TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 71



Tok...tok...tok...suara ketukan terdengar didepan kamar asrama Keyra-Tania,Tania yang sejak tadi asik dengan buku ditangannya langsung beranjak dari hadapan meja belajarnya karena saat ini hanya dirinya yang berada didalam kamar.


Hal ini karena Keyra seleas pulang sekokah tadi langsung berpamitan akan keluar dari lingkungan sekolah untuk bertemu sang kakek.


Ceklek...Tania membuka pintu dan dapat langsung menemukan beberapa gadis berdiri disana sambil membawa beberapa barang.


"Halo Tania"sapa para gadis itu menyapa Tania dengan ramah.


"Halo juga,ada apa kalian ramai ramai datang kekamar ini?kalian membawa apa?"tanya Tania kepada teman sekolahnya itu.


"Oh ini gue dan teman teman yang lain datang buat nganterin beberapa paket yang dikirim atas nama leader kita,Key-nya ada?"ujar salah satu diantara mereka memberitahukan tujuan serta bertanya apakah Keyra ada disana atau tidak.


"Key-nya kebetulan lagi keluar dan gak tau kapan baliknya"ujar Tania memberitahu kalau Keyra tak ada disana.


"Kalau begitu semua paket ini kita tinggal disini aja,nanti tolong lasih tau Key.Bisakan?"tanya gadis itu bicara lagi.


"Eh ah bisa kok,ayo bawa masuk"ujar Tania membukakan pintu kamar asramanya lebih lebar supaya para gadis itu bisa masuk.


Semua gadis yang menfantarkan paket itu masuk dan menaruh semua kotak paket itu disalah satu sudut kamar,setelah itu mereka berjalan keluar dari kamar kembali dan berpamitan pergi.


"Kalau gitu kita semua cabut dulu ya,titip salam buat leader kita"salah satu diantara mereka bicara mewakili yang lain.


"Its oke,kalau gitu yuk guys cabut"


semua gadis yang berjumlah lima orang itu akhirnya pergi dari sana.


Ceklek...Hah...Tania menutup pintu sekaligus mengunci pintu kamar kembali lalu menghela nafas.


Gadis itu selalu saja merasa deg-degan kalau udah berkomunikasi sama temen temen sealmamaternya Key,


bukannya apa apa tapi aura aura duit dari mereka itu kerasa banget baginya.Tania jadi mendadak insecure dan merasa jiwa miskinnya terintimidasi secara tak langsung, padahal mereka tadi ngomongnya santai aja keliatannya.


Tania menggelengkan kepalanya pelan lalu mengintakan dirinya sendiri supaya tak usah insecure dari dalam hatinya,gadis itu kemudian menatap tumpukan tiga paket dengan ukuran yang lumayan besar itu.Paket yang dibungkus rapi oleh bahan karton dari luar itu terlihat memiliki bobot berat yang lumayan,Tania jadi heran kenapa lima siswi sekolahnya tadi mau sekali repot repot mengantarkan paket orang dari lobi bawah kelantai atas ini.


Ia merapikan paket itu agar tersusun rapi setelah itu kembali fokus pada buku bacaannya,Tania sedang belajar keras karena tadi pagi melakui webside sekolah ada pengumuman yang mengatakan seminggu lagi mereka akan melakukan UTS.


Ngomong ngomong soal akan diadakannya UTS itu,Tania sedikit kaget akan pemberitahuannya.Karena awalnya gadis itu mengira kalau tidak akan ada UTS itu setelah mereka mengikuti program penggabungan sekolah ini,ternyata tetap saja ada UTS diadakan dipertengahan semester.Beruntung Tania tidak mengurangi porsi belajarnya sedikitpun sejak berada diasrama kalau tidak tamatlah sudah dirinya,beasiswa penuh miliknyanya dari pihak yayasan mungkin bisa saja sangat terancam.Saat ini saja gadis itu masih merasa sangat was was akan UTS ini,


karena keberadaan murid dari almamater lain juga mungkin dapat mempengaruhi peringkat pararel yang sudah dia capai selama ini.