
"Eh tuan Arga apa kabar?kenapa nyariin saya"tanya Keyra tersenyum pura pura tidak tahu apa apa,yap orang yang mencarinya itu adalah Arga.
"Gak usah sok gak tau tujuan gue buat cari lo ya"ujar Arga menatap tajam pada gadis didepannya sekarang.
"Gue bener gak tau dan gak paham maksud lo"ucap Keyra yang masih berusaha mengelak.
"Alah basi!Gue nomor gue di blok sama dia tau gak lo?!"ujar Arga kesal.
Keyra menyingkirkan tangan Arga yang memegang kerah seragamnya.
"Trus apa hubungannya sama gue?"ujar Keyra acuh sambil merapikan seragam dan dasinya yang sedikit berantakan.
"Lo pasti ngadu kan sama dia,ngaku lo!"ucap Arga kesal sambil menunjuk tepat didepan muka Keyra.
"Gue gak ngadu kok,gue cuman cerita aja sama dia"ujar Keyra santai tanpa beban.
"Itu sama aja tau gak lo!pokoknya lo harus tanggung jawab,gue gak mau tau"ujar Arga geram dengan tingkah Keyra.
"Ogah,emangnya gue apain lo sampe harus minta pertanggung jawaban.Gak mungkinkan lo hamil lokan cowok"ujar Keyra ringan tanpa beban sama sekali.
"Key begok,mulut lo ya"tegur Rona yang mendengar omongan yang keluar dari mulut temannya itu.
*punya temen kok begini sih*pikir Lexa melihat tingkah Keyra.
"Tanggung jawab gara gara lo,uang jajan gue dipotong tau gak sama mama gue"ujar Arga masih mencoba sabar dengan tingkah gadis didepannya ini.
"Bagus dong,emang itu yang gue mau"ucap Keyra.
"Lo ya,pokoknya lo harus minta dia buat buka blok no.hp gue gak mau tau"desak Arga
"Kalau gue gak mau?"tanya Keyra dengan memasang wajah tengilnya.
"Gak mau ya?"ucap Arga berbalik memasang senyum licik,sedangkan Keyra mulai curiga apa yang akan dilakukan Arga.
"GUYS KALIAN SEMUA TAU GAK KALAU KEYRA SAMA hmm.."omongan Arga berhenti akibat Keyra yang menutup mulutnya.
"Oke oke,gue bakal pastiin blok nomor lo dibuka sama dia"ujar Keyra segera,ia melepaskan tangannya yang dia gunakan untuk menutup mulut Arga dengan cepat agar pria itu tidak bisa melanjutkan omongannya.*untung masih sempat dan gak telat kalau gak kan gawat*pikir Keyra.
"Nah gitu dong,kan kita sama sama untung"ujar Arga.
"Untung buat lo!"ucap Keyra.
"Arga!lo mau ngomong apaan?"
"iya woi,gue penasaran"
"Kenapa gak dilanjutin?"
tanya teman sekelas mereka termasuk sahabat sahabat keduanya penasaran.
"Gak jadi deh guys"ujar Arga pada mereka.
"Yah.."
"Sialan,cuman bikin orang penasaran aja"
protes semuanya,soalnya gimana ya mereka semua udah terlanjur penasaran eh malah gak jadi dilanjutin omongannya sama Arga.
"Udah kalian gak usah penasaran,lagian tadi itu gak penting"komen Keyra,gadis itu kembali ketempat duduknya semula di samping Kevin.
"Eh bocah,jangan lupa lo!"ujar Keyra mengingatkan Keyra agar gadis itu tidak lupa dengan kesepakatan keduanya tadi.
"Iya iya bawel banget sih lo,Mulut lo juga jaga jangan terlalu ember"ucap Keyra jaga mengingatkan Arga.
Setelah itu Arga juga memilih menuju ketempat duduknya yang berada di paling belakang sama seperti tempat duduk Keyra,namun berada disisi lain kelas.
Disisi lain salah satu penghuni kelas itu dari tadi memperhatikan perdebatan mereka dengan muka datar,orang itu adalah Karen.
