itu mulai heran dengan perlakuan Kevin.


"Kakak lagi ngapain sih emang?"tanya Keyra menampilkan wajah herannya,ia menahan tangan Kevin yang sejak tadi berkeliaran diwajahnya dengan cara menggenggamnya.


"Kamu lagi sakit Key?"tanya Kevin, bukannya menjawab pertanyaan Keyra.


"Enggak tuh,aku sehat sehat aja"


"Beban pikiran sih ada tapikan wajar bagi manusia mah"


"Serius kamu gak lagi sakit?"Kevin kembali mengulang pertanyaan pertamanya.


"Enggak kak,kakak kenapa sih sampai nanya gitu?"tanya Keyra yang semakin heran dengan tingkah aneh Kevin.


"Kakak kira kamu sakit,soalnya kamu tiba tiba minta kakak buatin kamu ringkasan materi pelajaran buat kamu pelajarin menjelang UTS ini.Kakak jadi takut,soalnyakan kamu sejak masuk SMA hampir gak pernah punya inisiatif mandiri buat belajar sampai minta materi kayak semalam kecuali kalau udah aku,tuan Pratama,serta guru privat kamu paksa.Itupun harus ada iming iming tertentu.Makanya kakak kira kamu lagi sakit,tapi kakak bersyukur dan senang kamu enggak sakit"Cerocosan panjang kali lebar terdengar keluar dari mulut Kevin.


Keyra merotasikan kedua bola matanya mendengar perkataaan Kevin,sepemalas itukah dirinya sejak menginjak bangku putih abu abu? Jika disini ada orang lain yang mengenal sifat Kevin,pasti akan mengabadikan moment itu sebagai sebuah kejadian yang sangat langka.


Beruntung hanya ada Keyra disana,


gadis itu tentunya tidak menganggap kejadian itu sebagai kejadian langka.Keyra sangat tau dibalik sifat bak jelmaan gunung es atau kulkas 100 pintunya Kevin,ada bakat terpendam yang Kevin miliki yaitu mengoceh panjang lebar saat hanya berdua dengan dirinya.


"Aku gak sakit kak.Aku cuma mutusin buat ikut saran yang selalu kakak dan kakek kasih"ujar Keyra kepada Kevin.


"Hm?"


"Kaliankan selalu bilang aku gak boleh terus lari dari masa lalu burukku,jadi aku mutusin buat mencoba gak lari lagi kak"Keyra mengatakan hal itu sambil menatap lekat kedua bola mata Kevin yang berdiri dihadapannya.Dapat ia lihat sebuah senyuman tipis langsung terukir dibibir cowok yang mendapat julukan kulkas berjalan dari teman teman mereka yang lain setelah dirinya menyelesaikan perkataannya.


Kevin mengangkat tangan kirinya yang masih bebas karena tangan kanannya sampai kini masih digenggam oleh cucu kesayangan tuannya,cowok itu kini pucuk kepala Keyra dengan lembut


"Aku senang mendengarnya Keyra,dan tuan Pratama tentu akan jauh lebih senang jika beliau mengetahuinya" ujar Kevin dengan suara lembut.


"Jadi apakah nona muda Keyra Pratama butuh bantuan seorang Kevin?"


"Tentu saja butuh,aku sangat butuh bantuan kakak"