
Tiga pekan pelaksanaan ujian berlalu dengan cepat dan tak begitu terasa bagi Keyra,ya jelas tak terasa toh dirinya memang tak se-peduli yang lain tentang pelaksanaan ujian ini.
Yang gadis itu nanti natikan malah hari hari setelah UTS berakhir dan salah satunya adalah hari pengumuman hasil UTS dan itu terjadi pada hari kamis,itu artinya tinggal tiga hari lagi.Keyra menatap pantulan dirinya yang berdiri didepan cermin,ia merapikan kembali penampilannya sampai akhirnya Tania memanggilnya.
"Key udah siap belum,ayo yang lain udah nungguin"ujar Tania yang sudah berdiri didepan pintu kamar menanti dirinya.Keyra berbalik kearah teman sekamarnya itu
"Udah kok,yuk kak"ujar Keyra menghampiri Tania.
Oh iya,kedua gadis itu akan pergi ke taman Hiburan hari ini.Bukan hanya berdua tapi bersama teman teman sekelas mereka juga,Keyra sendirilah yang mengajak teman teman sekelasnya itu dan mengatakan akan mentraktir semua seharian.Mendengar kata traktiran tentu tak ada yang menolak,meski 80% diantara mereka berasal dari keluarga kaya raya namun aroma gratisan masih sangat menggoda bagi para anak muda ini.
Keyra sendiri mendapat ide ini tepat dihari terakhir ujian saat dirinya baru keluar dari ruang musik.Lagi pula menurutnya mereka semua harus bersenang senang bersama dulu,karena kedepannya ia tak yakin kalau semuanya akan berjalan normal seperti biasa.
Taman Hiburan_
Disinilah mereka yaitu didepan pintu masuk sebuah taman hiburan terbesar dan terkenal dikota tempat tinggal mereka.
"Key,lo seriuskan traktir kita sepenuhnya hari ini?gue beneran gak bawa duit loh ini"Kevin kembali bertanya memastikan bahwa Keyra tak hanya sekedar membual soal traktiran yang gadis itu janjikan.
"Bener tuh Key,gue juga gak bawa uang soalnya males narik tunai"Maya juga bersuara.
"Tenang aja,beneran gue yang traktir kok"saut Keyra.
"Duit lo cukup kagak?kalau kurang nantikan bahaya"ujar Gery.
"Ya kalau kurang mah gampang itu,isi dompet lo-kan masih ada"ujar Keyra kepada Gery dan tentu diprotes oleh cowok itu.
"Dih ogah,lo yang janji traktir masa gue yang harus nalangin kalau duit lo kurang"Gery.
"Gak usah ogah ogahan,harus mau.Dari pada duit jajan lo ditahan sama bunda,pilih yang mana?"Keyra.
"Ancaman lo gak asik,iya nanti gue yang nalangin kalau duit lo kurang.
Meski agak mustahil sih lo kehabisan duit"ujar Gery pasrah,ancaman Keyra itu selalu bikin dia ketar ketir.
"Nah gitu dong,yuk"Keyra menarik lengan Kevin berjalan duluan ketempat penjualan tiket untuk membeli tiket untuk mereka.
Sesampai diloket tiket,Keyra langsung memesan tiket masuk sesuai dengan jumlah teman sekelasnya dan juga dirinya yaitu 22 orang.
"Lo semua mau naik wahana apa dulu?"tanya Keyra kepada yang lain.
Tuk
"AWW,sakit anj*r"umpat Arga saat Abel langsung menghadiahi sebuah jitakan dikepalanya.
"Heh!kita baru nyampe ya,pilih wahana yang low dulu kek.Ini malah langsung yang menantang maut"ujar Abel kepada Arga.
"Sependapat gue tuh sama Abel,rolercoster skip dulu aja. Simpen buat hidangan puncak,kita main wahana yang lain aja dulu"ujar Maya yang setuju dengan Abel.
"Lo kira makanan pakai ada istilah hidangan utam-ma,hehehe ampun"Bayu yang hendak memprotes ucapan maya langsung minta ampun saat sepasang sorot mata tajam bak silet dilayangkan kepadanya oleh gadis itu.
"Udah gak usah banyak bacot,mending naik wahana yang lo pada pengen naikin masing masing.Nih duitnya pake aja yang itu...,"Gery langsung melempar dompetnya kepada Putra"Yuk my princes"cowok itu langsung merangkul Keyra pergi dari sana.
"Kak Kevin!"Keyra yang dibawa paksa oleh Keyra langsung memanggil Kevin.
Kevin dengan langkah santai langsung mengikuti kemana nona mudanya dibawa pergi.
"Wih uang merah sama biru semua nih penghuni dompet"komen putra setelah melihat isi dompet milik Gery.
Arga mengambil sebagian besar isi dompet Gery itu lalu membagikannya ke teman temannya yang lain sambil berkata
"Gery bilang tadi pakai aja,berarti mari kita kosongkan lembaran merah dan biru ini sampai habis"ujar putra dengan senyuman bahagia.
"Gak usah,gue sama Tania biar pakai uang gue aja"tolak Karen saat lembaran sebuah merah disodorkan padanya dan juga Tania.
"Oh oke"ujar putra lanjut ke yang lain.
"Enggak masalah tuh nanti,uang Gery kita pakai semua?"tanya Raya yang terlihat agak ragu.
"Tau tuh,nangi kalau Gery marah gimana?"Rani-pun sama ragunya.
Putra langsung membuka lebar dan menunjukkan bagian dalam dompet Gery kepada dua cewek itu dan yang lain
"Nih masih ada kartu didalam.Duit ini mah gak ada apa apanya dibanding nilai dalam kartu kapten kita yang satu itu"ujarnya.
"Gak usah khawatir...,"Maya merangkul Rani dan Raya"Ini bukan pertama kalinya kita kuras habis isi dompetnya si bos,so pasti aman"lanjutnya.