
Keyra mengemudikan mobilnya melaju menjauh dari toko roti tempat dimana ia mengantarkan Tania rekan sekamarnya di asrama,setelah selesai mengantar Tania kini Keyra berencana menuju ke kediaman tempat tinggalnya.Mobil sport miliknya itu melaju kencang menelusuri jalan raya,untung saja keadaan jalanan yang dilewati mobil Keyra itu tidak terlalu ramai kalau tidak,bisa bahaya baginya karena bisa menabrak atau menyerempet mobil lain kan bisa gawat.
Sang pengemudi terlihat sangat santai tak takut kalau seandainya mobilnya diluar kendali,tak lupa juga earphone menyumpal di kedua telinganya yang memutarkan musik dengan volume tinggi membuatnya tambah tidak peduli dengan sekitarnya kecuali jalan didepannya.Tania seharusnya bersyukur tadi karena Keyra tidak membawa mobil seperti ini tadi kalau tidak gadis itu bisa kena serangan jantungan dadakan.
Keyra baru menurunkan kecepatan mobilnya saat mendekati gerbang masuk kediamannya,
pintu gerbang sesegera mungkin dibuka oleh penjaga ketika melihat mobil sport biru nona muda mereka yang sudah sangat mereka hafal itu mendekati gerbang.Keyra semakin memperlambat laju mobilnya memasuki gerbang kediamannya dan tak lupa ia dengan sengaja membunyikan klakson satu kali untuk menyapa penjaga gerbang.
Citt...suara decitan ban mobil dengan lantai beton sedikit terdengar karena Keyra yang langsung mengerem mobilnya dengan kuat,
Mobilnya berhenti sempurna dihalaman tepat didepan pintu masuk utama kediaman yang lebih tepat disebut mansion itu karena ukuran dan luasnya yang besar.
Sesaat setelah mobil itu berhenti tanpak seorang pria paruh baya yang berjalan setengah berlari mendekati mobil milik Keyra itu.
"Selamat pagi serta selamat datang kembali nona muda"sambut orang itu langsung tak lupa membungkuk sebentar,saat Keyra baru saja keluar dari mobil miliknya.
"Selamat pagi dan selamat atas sambutannya
Sebenarnya saya tak perlu sambutan seperti ini pak No"ujar Keyra membalas sambutan dari salah satu orang yang berstatus sebagai salah satu pelayan lama di keluarganya itu.
"Saya tau itu nona muda,tapi bagaimana pun sudah menjadi salah satu kewajiban saya menyambut nona muda Pratama"ucap pak No dengan gaya bahasa yang sangat sopan dan terbilang formal padanya.
"Baiklah,sekarang beritahu saya kakek sekarang ada dimana?"tanya Keyra mencari keberadaan sang kakek saat ini pada pada pak No.
"Tuan besar sekarang ada diruang kerjanya,nona muda"jawab pak No.
"Baiklah saya ke sana dulu dan mobil saya jangan dipindahkan ke garasi biar disini saja"ujar Keyra pamit dari sana sekaligus sedikit berpesan dengan pak No.
"Baik nona,silahkan"ujar pak No mempersilahkan nona mudanya itu untuk masuk kedalam.
Keyra berjalan memasuki kediaman milik milik sang kakek namun sebentar lagi akan resmi menjadi hak miliknya itu,tinggal tunggu semua dokumen yang sudah dalam tahap pengurusan selesai.Kakinya berjalan menuju keruang kerja sang kakek yang berada dilantai dua dan untuk ke sana ia memilih untuk naik tangga saja dari pada naik lift yang tersedia disana,lagi pula tidak terlalu jauh.
Jika kalian nanya siapa pria paruh baya yang dipanggil Keyra dengan pak No,pak No atau nama aslinya adalah Yono merupakan salah satu pelayan laki laki senior di keluarga Pratama.Bahkan pria paruh baya itu sudah bekerja di keluarga ini setahun lebih cepat sebelum Keyra lahir.Orang orang memang lebih sering memanggilnya pak No biar lebih simpel aja.
