
"Jelaslah pak,bapak juga pasti seneng kalau libur kerjakan"seru Arga kepada wali kelasnya itu.
"Jelaslah"saut pak Anton yang membuat murid muridnya berseru.
"cukup mari kita lanjutkan,Karena sesi perkenalan dan pemberitahuan jadwal umum kalian sudah selesai.Sekarang bapak akan mengatur ulang tempat duduk kalian"ujar pak Anton membuat murid muridnya langsung melayangkan protes.
"Yah jangan dong pak"
"Gak udah diubah pak,gini aja"
"Masa gitu sih pak?"
"Pak ini tempat favorit saya"
"Jangan pak,kursi ini udah hak milik saya"
"Jangan pisahkan saya dengan rumah ternyamanku"
Ujar siswa siswi penghuni kelas utama.
"Oke oke bapak tidak jadi ubah posisi duduk kalian"ucap pak Anton akhirnya membatalkan niatnya tentang pengubahan posisi tempat duduk,kasian dia liat muka murid muridnya yang pasang muka melas kek anak kucing semua.
"HORE!"seru murid kelas utama mendengar hal itu.
"MAKASIH PAK!"ucap mereka bersamaa.
"Kalian ini hoby teriak teriak rupanya ya"ujar pak Anton kepada murid muridnya.
"Kita skip tentang perubahan posisi duduk, sekarang kita akan membentuk perangkat kelas yang akan bertugas mengurus kelas kalian ini"lanjut Pak Anton,kali ini walikelas kelas utama itu ingin memilih perangkat kelas.
"Kita akan memilih beberapa bagian berikut"ujar pak Anton,mengambil spidol diatas meja guru dan mulai menulis daftar perangkat kelas dipapan tulis.
Ketua Kelas :
W.Ketua Kelas :
Sekretaris :
Bendahara :
Bagian kebersihan kelas :
Bagian Keamanan kelas :
"Ini aja cukup kali ya buat struktur kelas kita,bapak pikir gak usah banyak banyak ntar tambah ribet.Gimana menurut kalian?"tanya pak Anton meminta pendapat para muridnya.
"Iya pak"jawab para muridnya membuat pak Anton menganngukkan kepalanya.
"Oke yang pertama,siapa yang bersedia mengajukan diri menjadi ketua kelas?"tanya pak Anton menatap seluruh muridnya.
Murid kelas utama hanya diam saling memandang satu sama lain tanpa ada tanda tanda untuk mengajukan diri menjadi ketua kelas.
"Ayo tujuk tangan,masa gak ada yang mau"pinta pak Anton kepada muridnya,namun lagi lagi tidak ada yang mengajukan diri.
"Loh,kok gak ada?Dikelas kalian ini ada tiga orang yang menjabat menjadi ketua murid loh "tanya pak Anton lagi,namun tak ada tanggapan.
"Keyra"panggil pak Anton
"Ya pak"saut Keyra.
"Kamu yang jadi ketua mau?"tawar pak Anton.
"Maaf pak kalau masalah ginian jangan saya lah pak"secara halus menolak tawaran menjadi ketua kelas.
"Kenapa?"tanya pak Anton,walkel itu bertanya kepada siswinya itu kenapa menolak.
"Beban saya udah berat pak,ngurus anak IAS digedung ini sama digedung lama.Jadi dimohon bapak jangan nambah beban saya,buat ngurusin anak manusia lagi"jawab Keyra memberikan alasannya tak mau menjadi ketua kelas.
"Hm oke alasan kamu diterima"ucap pak Anton.
Keyra langsung menghela nafasnya lega,beban dipundaknya gak jadi nambah. Lagian kalau dia jadi ketua kelas,niat bolos dan bikin dikit masalah sama duo sahabatnya bakal gagal.
"Karen?"tanya pak Anton kali ini beralih ke Karen si ketua ISAS.
"Maaf pak tapi saya gak bisa,kalau bapak tanya alasannya karena saya masih harus bantu papa saya"Ujar Karen yang juga menolak dijadikan ketua kelas.
"Baiklah harapan terakhir"ujar pak Anton melihat kearah salah satu muridnya yang satu itu.
"Bapak bahkan belum sebut nama kamu loh,udah nolak duluan"ujar Pak Anton.
