TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 63



Para murid kelas utama kini telah duduk rapi ditempat duduk pilihan masing masing diaula musik,jejeran tempat duduk yang disusun agak bertingkat dan berbentuk setengah lingkaran itu terlihat menjorok kedepan panggung.Diatas panggung itulah berdiri seorang guru perempuan yang bernama bu Jasmin,yang berstatus sebagai guru seni musik mereka.Didekat bu jasmin berdiri terdapat papan tulis yang cukup besar dan disekitaran bu guru tersebut terlihat beberapa jenis alat musik,semua itu akan digunakan sebagai media pembelajaran mereka.


Pelajaran berlangsung dengan baik,meski tentu ada beberapa murid yang nampak tak terlalu berminat mendengarkan pembahasan tentang musik yang diterangkan oleh guru mereka didepan.


"Bosen banget gue dengerin bu guru,dari kemarin kemarin nerangin materi mulu kagak praktek tuh"bisik seorang anak cowok pada kawan disebelahnya.


"Tau tuh,lagian apa guna materi sih.Padahal tinggal praktek aja langsung"saut cowok lain sambil berbisik pula.


"Eh belajar kayak gini ada nilai kerapot gak sih?not,melodi,dan segala macam itu.Ilmunya juga gak bisa dibawa kedunia real life,kecuali kita jadi musisi dan sejenisnya?"


"Emang gitu,padahal kalau kita pakai jamnya buat pelajaran yang lebih berguna kayak matematika,bahasa,fisika dll.Pasti nilainya lebih berguna dibawa ke universitas"


Dua murid cewek juga terdengar berbisik bisik tetangga.


Lexa yang tak sengaja mendengar bisik bisik tetangga yang mengatakan materi pelajaran musik tak berguna dari teman teman sekelas yang kebetulan dusuk disekitarnya itupun langsung merasa agak sedikit kesal.


"Kalau kalian ngerasa bosen dan ini gak ada gunanya,tinggal cabut aja dari kelas"ujar gadis itu agak keras supaya bisa didengar oleh teman temannya yang berbisik tadi,namun suaranya tidak sampai didengar oleh guru didepan kok.


Seketika keempat orang yang tadi berbisik bisik itu langsung diam sekejap,tau kalau Lexa mendengar semua peekataan mereka dan tahu juga kalau teman mereka itu tak suka dengan perkataan mereka.


"Udahlah Xa,gak semua orang yang ngerti seberapa penting,berharga,dan bergunanya musik bagi orang orang tertentu"ujar Rona yang duduk disamping Lexa,Rona juga mendengar bisikan teman teman sekelasnya itu kok.


"Baiklah anak anak,kelas ini kita akhiri hari ini.


Sebelum kelas dibubarkan,ibu mau menyampaikan beberapa hal pada kalian"suara guru didepan langsung memusatkan perhatian murid menjadi satu.


"Ibu mau menyampaikan apa memangnya?" tanya Teo


"Mohon dengarkan ibuk baik baik,yang pertama adalah untuk jam pertemuan selanjutnya,kalian silahkan mulai menyiapkan alat musik masing masing jika ada karena kita akan mulai belajar praktek langsung. Kalian mengerti?"tanya bu guru.


"Ngerti buk!"saut para murid.


"Baik yang kedua adalah perlu kalian khususnya untuk para murid diluar IAS ketahui,disetiap tahun tahun sudah menjadi tradisi bagi IAS untuk mengadakan pertunjukan seni tahunan"lanjut bu guru.


"Pertunjukan seni tahunan,maksudnya gimana buk?"tanya Tania sambil mengangkat tangannya.


"Untuk itu,karena kebetulan dikelas kalian ada ketua kesiswaan IAS.Jadi Keyra,bisa berdiri dan bantu ibu jelaskan untuk teman teman kamu?"ujar bu Guru memanggil nama Keyra.


Keyra yang mendengar namanya disebut oleh gurunya langsung mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya lalu mulai menjelaskan apa yang disuruh oleh sang guru.


"Pertunjukan Seni Tahunan IAS,acara yang selalu diadakan rutin setiap satu bulan sebelum ujian kelulusan kelas tiga diadakan.


Acara yang hampir seluruh kegiatannya murni disusun atas dasar kerja sama semua murid dan dibantu tim pokok penyelenggara,


Oleh sebab itu mau tidak mau setiap murid harus ikut andil dalam kegiatan.Baik terlibat tampil didalam rangkaian acara,bisa juga belakang panggung,atau terlibat sebagai penonton yang memeriahkan acara.


