
"Makanya gue nanya gitu,soalnya kak Tania gak pernah jauh jauh sama yang namanya buku.Mana yang dibaca semuanya buku pelajaran lagi bukan novel atau buku cerita lain"lanjut Keyra.
Raya dan Rani diam membisu sambil saling beradu pandangan satu sama lain setelah mendengar pertanyaan dari Keyra barusan.
"Kalau kalian gak mau jawab atau gak emang gak tau alasannya juga gak papa kok,gak usah dipikirin"ujar Keyra yang menyadari interaksi yang dilakukan Raya dan Rani.
"Kalau lo mau tau,kita bisa aja sih kasih tau alasannya tapi"ujar Raya.
"Tapi apa?"tanya Lexa.
"Kita takut kalau kalian tau,sikap sama pandangan kalian ke Tania berubah"ujar Rani.
"Enggak kok gue sama yang lain janji gak bakal kayak gitu dan gak bakal bocorin ini ke orang lain,jadi ayo kasih tau"pinta Rona yang ikut penasaran.
"Bener tuh yang dibilang Rona"ucap Keyra membenarkan ucapan sahabatnya.
"Huf..Oke biar kita kasih tau"ujar Raya menghela nafasnya diawal kemudian setuju pada akhirnya.
"Sebenarnya Tania itu keliatan selalu belajar setiap waktu dan kesempatan seperti yang lo bilang tadi Key,itu bukan karna dia hobi belajar atau kerajinan gitu aja.Tapi semua itu harus dia lakuin"ujar Raya mulai menjelaskan.
"Kenapa?"tanya Keyra
"Karena Beasiswa"jawab Raya
"Beasiswa"gumam Keyra pelan.
"Iya beasiswa,Tania itu bisa dibilang bukan terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan seperti rata rata murid ISAS lainnya"ujar Rani ikut menjelaskan.
"Maksud lo dia dari keluarga miskin gitu?"tanya Abel.
"Gue gak bilang Tania berasal dari keluarga miskin kerena keluarga Nia itu gak sesusah itu,tapi kalau dibandingkan sama biaya uang sekolah di ISAS yang cukup mahal jadi pendapatan keluarga dia jadi kurang memadai"jawab Rani.
"Tapi untungnya Tania itu diberkati sama tuhan otak yang cerdas dari lahir,makanya Nia bisa masuk ke sekolah kita tanpa biaya sepersen pun alias semua biaya sekolahnya ditanggung sama yayasan.Makanya Tania selalu keliatan semangat belajar karena dia gak mau kalau nilai dia turun trus beasiswa dia dicabut,kalau sampai itu terjadi orang tua dia bakal kesusahan membiayai uang sekolah nya yang mahal"jelas Raya.
"Kok gue baru tau sih kalau di ISAS itu ada program beasiswa"ujar Keyra yang baru mendengar hal itu hari ini.
"ISAS memang punya program beasiswa buat anak berprestasi dan selalu dibuka kuota untuk setiap tahun,mulai dari beasiswa penuh kayak Tania ataupun beasiswa potongan uang sekolah serta lainnya"ujar Rani.
"Dan sebenarnya sih buat anak seangkatan sama kita bukan cuma Nia doang yang dapet beasiswa,ada Bayu murid cowok kelas kita juga dapet tapi gak beasiswa penuh kayak Nia"lanjutnya.
"Gitu ya"ucap Keyra mengangguk paham sekarang.
"Setelah denger semua penjelasan gue sama Rani,gue harap sikap dan perlakuan kalian ke Nia gak berubah karena dia anak beasiswa"pinta Raya penuh harap kepada teman temannya yang lain yang ada didalam kamar itu-Rani tentunya.
"Ngapain juga sikap kita harus berubah sama Tania"ujar Maya menjadi yang pertama kali merespon ucapan Raya.
"Tau tuh,lagian itu kan bisa dibilang masuk urusan pribadi Tania sama pihak sekolah jadi gak ada hubungannya sama kita"ujar Lexa.