"Udah ketebak duluan pak"ujar Gerry acuh.
"Kalau gak ada yang mau,kalau gitu bapak sendiri yang tunjuk dan siapa yang bapak tunjuk gak boleh ada yang namanya alasan menolak"ujar Pak Anton.
"Teo,kamu yang ketua"ujar pak Anton
"Inget gak ada penolakan"ujar pak Anton langsung saat melihat siswanya itu ingin membuka mulut hendak bicara.
*Waktu buat nyari jodoh gue bakal berkurang nih kayaknya buat ngurusin anak monyet*rintih Teo pilu dalam hatinya,meratapi dirinya yang sedang sial ini.
"Wakil ketuanya,Putra!"
*Percayalah kawan,ini hanyalah jawabatan kosong.Jadi santai ajalah*Putra.
"Sekretaris Tania!"
*hah?*Tania.
"Bendahara Abel!pungut uang kas 2000/hari aja"
*Bakal emosi tiap hari nih kayaknya*Abel.
"Seksi kebersihan,Haikal-Raya!"
*Oh no!!!*Haikal-Raya.
"Seksi keamanan,Kevin-Arga!"
*Berat/wah paling berat nih,ngamanin anak monyet soalnya*Kevin-Arga.
ujar pak Anton tuntas memilih semua perangkat kelas,sedangkan yang dipilih hanya bisa pasrah menerima nasib karena mau protespun gak bakal di ACC sama walikelas mereka itu.
"Dimohon yang terpilih bisa melaksanakan tugasnya sebaik baik mungkin sampai kalian lulus nanti"ujar pak Anton.
"Baik pak"jawab yang terpilih dengan lesu terlihat tak bersemangat.
"Wah semangat banget jawabnya,karena kalian semangat sekarang bapak kasih kalian istirahat lebih awal.Sampai jumpa dipertemuan selanjutnya"ucap pak Anton langsung pergi meninggalkan kelas,tak peduli beberapa muridnya memndangnya dengan wajah masam serta ada yang sampai mngumpat dalam hati karena kesal kepada wali kelas mereka itu.
Yah kelihatannya anak kelas utama kayaknya bakal sering menghadapi tingkah laku yang berujung membuat kesal dari wali kelas mereka itu.
"Hua...gue gak mau jadi ketua kelas Key"rengek Teo kepada Keyra.Selepas pak Anton keluar dari kelas,cowok itu langsung menghampiri gadis ketua IAS itu dan langsung berlutut.
"Terima aja kali yo,siapa tau jodoh lo cepet dateng pas lo iklas jalanin tugas jadi ketua kelas"ujar Keyra meyakinkan temannya itu,
Teo langsung terlihat menjadi cerah.
"Serius gitu cil?"tanya Teo langsung kembali berdiri dan tak berlutut lagi.
"Cal cil cal cil,gue bukan bocil.Ia bener kayak gitu"saut Keyra kepada Teo.
"Oke fiks,gue bakal jadi ketua kelas yang kece abis"ujar Teo.
"KAL,DION,KANTIN YUK"teriak Teo dengan sangat mengajak dua temannya yang lain untuk pergi ke kantin,meninggalkan meja Keyra.
"Aneh emang temen gue yang satu ini"gumam Keyra lagi lagi melihat tingkah aneh Teo,kemudian ia beralih ke Kevin.
"Kak selamat ya jadi seksi Keamanan"ucap Keyra kepada Kevin yang duduk disebelahnya.
"Makasih Keyra"saut Kevin.
"KEY,KANTIN GAK?"Tanya Rona sambil berteriak.
"Iya dong!"saut Keyra.
"Ayok lah cepet!"ajak Rona.
"Iya sabar ngapa!"
"Yuk kantin kak"ajak Keyra langsung menarik lengan Kevin untuk ikut kekantin bareng dengan dirinya dan juga dua sahabatnya.
Kevin sendiri seperti biasa hanya bisa pasrah saja mengikuti nona mudanya itu.
Sekarang semua murid penghuni kelas utama sudah pergi meninggalkan kelas mereka sehingga menjadi kosong,semua penghuninya hampir semua langsung menuju kearah kantin sekolah untuk mengisi waktu istirahat yang dikasih lebih awal oleh walikelas mereka.