Dengan perlahan Keyra membuka pintu ruangan sang kakek
Sontak mendengar ada suara sang cucu tuan Pratama langsung mengalihkan fokusnya kearah asal suara,indra penglihatannya langsung menemukan cucu perempuan satu satunya itu sedang berdiri pintu ruang kerjanya sambil berkacak pinggang.
"Kamu pulang hari ini Key,kakek kira tidak"ujar tuan Pratama pada cucunya itu.
"Kakek ini sudah berapa kali Key bilang untuk tidak bekerja dihari libur seperti ini, pergunakan waktunya untuk beristirahat"ujar Keyra sedikit mengomeli kakeknya.
"Maafkan kakek Key cuma sekali ini kok,
kebetulan ada beberapa berkas perusahaan yang perlu kakek periksa"ucap tuan Pratama pada cucunya itu.
"Gak ada alasan kek,kakek keluar dari ruang kerja kakek sekarang atau Key bakar semua tumpukan kertas itu"ujar Keyra tak mau dibantah,setelah mengatakan itu ia beranjak pergi dari sana.
Setelah sang cucu pergi dari sana,tuan Pratama segera membereskan tumpukan tumpukan berkas yang tadi disebut tumpukan kertas oleh cucunya itu dari atas meja dan langsung laki laki tua itu simpan didalam laci meja paling bawah kemudian tak lupa ia kunci dengan rapat dan baru menyimpan kuncinya.Ia melakukan itu karena takut cucunya itu melakukan apa yang dikatakan tadi yaitu membakar semua itu,karena ia yakin itu bukan sekedar ancaman biasa.
Kenapa ia berfikir seperti itu karena dulu cucunya itu pernah mengatakan hal yang sama tapi ia tidak mendengarkannya dan itu hanya gertakan biasa dari anak anak,tapi ternyata ia salah soalnya Keyra yang waktu itu belum genap berusia sepuluh tahun saat itu benar benar membakar berkas berkas kerja miliknya.Untung saat itu ia masih memiliki keberuntungan karena semua berkas berkas yang cucunya itu bakar saat itu bukan berkas yang terlalu penting dan masih bisa dengan mudah diganti.
Jadinya sejak kejadian itu ia belajar kalau cucu perempuannya itu tidak pernah bermain main dengan perkataan yang ia ucapkan terutama saat serius,oleh sebab itu ia selalu berhati hati kalau cucunya itu sudah berkata seperti tadi.Intinya ia harus waspada dan jaga jaga kalau cucunya itu mulai menggertak karena itu bukan sekedar gertakan biasa.Dan jika kalian ingin tau dari mana cucunya itu mewarisi sifat seperti itu tentu saja bukan darinya entah dari siapa diapun tak tahu.
Keyra saat ini sedang duduk disalah satu sofa ruang keluarga dikediaman itu,ia menggulirkan layar hpnya sibuk menjelajahi dunia maya sembari menunggu kakeknya.
"Kakek kira kamu gak bakal pulang hari Key"ucap tuan Pratama menghampiri cucunya di ruang tamu.
"Jadi kakek bisa bebas kerja gitu,lagian pula ini hari libur jadi sudah jelas semua murid diperbolehkan pulang.Masa kakek gak tau sama sekolah milik sendiri"ujar Keyra menyauti omongan kakeknya.
"Tau sih tapi kakek kirain kamu bakal betah di asrama sampe gak mau pulang,oh iya Kevin gak ikut pulang sama kamu?"ujar tuan Pratama.
"Nanti kak Kevin nyusul katanya,kak Kevin mau ke bengkel dulu buat servis bulanan mobilnya"jawab Keyra.
"Gitu,kakek kira Kevin gak mau pulang karena bosen liat kamu terus"ujar tuan Pratama pada cucunya itu.
"Mana ada kayak gitu"ucap Keyra tak terima kakeknya berkata seperti itu.