TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 49



Pagi buta dihari selasa,terlihat Tania sudah bangun dari tidurnya.Gadis itu terlihat baru saja keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolah cukup lengkap,hanya sepatu dan dasi sekolah saja yang belum terpasang.Jam sebenarnya masih menunjukkan pukul setengah enam pagi,bisa dibilang terlalu cepat bersiap siap sekolah disaat jam masuk sekolah saja yaitu pukul delapan pagi.Namun hal itu bukan hal yang baru bagi Tania,ia sering melakukan hal ini sejak dahuli dan bisa dibilang sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil untuk bangun dan bersiap lebih awal.Sembari menunggu waktu untuk berangkat kesekolah,gadis itu duduk dimenghadap meja belajarnya untuk membaca buku pelajaran.


Berbanding terbalik dengan Tania yang pagi pagi buta sudah tampak segar dan sudah rapi,Keyra sendiri masih terlihat terlelap diatas tempat tidur bawah dengan berbalutkan selimut tebal.


Tania menggelengkan kepala melihat teman sekamarnya itu,bagaimana tidak?padahal sejak tadi sudah banyak suara yang ia timbulkan dari pergerakannya.Mulai dari saat ia menuruni tangga penghubung dari tempat tidur tingkat atas,suara dari kamar mandi,bahkan ia tadi sempat tak sengaja menyenggol susunan bukunya hingga jatuh dan menimbulkan suara yang cukup keras namun Keyra tampak tak terusik sedikitpun, malahan nampaknya tidur gadis itu semakin nyenyak saja.


Tania tadi sebenarnya sempat berniat ingin membangunkan Keyra,namun ia mengurungkan niatnya itu melihat ini masih terbilang cukup pagi.Lagi pula biar nanti bel asrama berbunyi dulu,kalau gadis itu belum bangun baru ia akan turun tangan membangunkan Keyra.


Drtt...drtt...drt...suara hp seseorang berbunyi,


Tania yang tadi sudah cukup lama kembali fokus pada bacaannya langsung kembali mengalihkan pandangan dari sana dan melihat kearah sumber suara.


Disisi lain,sang pemilik hp yang baru saja berbunyi dan masih berbunyi sampai sekarang itu terlihat meraba raba sekitaran tempat tidurnya.


"Halo"suara serak khas bangun terdengar,


Keyra sang pemilik hp masih setia menutup matanya saat mengangkat panggilan masuk itu.


"Halo,ini siapa sih?ganggu orang tidur aja"dumel gadis itu.


Tania lagi lagi hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah ajaib teman sekamarnya,ia kembali fokus pada bacaannya sambil tak sengaja mendengarkan apa pembicaraan teman sekamarnya itu.


Back to Keyra___


"....."


"Eh lo kak,sorry.Gue kirain siapa?"


"....."


"bukan baru bangun tapi lo nelpon pas gue lagi mimpi indah"


"....."


"Cks ribet amat sih lo masalah itu doang,gue harus ikut campur gitu?"


"....."


"Ah elah masih aja dibahas cerita lama"


"....."


"Iya nanti gue sampein pesen lo"


"....."


"Iya tenang aja,sebagai mantan calon tunangan itu orang.Gue bakal awasin pergerakan dia buat lo kok,tenang aja"


"....."


"Hahaha,gimana mau clbk Woi! Cinta aja gak pernah"


"....."


"Cks,tau dari mana lo gue jadi satu sekolah sama dia?"


"....."


"Lagian meskipun gue sekarang sama cowok bajingan itu,gue gak bakal biarin dia deket deket sama gue lagi"


"....."


"Gue emang sebenci itu sama dia bukan cuma dia doang tapi orang itu juga,gue udah anggap mereka berdua mati!"


Fiks!Tania sudah tak bisa fokus kebacaannya lagi mendengar pembicaraan Keyra dengan seseorang ditelepon itu,meski ia tak berniat menguping tapi tetep aja kedengaran soalnya Keyra bicaranya cukup keras.Yang bikin fokus Tania jadi ambyar itu karena topik pembajasan Keyra yang terdengar makin lama makin sensitif,terbukti bagaimana nada bicara gadis itu yang terdengar menggebu gebu dan terdengar sarat akan emosi.


"Kakak tenang aja kok,selama orang itu gak mancing emosi gue.Gua bakal berusaha bersikap normal kok"


"...."


"Iya iya,seu for next moon"


Huf...Keyra menghela nafasnya setelah mengakhiri pembicaraannya dengan seseorang yang menelponnya tadi,ia melempar hp miliknya kesebelahnya namun masih diatas kasur kok.Ya meskipun ia bisa dengan mudah membeli benda persegi panjang itu dengan tokonya sekalian,namun tetap saja ia tak boleh seboros itu.Lagian itu hp juga masih bisa dibilang baru,orang baru ia beli sebulan lalu karena hpny yang sebelumnya ia tak sengaja banting kelantai akibat kesal kalah main game.


Keyra menoleh kedepan dan ia langsung kaget melihat keberadaan Tania yang sedang melihat kearahnya,ia baru sadar kalau ini dikamar asramanya bukan kamar pribadinya


*Sial!tadi kak Tania denger semua omongan gue dong*batin gadis itu.


Tania yang melihat Keyra yang tampak kaget baru menyadari keberadaannya itupun langsung tersenyum


"Udah bangun dek?"tanya Tania bersikap sebiasa mungkin supaya Keyra tidak tidak merasa canggung saat tahu ia mendengar semua percakapan gadis itu tadi,dan sepertinya berhasil.


"Eh iya kak"saut Keyra ikut tersenyum


"Kakak sendiri keliatannya udah pakai seragam lengkap aja,pasti udah lama bangun ya?"tanya gadis itu.


"Lumayan sih dek"jawab Tania.


Keyra menganggukkan kepalanya singkat mendengar jawaban teman sekamarnya itu, kemudian gadis itu mulai merebahkan diri lagi keatas kasur.


"Jangan tidur lagi dek,sana mandi habis itu siap siap pergi kesekolah"ujar Tania melihat pergerakan gadis yang hendak kembali tidur itu.


Keyra yang baru saja memejamkan matanya kembali beberapa detik itu akhirnya dengan sedikit terpaksa bangkit dan duduk lagi, dengan muka malas ia turun dari tempat tidurnya kemudian mengambil handuk dan seragam baru didalam lemarinya lalu masuki kamar mandi.


~skip~


Keyra dan Tania berjalan beriringan menuju kearah kantin sekolah untuk sarapan,kedua gadis itu memutuskan untuk berangkat kesekolah dan sarapan bareng dikantin.


Disepanjang jalan menuju kantin,keduanya kerap kali mendapat sapaan dari murid lain terutama Keyra.


"Pagi bu ledear"


"Eh pagi bu bos"


"Selamat pagi,cewek cewek cakep"


"Aduh dua bidadari jalan beriringan pagi pagi"


"Pagi bu ketua"


"Selamat pagi"


masih banyak lagi jenis sapaan murid murid itu,dan kali ini Keyra hanya membalas semua yang menyapanya dengan sebuh senyuman hangat saja.gadis itu memang sengaja, karena banyak bicara dapat ngomong dia semakin laper.