
Putra langsung mengetikkan nama gitar itu untuk mencari tahu harganya dan teman teman kelas yang masih ada disanapun beberapa ikut mencari tahu harga gitar itu.
Mata Putra terbelalak melihat harga gitar itu disalah satu situs toko online,ekspresinya sedikit syok.Arga yang penasaran kenapa raut wajah rekannya itu menjadi seperti itu langsung mengambil alih hp Putra untuk melihat apa yang tertera disana dan reaksinya sebelas dua belas dengan Putra.
"Kenapa lo berdua bengong?harga gitarnya murahkan?"tanya Dion kepada Arga dan Putra,namun kedua orang itu masih terpaku menatap harga gitar yang tertera dilayar hp Putra.
"Pasti murah tuh harga gitar,makanya mereka sampai bengong gitu"ujar Teo.
"Sianjir!pantesan mereka bengong,harga gitar tadi aja hampir lima puluh juta dong"ujar Raya berhasil menemukan harga gitar Keyra itu di Internet,Tania dan Rani ikut melihat juga.
"Bisa beli motor satu atau dp mobil baru tuh"ujar Rani.
"Keyra"panggil Putra dan Arga serentak.
"Apa?!"saut Keyra sedikit ngegas.
"Kita berdua nyicil ya"ujar Putra memohon.
"Enak aja nyicil nyicil"Ujar Keyra langsung menolak,aura gadis itu yang biasanya sangat hangat sedikit menyuram.
"Ayo dong Key,kita lagi boker gak punya duit"bujuk Arga.
"Lo berdua itu anak orang kaya,pasti punya duit"ujar Keyra.
"Udahlah Key biarin duo temen gue itu nyicil tu gitar,duit lo banyak tinggal beli yang baru aja"ujar Garry ikut membujuk Keyra supaya memberi keringanan kepada kedua temannya itu.
"Enak banget lo ngomong,uang saku sebulan gue melayang gara gara buat beli itu gitar"ujar Keyra masih memasang raut kesal.
"Gak usah bohong lo,uang saku lo itu dua kali lipat dari itu"ujar Garry.
"Hah udahlah,sebelum ujian semesteran pertama harus lunas"ujar Keyra akhirnya mrmberikan kedua teman sekelasnya itu keringanan
"Minggir!"
Keyra pergi meninggalkan kelas duluan,gadis itu terlihat masih menahan emosi.Terlihat dari kepalan tangannya yang masih kuat sejak tadi,gadis itu bahkan menabrak begitu saja teman sekelasnya yang berdiri menghalangi jalannya.
Semua yang tersisa diruangan itu menatap punggung gadis itu sampai tak terlihat lagi, Garry menoleh kearah Kevin
"Vin sana tenangin Rara,jangan sampai emosi dia meledak"pinta Garry kepada Kevin.
"Baik"jawab Kevin singkat kemudian langsung pergi menusul Keyra.
"Sekarang lo berdua"ujar Garry menatap tajam dua teman sealmamaternya.
"Jangan ada pembelaan diri sendiri"lanjutnya setelah melihat Putra dan Arga hendak membuka mulut untuk melayangkan argument pembelaan.
"Pertama Putra,lo itu gak punya basik apapun soal musik alias lo masih buat nada.Lain kali jangan sok sokan bisa kalau dasarnya lo emang gak bisa.Buat Arga,gue sama teman teman yang lain ucapin makasih karena lo udah nyelamatin kuping kita,tapi cara lo itu tadi sedikit salah"ujar Garry medadak jadi mode serius saat menasehati Putra dan Garry.
"Udah Gar,lagian itu sepenuhnya bukan kesalahan mereka"ujar Abel menepuk bahu Garry.
"Gue tahu,tapi gue cuma gak mau mereka terlalu gegabah dalam bertindak.Dan mau bagaimanapun gue sendiri punya tanggung jawab buat mastiin mereka gak kena masalah"ujar Garry.
"Sorry bro"ujar Putra dan Arga meminta maaf dengan sungguh sungguh.
"Udah udah gak usah dilanjutin lagi,nanti malah makin bertambah.Lebih baik sekarang kita balik keasrama masing masing"ujar Teo berbicara sebagai ketua kelas.
"Buat Putra sama Arga,lo berdua tenang aja.
Key pasti gak bakal bisa marah lama lama. Jadi kalian gak usah khawatir,nanti pas makan malam juga dia bakal udah ceria lagi" lanjut Teo.