
Hari ini selepas ujian,semua anak anak kelas utama berkumpul didalam ruang musik.Btw mereka sebelumnya sudah balik ke asrama dulu buat ganti seragam ke baju biasa,baru deh mereka balik ke sekolahlagi.Kegiatan mereka diruangan itu ada yang belajar,mengobrol,dan ada juga tiduran.Untuk kelompok yang belajar tentu saja mereka adalah anak anak ISAS,sedangkan anak anak almamater ISS dan IAS lebih memilih untuk mengobrol meski beberapa diantara terlihat memegang buku ditangan.
Mereka semua berpencar menjadi dua kelompok besar dan beberapa kelompok kecil.
"Huh gak kerasa ujian tulis mapel umum tinggal dua hari lagi ya"putra membuka pembicaraan.
"Syukurlah tinggal dua hari lagi, udah panas banget ini otak gue dipaksa kerja mulu"ujar Lexa.
"Selama dua tahun otak gue gak pernah dipaksa kerja keras kayak gini,eh malah tiba tiba harus dipacu"Bayu membenarkan perkataan Lexa.
"Untung otak kita gak eror ya"ujar Dion turut menimpali.
"Yang hidupnya damai dari awal ujian sampai hari ini dikelas kita kayaknya ya cuma itu bocah aja"Teo menunjuk dengan dagunya kearah Keyra yang tengah asik tiduran dilantai marmer yang beralaskan hoodie yang dibentangkan,sedangkan kepalanya berada dipangkuan Kevin yang tengah fokus membaca buku dengan satu tangan terus mengusap kepala gadis yang ada dipangkuannya itu.
"Bisa bisanya si Key tiduran kayak gitu dilantai,mana itu si Kevin kayaknya gak ke ganggu juga mangku kepalanya Key"komen Putra melihat kedua orang itu.Posisi Keyra dan Kevin memang agak terpisah dari mereka.
"Si Kevin mah,disuruh lompat dari menara eifel atau ngegendong Keyra seharian mah pasti siap siap aja.
Asal nona mudanya yang nyuruh"ujar Gery yang sedang dalam posisi yang hampir sama dengan Keyra,yaitu tiduran dilantai marmer ruang musik.Bedanya tidak ada yang memangku kepalanya,namun cowok itu segera mengubah posisinya menjadi duduk.
"Em jujur gue sampai sekarang masih heran kenapa Keyra dan Kevin bisa sedeket itu,padahal sebelumnya beda sekolah trus udah gitu juga sifatnya mereka juga rada bertolak belakang" ujar Arga kepada yang lain.
"Nah itu sebagai salah satu kawannya Keyra,gue juga bingung.Soalnya nih ya si Keyra meski frendly ableĀ ke semua orang mau itu cowok sekalipun,tapi dia gak pernah tuh semanja yang dia lakuin ke Kevin" tambah Haikal.
"Gue sama Lexa sih gak begitu heran,kita berdua juga udah cukup tau soal kak Kevin karena kita dulu sebelum pindah ke asrama mayan sering main ke kediaman keluarganya Key.Si Kevin-kan hampir sepanjang hari selalu disana,tempat tinggal dia juga masih ada didalam pagar yang sama dengan kediaman keluarganya Key"ujar Rona yang diangguki Lexa.
kali ini pemuda itu sedikit menelankan volume suaranya supaya hanya mereka yang duduk berkelompok dengannya saja yang bisa mendengar pembicaraan yang satu ini.
"Saran aja,yang itu mending gak usah kalian bahas deh"Gery memberi saran kepada teman temannya itu,namun seertinya tak begitu dihiraukan oleh yang lain karena mereka juga sama penasarannya dengan Haikal.
"Tapi kita penasaran Ger,lo kalau gak mau jelasin ke kita mending kali ini nyimak aja.Biarkan kami berspekulasi dahulu"ujar Putra,yang mendapat jawaban sebuah anggukan dari Gery.
"Terserah lo pada lah,tapi pelanin suara kalian.Jangan sampek yang jadi topik denger"ujar Gery kepada yang lain.
*Udahlah,toh lama lama gue yakin bakal terbongkar juga*batin Gery,pemuda itu melihat kearah Keyra dan Karen sebentar secara bergantian kemudian menyimak pembicaraan teman temannya.
"Anak anak IAS gimana,Key gak ada cerita ke kalian soal dia dan Karen?"tanya Arga,pertanyaan itu langsung mendapat jawaban gelengan dari anak anak IAS disana-Keyra.
"Kita semua gak ada yang tau,bahkan kenal Karen atau denger namanya aja baru pas program sekolah dimulai" jawab Teo mewakili yang lain.
"Kalau menurut pengamatan gue pribadi nih ya sejak awal,kayaknya mereka berdua punya hubungan yang deket tapi menjauh gara gara ada masalah besar diantara mereka"ujar Putra.
"Kenapa lo bisa sampai berfikiran kayak gitu?"tanya Haikal.
"Pertama;Gery-kan pernah bilang kalau dia sama Keyra itu sahabat kecil,begitu juga dia dengan Karen.Nah dapat disimpulkan kalau mereka bertiga itu dulu sahabat-an.
Itu yang pertama,yang kedua itu bisa kalian perhatiin cara natap satu sama lain itu kek gimana...,"Putra menjeda jawabannya untuk mengambil nafas kemudian melanjutkan"Kalau lo pada perhatiin baik baik,Karen itu selalu aja diem diem natap Keyra dan tatapannya itu loh dalam banget trus bermakna banget.Kayak tatapan kangen dan rasa bersalah ke seseorang.Tapi cara natap Keyra ke Karen malah sebaliknya,Key natap Karen kayak penuh kebencian dan dendam gitu loh"jelas Putra.
Yang lain setelah mendengar penjelasan Putra langsung saling pandang satu sama lain,mencerna dengan baik penjelasan teman mereka itu.Diam diam beberapa diantara mereka ada yang membenarkan hal itu didalam hati mereka.