
Adegan singkat itu tentu menimbulkan rasa heran dan tanda tanya dari anak anak lain dengan apa yang baru saja terjadi,kemana Keyra dan Karen pergi.Terutama bagi Tania dan Gery.
Gery bergegas mendekat ketempat Kevin berdiri dan langsung bertanya kepada cowok itu
"Vin gue gak salah liatkan barusan?Itu Key ngajak Karen kemana?Ada sesuatu yang terjadi?"Gery langsung menyerbu Kevin dengan banyak pertanyaan.
Kevin yang mendapat serubuan pertanyaan dari Gery itu gak bersuara,ia hanya melepas salah satu AirPods yang terpasang ditelinganya dan menyerahkannya kepada Gery.
Meski sempat tak paham namun Gery mengerti kalau Kevin memintanya memasang benda itu ditelinganya untuk mendengarkan sesuatu,setelah Airpods itu terpasang barulah Kevin nampak mengutak atik ponselnya sebentar terlihat memutar sebuah rekaman suara yang tentunya hanya bisa didengar oleh dirinya dan Gery saja.
Teman teman mereka yang lain hanya menatap keduanya penasaran terlebih saat melihat Gery yang mangut mangut setelah mendengar sesuatu dari Airpods yang dipinjamkan oleh Kevin,
beberapa saat kemudian Gery melepaskan Airpods itu ditelinganya dan mengembalikannya kepada Gery.
"Gue paham sekarang,hais bocah itu mancing mancing masalah aja"ujar Gery terlihat kesal dari nada bicara dan taut wajahnya,hal yang membuat teman temannya yang lain semakin penasaran.
"Apa yang lo dengerin tadi Ger?"tanya Putra penasaran.
"Cuma rekaman suara gak penting"saut Gery seadanya,ia lebih memilih kembali berbicara kepada Kevin lagi.
"Kapan itu rekaman percakapan,lo ambil?"tanya Gery
"Tadi malam"Kevin
"Sekarang itu mereka berdua kemana Vin?"tanya Gery,namun Kevin menaikkan kedua bahunya singkat tanda tak tahu.
"Saya gak tahu,Keyra tak membaritahu"jawab Kevin datar.
"Lo berdua ngomongin apasih dari tadi?kita semua gak ngerti woi.
Jelasin dikit ngapa"pinta Teo yang sudah tahan mendengar Gery dan Kevin terus membicarakan hal yang tidak dirinya dan yang lain ketahui.
"Tau tuh,gue sama yang lain kayak orang bego jadinya"ujar Bayu,yang mendapat anggukan dari yang lain.
Gery menatap satu persatu wajah wajah penasaran teman temannya itu,
mereka pasti sangat penasaran sekarang dan Gery tahu itu
Tanya sama mereka siapa tau aja ada salah satu dari mereka yang mau ngomong"ujar Gery
"Emang bakal dijawab kalau ditanya?"tanya Raya.
"Gak tau sih,kemungkinannya 0,1% doang"jawab Gery.
"Itu mah sama aja bohong kalau gitu"cibir Lexa.
"Ya mau gimana lagi"ujar Gery mengangkat kedua bahunya.
Tania sejak tadi menyimak pembicaraan itu sambil melirik kearah pintu keluar dimana beberapa saat lalu Keyra serta Karen menghilang dibalik pintu itu,rasa penasaran Tania juga sama besarnya dengan teman temannya yang lain atau mungkin lebih besar.Terlebih gadis itu merekam jelas dimemorynya akan sorot tatapan yang ditujukan oleh Keyra kearah Karen yang duduk tadi,
tatapan itu...
*Penuh kebencian*batin Tania
Rooftoof___
Kita tinggalkan para anak anak yang berada dikelas utama itu sekarang,
kini kita beralih ke rooftoof sekolah dimana kedua anak manusia yang menjadi objek percakapan teman teman mereka tengah berdiri saling menatap dengan jarak kurang lebih satu setengah meter.Satu tatapan penuh akan harapan sedangkan yang satunya adalah tatapan penuh amarah dan kebencian.
"Apa maksudmu?"dua kata yang akhirnya keluar dari mulut gadis itu,dua kata yang terkesan dingin.
Dia adalah Keyra.
"Maksudku?tentu saja aku ingin bertemu denganmu lagi Ra,Kevin sudah memberitahumu bukan?aku senang kamu bersedia bertemu dan bicara hanya berdua denganmu lagi Ra"jawaban yang terdengar penuh kegembiraan dari sosok Karen.
"Lo seneng kata lo?"
Keyra terkekeh pelan lalu langsung menatap sinis sosok tak tau diri didepannya itu.
"Tapi gue benci hal itu!!"