Dalam Petunjukan Seni Tahunan ini,pengisi acara ditunjuk dari perwakilan setiap kelas. Baik untuk mewakili kelas itu sendiri,atau tergabung mewakili jurusan bidang masing masing.Dan ya acara ini termasuk dalam rangkaian acara kelulusan kelas tiga,oleh sebab itu semua penampil dalam pertunjukan sudah jelas dari kelas tiga semua"jelas Keyra panjang lebar.


"Ah dan ya satu lagi,ada aturan yang tak tertulis didalam penyusunan kegiatan ini"tambah Keyra.


"Aturan yang tak tertulis?apa itu?"tanya Tania.


"Setiap murid yang terpilih,siapapun itu asal terlihat bisa mengisi acara yang diberikan padanya.Tidak boleh ada kata penolakan sedikitpun,mau atau tidaknya orang itu tampil tetap saja ia harus tampil"jelas Keyra.


"Itu udah aturan mainnya sejak dulu,karena kalau gak gitu pasti banyak yang ngeles nanti pas ditunjuk.Lagi pula yang terpilih itu sudah jelas dipastikan oleh pihak pelaksana, memiliki kemampuan yang sesuai"bukan Keyra yang bicara namun Teo.


"Berarti tahun ini,acara itu peserta yang terpilih bukan cuma anak anak IAS dong?"tanya Maya.


"Jelas bukan anak IAS ajalah,kalian anak ISS sam ISAS juga wajib ikut.Nanti para adik kelas kita bakal diundang kesini buat jadi penonton dan sebagai peramai serta pemeriah acara"jawab Keyra.


"Nah begitu anak anak,teman kalian sudah menjelaskannya.Kalau bgitu kalian boleh istirahat,saya undur diri"pamit Bu guru menutup kelas dan pergi meninggalkan aula musik terlebih dahulu.


"Kok lo tahu sih Key?emang udah pasti ank ISS sama ISAS ikut"tanya Dion pada Keyra sepeninggal guru.


"Palingan dari orang dalam"saut Gery dari pojok belakang.


"Orang dalam gue itu ortu lo ya!"seru Keyra ke Gery.


"Udah ada pembahasannya kok Dion,nanti siang juga bakal ada rapat petinggi sekolah buat masalah ini"ujar Keyra kepada Dion.


"Hah ada rapat petinggi nanti,berarti jam pelajaran akhir kita belajar atau jamkos?"tanya Putra.


"Kemungkinan sih jamkos atau bisa jadi kita boleh balik asrama"ujar Gery.


"Gue yang ditanya sama Putra Ger,bukan lo"ujar Keyra.


"Sama aja elah,kan jawabannya juga pasti hampir sama"ujar Gery.


"Lo tau dari mana Ger?"tanya Putra.


"Palingan dari orang dalam"ujar Keyra mengulangi kalimat yang sama dari Gery tadi.


"Tuh Key bener,orang dalamnya ortu gue aka calon mertua-nya Key.Ya gak beb?"ujar Gery sambil mengedipkan sebelahnya matanya pada Keyra,membuat cewek itu merinding seketika.


"Dih najis!mending gue jomblo seumur hidup"


Ujar Keyra berlagak ingin muntah,kemudian menarik tangan Kevin pergi dari sana.


"Awalnya aja lo bilang najis!nanti juga bahagia!"seru Gery pada Keyra yang sudah sampai dipintu keluar.


"Bahagia bapak lo!"saut Keyra sebelum menghilang keluar dari aula musik.


"Ribut aja lo sama bu bos kami,gue liat liat"ujar Teo kepada Gery.


"Bu bos kalian itu lucu tau kalau diajak ribut"ujar Gery pada Teo,kemudian Gery menoleh dan menatap Karen.


"Eh ya ampun,lupa gue kalau gue sekelas sama lo juga Ren"Gery berjalan mendekati Karena,membuat Karen berkata


"mau apa lo?"tanya Karen dengan nada sedikit tak bersahabat.


Gery memegang sebelah pundak Karen,namun tangannya segera dihempaskan oleh Karen dengan kasar.Hal ini menimbulkan sedikit rasa heran bagi teman temannya melihat sikap Karen yang begitu,sedangkan Gery hanya terkekeh saja.


"Hahaha....Udah gak usah natap gue kayak gitu bro"ujar Gery.


"Tenang aja,tuan putri kecil bakal tetep jadi milik lo kok.Gue gak bakal ngerebut Rara dari lo,jadi gak usah panas gitu.Tapi itu untuk sekarang sih,gak tau kedepannya?mungkin jadi punya gue"lanjut Gery, kemudian melangkah pergi dari sana,meninggalkan para teman temannya yang keheranan dan tentunya Karen yang mengepalkan tangan dengan kuat seperti menahan emosi.