"Yap jadi kalian tenang aja,kita bakal tetep mau temenan sama kak Tania kok trus sikap kita ke dia juga gak bakal berubah.Jadi kalian tenang aja"ucap Keyra sambil tersenyum.
"Syukur deh kalau gitu"ujar Rona terlihat lega begitu juga dengan Raya.
Keduanya senang karena teman teman mereka yang lain tidak ada yang mempermasalahkan status Tania yang anak beasiswa dan juga bukan berasal dari kalangan atas seperti mereka.
mereka melanjutkannya dengan bercerita tentang topik lain yang enak dibahas saat berkumpul kayak gini.
~Beralih Ke asrama murid cowok~
Hampir sama dengan anak anak cewek tadi para anak anak cowok dari kelas utama juga
Sedang berkumpul bersama tapi bukan didalam kamar asrama tapi di lapangan basket indor sekolah.
(jadi gini guys,kelasnya Keyra bakal author sebut anak kelas utama aja biar gampang)
Oke lanjut....
Mereka semua ngumpul disana sambil menikmati makanan berupa jajanan yang hampir serupa dengan yang Keyra bawa tadi untuk teman temannya,hal ini karena semua itu Kevin yang membawanya untuk para anak anak cowok makan.Bukan hanya itu Karen juga ikut bergabung disana karena ia sampai disekolah hanya berbeda sekitar sepuluh menitan lebih lambat dari Kevin.
"Tumben tumbenan lo punya inisiatif buat beliin kita makanan kayak gini Vin,biasanya kagak pernah tuh"ujar Bayu sambil mulutnya terus menikmati jajanan.
"Bukan saya tapi Keyra"saut Kevin singkat.
"Ooh pantesan,idenya Keyra toh"balas Bayu.
"Gue perhatiin dari awal program,lo kayaknya nurut banget sama bocah ketua kita Vin"ujar Teo kepada Kevin.
"Emangnya lo gak selalu nurut sama Keyra?"tanya Dion pada Teo.
"Nurut sih tapikan ini beda,gue lo sama Haikal kan nurut sama Key mah wajar orang dia ketua kita.Tapikan Kevin beda"jelas Teo kepada Dion.
"Kevin mah asal ada hubungannya sama Rara mah gak bakal bisa nolak alias gercep banget responnya,udah dari dulu itu"ujar Gery.
"Nah lo juga sama Ger"saut Haikal.
"Sama apaan?"tanya Gery.
"Lo juga kayaknya udah kenal lama juga deh sama Key,buktinya lo keliatan tau banget sama bocah bos kita dan Karen.Bukan cuma itu tapi panggilan lo buat Key juga beda banget kayak kita"jelas Haikal.
"Gue sama bocah ingusan itu emang dasar udah kenal dari kecil"ujar Gery santai.
"Ya bisa dibilang temen masa kecil sekaligus rivalan kita tuh,ya gak Ren"lanjutnya sambil menoleh ke arah Karen.
"Tunggu! Sama Karen juga?"tanya Putra sambil melihat kearah Karen.
Karen yang merasa kalau teman temannya kecuali Kevin sedang melihatnya penuh tanya akhirnya menganggukkan kepalanya,setelah itu ia menatap Gery dengan wajah datar.
"Ya dulu"jawabnya singkat kemudian membuang mukanya kearah lain,seperti tak suka dengan topik pembahasan itu.
Respon Karen yang tak biasa seperti itu membuat teman temannya yang lain menjadi penasaran akan sesuatu hal.
"Lo pada kalau penasaran,cukup penasaran aja ya.Jangan dibahas lebih panjang lagi"ujar Gery yang berhasil menghentikan beberapa temannya yang hampir mengeluarkan pertanyaan dari mulut mereka.
*Benar kata nona muda sejak dulu,kalau mulut tuan muda keluarga Galeo itu memang berbahaya dan rawan memancing keributan serta bocornya rahasia*ucap Kevin didalam hatinya,sambil mengamati tingkah laku sahabat kecil nona mudanya itu.