
Hari demi hari berlalu dan tak terasa sudah sebulan yang dilalui para murid tingkat ketiga dari tiga sekolah habiskan tergabung sebagai murid dalam satu sekolah yang sama yaitu Angkasa Internasional High school alias AIHS,selama itu pula para murid sudah terbilang cukup terbiasa dalam beraktivitas bersama baik disekolah maupun dilingkungan asrama.
~Kelas Utama~
Gery berjalan memasuki kelas dengan muka masam sambil menenteng dua buah paperback ditangan kanannya,setelah melesati pintu masuk langsung menuju kearah meja dibagian belakang sudut persis dekat jendela yang menghadap langsung kelapangan.
"Weh pagi bro"sapa salah satu kawannya, namun tak dihiraukan olehnya.
Brak....
"Woi bisa pelan gak sih lo!"ujar Keyra kesal saat Gery seenak jidatnya menaruh dua paper back dengan cukup keras diatas mejanya.
"Itu,buat lo"ujar Gery yang tak mempedulikan kekesalan Keyra,cowok itu malah langsung melengos pergi menuju tempat duduknya sendiri.
Semua teman sekelasnya yang sudah hadir disana-pun tentunya jadi bingung dengan apa dan kenapa cowok bertubuh atletis itu begitu, hari masih pagi tapi ekspresi udah gak enak dipandang aja.
Keyra tentu yang menjadi paling bingung diantara semuanya,ia menatap kedua paper back yang diletakkan dengan sedikit kasar diatas mejanya.
"Dari siapa Ger?"tanya gadis itu kepada Gery.
"Yang warna coklat dari mama gue,dan yang satu lagi oleh oleh dari dia"jawab Gery dari tempatnya saat ini.
"Lah udah nyampe dia,kapan nyampenya?trus ini kapan dititipinnya ke elo?"tanya Keyra.
"Tadi malam sih katanya,itu diantar supir kesini tadi pagi pagi buta"jawab Gery.
"Ini semua buat gue doang?elo gak ada?"tanya Keyra lagi,Gery menggeleng lemah.
"Wah pantesan muka lo asem gitu,pasti iri lo kan ya?Gue dikasih bingkisan sama oleh oleh,tapi elo enggak?""tebak Keyra sambil memasang senyum tengilnya.
Gery berjalan kembali mendekat kearah meja Keyra,Kriet...ia menarik salah satu bangku dan duduk disana lalu menatap Keyra dengan wajah yang sangat memprihatinkan.
Kan asem banget tuh,gimana gue gak marah kesal coba.Gue jadi makin ragu,sebenernya keluarga mereka gue atau elo sih?kok gue kesannya jadi anak pungut sih"ujar Gery mengeluarkan keluh kesahnya kepada Keyra, mana lengan Key ditarik tarik lagi sama dia kek bocah ngadu sama emaknya aja.
"Ger,lo kayak bocah Woi dari sini!"Seru Bayu dari tempatnya saat melihat tingkah Gery itu.
"Tau tuh,kasian noh tangannya bocah kita ditarik tarik gitu"sambung Teo pula dari tempatnya.
Cks...Keyra mendecih pelan dan langsung menarik dan menjauhkan lengannya dari jangkauan Gery kemudian berkata
"Bertahun tahun tapi lo baru sadar sekarang? Kasian amat lo"ujar gadis itu tanpa punya rasa simpati sedikitpun.
"Sialan lo,bersimpati atau kasihan sama gue sedikit kek"ujar Gery kesal.
"Muka songong lo gak memungkinkan untuk dikasihani,ditonjok iya.Mau?"saut Keyra.
"Enggak makasih,bisa lecet muka tampan nan kece gue kalau sampai kena bogeman mentah dari lo"tolak Gery langsung.
"Nah lihat,sifat kepercayaan diri tingkat tinggi lo aja udah melenyapkan rasa simpati gue sama lo"ujar Keyra yang kini sibuk mengintip apa isi paperback yang dibawakan Gery untuknya tadi.
"Vin,lihat nih nona muda lo.Kali kali lo ajarin peduli sama orang orang tersakiti kayak gue napa,biar berempati dikit sama gue"ujar Gery kepada Kevin yang duduk diam disebelah Keyra sambil membaca buku.
Kevin tak bergeming dan hanya melirik singkat kearah yang berbicara sekedar kode kalau dia mendengar perkataan Gery,bukan mengiyakan ya guys.
"Cuma dilirik sudut mata doang dong"ujar Gery tak percaya.
"Kasian deh lo gak diacuhin,sana balik ketempat lo.Jangan gangguin kak Kevin lagi baca buku"ujar Keyra menyutuh atau lebih tepatnya mengusir Gery menjauh dari meja tempat duduknya dan Kevin.
"Emang cocok lo berdua satu meja, sama sama gak ada pedulinya sama gue"ujar Gery menjauh dari meja itu kembali ketempat duduknya.