
Hari kedua ujian_
Dihari kedua ini,jadwal ujian mereka adalah Fisika,Ekonomi,dan Sejarah,
sebuah combo jadwal mapel ujian yang sangat wow sekali.
Abel sejak tadi terus menatap soal ujian fisika dengan wajah frustasi,
lebih dari setengah waktu ujian mapel yang satu ini telah berjalan namun ia hanya bisa mengisi jawaban sebanyak 15 dari 45 total soal yang ada dan itupun tak yakin akan betul semua.Abel melirik sekitar,2/3 dari penghuni kelas ini juga nampak menampilkan wajah frustasi serupa dengannya.Sedangkan 1/3 sisanya meski tetap ada wajah tegang namun kebanyakan tangan mereka lancar sekali mencoret coret kertas buram,
tanpa disebutpun kalian bisa menebak dari almamater mana para orang orang serius ini berasal.
Saat Abel memperhatikan sekitar dengan lebih lanjut,ia mulai memperhatikan Rona yang terlihat tak terlalu sefrustasi yang lain.Abel juga melihat ada kertas lain diatas meja milik Rona,itu bukan kertas jawaban atau lembar soal.Kertas apa itu?dan kenapa bisa lolos dari pengawas.Abel terus melirik kearah meja tempat Rona,berharap gadis itu melihat kearahnya.Yap mereka berdua ditempatkan dalam ruangan ujian yang sama,bukan cuma mereka sih tapi masih ada Kevin juga.Setelah merafalkan segala doa didalam batinnya akhirnya Rona menoleh kearahnya.Keduanyapun mulai menunjukkan keahlian masing masing dalam menggunakan bahasa isyarat untuk saling berkomunikasi.
'Woi,bantuin gue'Abel menggunakan bahasa isyarat buatannya sendiri.
Gadis itu langsung tersenyum saat Rona nampak mengangguk kecil,gadis itu mulai membalas dengan bahasa isyarat abal abal pula namun ajaibnya Abel dapat cukup memahami maksud Rona.
trus'
*What!si Rona bisa bawa contekan keruangan ujian yang super ketat gini?*mata Abel langsung terbelalak.
Namun ia tak punya waktu untuk kaget sekarang karena sebentar lagi pergantian mapel ujian selanjutnya, ia segera mengangguk anggukkan kepalanya sepelan dan setipis mungkin supaya pengawas dan murid yang lain tidak curiga.
Rona dari tempatnya melihat anggukan dari Abel langsung melirik sekitar memastikan suasana aman terkendali untuk beraksi,setelah aman barulah dengan perlahan Rona mengangkat dan memiringkan posisi lembar soal ujiannya sehingga Abel dari jauh dapat melihat samar samar kertas itu.Setelah itu Abel menunjuk pilihan A kemudian mengangkat jari jempolnya,pilihan B ke jari telunjuk,pilihan C dengan jari manis,pilihan D lalu mengangkat jari kelingking.
Meski tak ada penjelasan apapun tapi Abel mengerti sepenuhnya dengan maksud Rona melakukan hal itu,ia kembali mengangguk tipis menandakan kalau dirinya paham.Ya begitulah akhirnya keduanya saling berbagi jawaban satu sama lain melalui isyrat dari jauh,akhirnya soal pilihan ganda yang berjumlah 45 telah diisi semuanya.Kini tinggal 5 soal essay,Abel melihat kearah Rona kembali.Ia bertanya apakah Rona bisa menyelesaikan soal Essay setidaknya satu atau setengahnya,namun Rona menyilangkan kedua jari telunjuknya seolah mengatakan dirinya tak paham apapun.Keduanya akhirnya sepakat untuk menyalin ulang soal essay saja,setidaknya halaman lembar ujian yang untuk Essay tidak keliatan kosong melompong gitu aja.
Bukan hanya pada ujian fisika saja Abel dan Rona bekerja sama namun diketiga mata pelajaran hari itu juga,Kevin yang seruangan dengan merekapun diam diam mengetahui transaksi jawaban yang kedua gadis itu lakukan.Namun Kevin tak terkejut ataupun berniat melapor ke pengawas ujian sama sekali,ia bisa menebaknya karena semalam Keyra berbagi cerita menarik tentang proyek rahasia yang dilakukan gadis itu dengan para sahabat sealmamaternya demi melenyapkan angka nol atau dibawah angka dua puluh dalam daftar nilai para sahabatnya itu.
*Beruntung nona muda hanya terlibat menyusun contekan singkat itu,bukan terlibat menggunakannya*batin Kevin.