TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 84



"Disini kalian rupanya"


Semuanya seketika langsung menoleh kearah suara seseorang yang datang menghampiri mereka,terlihat seorang wanita berpenampilan cantik berdiri tak jauh dari mereka dengan seorang laki laki berpakaian supir dibelakangnya.


Mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya,membuat Gery yang berbaring telentang diatas rumput lapangan sambil memejamkan mata langsung membuka matanya dan beranjak duduk,memastikan dirinya tak salah akan sesuatu.


"Lah mama,kok disini?!"seru Gery yang nampak terkejut dengan kehadiran wanita yang berstatus sebagai ibu kandungnya itu.


"Mama?!"yang lain langsung ikut berseru terkejut,karena tak percaya kalau wanita cantik yang terlihat masih muda itu adalah mamanya Gery.


Sungguhkah?batin mereka.Tentu saja yang memberikan reaksi begitu tidak termasuk teman teman sealmamaternya Gery,kalau mereka mah pasti udah tau.


"Dasar anak ini,kenapa reaksimu begitu hah?! Tak suka jika mama datang kesini?"ujar mamanya Gery sambil berkacak pinggang menatap putranya.


"Bukannya begitu ma,kaget aja"ujar Gery yang mendekat kepada mamanya sambil merentangkan tangannya.


"Mah apa kamu?"


"Peluk ma,kangen anak-mu ini tuh"ujar Gery yang hendak memeluk mamanya namun sang mama langsung menghindar.


"Gak ada peluk peluk.Kamu lagi keringetan,kalau bau asemnya nempel ke baju mahalnya mama gimana?ada uang buat ganti?"


"Dih si mama gitu amat sama anak sendiri"gerutu Gery.


(Yang lain hanya diam menonton drama pagi ibu dan anak itu,kalau ikut nimbrungpun gak mungkin juga)


"Gak usah menggerutu gitu.Sekarang dimana anak kesayangan mama?"


"Tuh"Gery dengan tidak iklas menunjuk kearah gadis yang sudah nyaris terlelap.


Kevin menepuk nepuk pipi nona mudanya pelan


"Keyra bangun,ada nyonya Galeo disini"bisik Kevin pelan ketelinga Keyra.


Reaksi yang diberikan gadis itu adalah seketika langsung tersadar


"Hah bunda mana?"tanya Keyra yang langsung berdiri dengan kondisi setengah sadar.


"Loh,Bunda"ujar Keyra terkejut setelah berhasil mengumpulkan kesadarannya 100%.


"Iya ini bunda sayang,sini peluk" nyonya Galeo langsung sedikit merentangkan tangannya meminta gadis didepannya itu untuk masuk kedalam pelukannya dan tentu Keyra dengan senang hati langsung memeluk nyonya Galeo,sedangkan Gery sudah memasang wajah cemberut melihat hal itu.


"Hua..Key kangen sama bunda"ucap Keyra manja kepada mamanya Gery.


Cup...cup...


"Bunda juga kangen sama anak kesayangannya Bunda"nyonya Galeo menghadiahi sebuah kecupan dimasing masing pipinya Keyra,lalu pelukan keduanya terlepas.


Kevin berdiri dari tempatnya lalu segera menyapa nyonya Galeo


"Selamat pagi nyonya"sapa Kevin sambil sedikit membungkukkan badannya sebentar.


"Pagi juga Kevin.Gesturmu sejak dulu tak berubah nak,padahal tante udah sering bilang gak usah pakai acara membungkuk segala kalau nyapa"ujar nyonga Galeo kepada Kevin.


"Saya yang ingin melakukannya nyonya,lagi pula ini bentuk kesopanan saya kepada orang orang yang usianya diatas saya"saut Kevin.


"Selamat pagi tante"kali ini teman teman sekelas Gery yang menyapa nyonya Galeo.


"Pagi juga anak anak,kehadiran tante disini enggak mengganggu aktivitas kaliankan?"tanya nyonya Galeo kepada anak anak muda itu,wanita itu sempat melirik salah satu diantara anak muda itu namun segera dialihkan.


*Ternyata benar sekelas ya*batin wanita itu.


"Enggak kok tan"saut anak anak remaja itu.


"Bagus kalau begitu.Ah iya tante tadi ada bawa banyak makanan buat kalian semua,kita makan bersama sama ya"ujar nyonya Galeo


"Iya tan,terima kasih"


Anak anak kelas utama beserta nyonya Galeo memilih pindah ke kantin sekolah,mereka akan makan makanan yang dibawa mamanya Gery disana.Berhubung hari minggu gini hampir semua stan kantin akan tutup tidak berjualan.


Btw hari minggu ini kenapa personil kelas utama lengkap semua padahal biasanya cukup banyak yang memilih pulang,alasannya karena besok ada ujian yang menanti. Jadi mereka lebih baik menghemat energi sebelum menghadapi ujian esok harinya.