*Pasti bocah tengil itu ingin mengatakan hal itu*kata Karen dalam hatinya.
Tepat di samping karen ada Tania yang memperhatikan pemuda disampingnya itu,entah hanya prasangka atau pemikiran Tania saja kalau dia merasa Karen selalu saja akan sangat memperhatikan dan sangat fokus melihat Keyra jika gadis itu ada disekitarnya.
*Karen kenapa selalu memperhatikan Keyra ya?*pertanyaan itu muncul dalam hati Tania.
"Ren,kamu liat apa kok fokus banget?"ujar Tania mencoba bertanya secara tidak langsung pada Karen.
Karen langsung menoleh kearah gadis yang duduk disampingnya itu,pemuda itu langsung tersadar dari lamunannya.
"Eh Gak lihat apa apa kok,cuman lagi mikirin isi buku yang gue baca ini aja"jawab Karen,pria itu mengangkat buku yang ia baca kepada Tania.
"Oh,aku kira lagi liat apaan sampe ngelamun kayak gitu"ujar Tania,meski begitu tentunya Tania tidak percaya dengan jawaban yang diberikan jelas terlihat dari mata Karen yang tidak berani melihat penuh kearahnya.
*Padahal jelas banget dari tadi Karen perhatiin cewek itu terus,kenapa Karen bohong sama Tania ya?*komen Bayu dalam hatinya ada tanda tanya baginya,ia juga dari tadi menyadari tingkah rekannya itu dan mendengar percakapan singkat Tania dan Karen di kursi depannya.
Kembali ketempat Keyra saat ini gadis itu sedang sibuk mengotak atik hp milik Kevin yang ia pinjam,entah apa yang ia lakukan dengan hp Kevin itu padahal ia juga punya hp miliknya sendiri.Sedangkan Kevin hanya bisa pasrah saja terhadap apa yang dilakukan cucu majikannya itu pada hpnya,lagi pula tidak ada sesuatu yang bersifat privasi yang tersimpan di hp miliknya itu jadi ia biarkan saja.
"Kenapa gak ada satupun game di hp kakak?"tanya Keyra heran setelah melihat isi hp Kevin.
"Aku tidak suka bermain game Keyra"jawab Kevin langsung mengalihkan pandangannya dari buku bacaan ditangannya menatap layar hpnya yang digulirkan oleh Keyra.
"Bagaimana dengan playlist lagu kakak,disana sama sekali tidak ada lagu yang tersimpan"ujar Keyra beralih kepada daftar musik yang kosong.
"Benarkah,aku tidak pernah memperhatikannya"ucap Kevin.
"Serius kakak tidak tahu?"tanya Keyra syok,ia tahu kalau Kak Kevin itu adalah tipe manusia yang sangat acuh tapi masa sampai segini nya,masa dia gak tau kalau playlist lagu di hpnya kosong.Padahal kalau tidak salah seingat Keyra hp milik Kevin ini sudah hampir satu tahun sejak dibeli,ia ingat pasti soalnya dia sendiri yang membelikannya untuk Kevin sebagai hadiah ulang tahun untuk pemuda itu tahun lalu.
"Aku hampir tidak pernah menggunakannya untuk hal lain selain untuk berkomunikasi"
Ucap Kevin.
Hah...Keyra menghela nafasnya berat mendengar hal itu,padahal hp itu termasuk tipe yang bagus keliaran terbaru saat dibeli dan pemuda disebelahnya ini hanya menggunakannya untuk berkomunikasi yang benar saja.
"Kalau gitu biar aku aja yang isi playlist lagu sama musik di hp kakak ya?"tanya Keyra meminta izin pada si pemilik hp.
"Baiklah"ujar Kevin memberi izin pada Keyra.
Setelah mendapat izin,Keyra langsung sibuk memilih berbagai macam lagu yang tepat dan bagus untuk mengisi playlist musik di hp Kevin.Ia sengaja browsing di internet agar mendapat lebih banyak pilihan lagu.