
"Dulu gue begitu sok optimisnya memberi janji sama kamu,tapi akhirnya gue malah jadi pecundang yang gak pernah ingin kamu ingat Ra"ujar Karen sambil tersenyum getir dicampur perasaan miris pada dirinya sendiri.
Matanya kembali terpejam perlahan,beberapa butir air mata lolos begitu saja dari ujung pelupuk matanya cowok itu menangis dalam keadaan terlelap.
Keyra dan Kevin sampai dikediaman Pratama,keduanya memasuki kediaman mewah itu beruda.Sampai di daerah ruang tamu,keduanya tampak menyergit melihat beberapa koper yang tergeletak didekat sofa.
"Kalian berdua sudah pulang?"tanya tuan Pratama entah datang dari mana bejalan menghampiri dua anak muda itu,lelaki yang usianya sudah melewati setengah abad itu tampak rapi mengenakan setelan jas seperti hendak pergi ke suatu empat.
"Kakek mau pergi kemana?"tanya Keyra yang bisa menebak kalau koper koper itu milik sang kakek dan ditambah gaya berpakaian kakeknya itu yang sangat rapi.
"Kakek ada urusan keluar negri,tepatnya ke Ausie "jawab tuan Pratama duduk disalah satu sofa yang ukurannya paling kecil.
"Naik penerbangan kapan?"tanya Keyra ikut duduk di sofa sebelah sofa tempat kakeknya berada,begitu juga dengan Kevin yang mengambil posisi duduk tepat di samping sang nona muda.
"Sekitar pukul empat sore ini,kalian juga akan kembali ke asrama sore inikan"jawab tuan Pratama,kemudian bertanya balik.
"Iya kek,Key sama kak Kevin bakal balik ke asrama sore ini"saut Keyra sedangkan Kevin hanya mengangguk sebagai respon.
"Kakek mungkin akan sedikit lama disana berhubung urusan kakek disana cukup banyak,tapi jangan khawatir kakek akan pulang setidaknya sehari sebelum hari ulang tahun mendiang mamamu"ujar tuan Pratama pada cucunya.
Keyra mengangguk paham dan setelah itu keadaan menjadi sedikit hening.
"Kek,keyra setuju buat belajar ngurus bisnis kakek"ujar Keyra tiba tiba setelah hening beberapa saat sebelumnya.
Mendengar perkataan yang tiba tiba itu sontak membuat tuan Pratama kaget bukan main,kenapa cucunya itu bisa tiba tiba setuju untuk belajar mengurus perusahaan?padahal baru beberapa jam yang lalu cucu perempuannya itu menolak hal itu dengan sangat keras kepalanya.Tuan Pratama dengan masih setengah percaya langsung menatap kearah Kevin,Kevin yang sadar akan tatapan penuh tanya sang tuan besarnya padanya langsung mengangguk membenarkan dengan sedikit tersenyum seolah olah ingin mengatakan kalau apa yang didengar oleh tuan Pratama dari cucunya itu tak salah dengar.
"Kek,kok kakek malah kayak cengo gitu sih Key bilang gitu.Kakek gak seneng atau gimana?"ujar Keyra pada sang kakek,gadis itu terlihat tidak senang melihat reaksi kakeknya itu.
"Kakek seneng kok,senang sekali malahanan.Tapi kakek heran aja kenapa kamu tiba tiba setuju dan berubah pikiran cuma dalam hitungan jam"saut tuan Pratama.
"Tadi aku meminta pendapat dari kak Kevin kemudian kak Kevin memberi ku nasehat jadi aku berfikir untuk menerima nasehat itu"jelas Keyra pada kakeknya.
"Begitu rupanya,Kevin terima kasih sudah mau menasehati Keyra"ucap tuan Pratama berterima kasih pada pemuda itu.
"Tidak perlu berterima kasih tuan,saya hanya melakukan apa yang menurut saya perlu saya lakukan"saut Kevin penuh hormat pada tuan Pratama.
"Tidak tentu saja saya harus berterima kasih"ujar tuan Pratama kepada Kevin
*Dan sepertinya saya harus belajar pada mu nak Kevin untuk bisa belajar bagaimana caranya membujuk Keyra*lanjut tuan Pratama tapi dalam hatinya.
"Permisi tuan"ucap kepala pelayan datang menghampiri ketiganya.
"Ada apa?"tanya tuan Pratama kepada kepala pelayan.
"Mobil anda sudah siap dan sepertinya tuan harus berangkat ke bandara segera agar tidak terlambat nantinya"ujar sang kepala pelayan dengan sopan pada tuannya.
"Ah baiklah bawa dahulu koper saya ke mobil,nanti saya akan menyusul"saut tuan pratama,ia segera beranjak dari sofa tempat duduknya.
"Sepertinya kakek harus berangkat sekarang"
"Kakek hati hati disana,jangan lupa beri kabar juga"pesan Keyra pada kakeknya,ia kemudian memeluk kakeknya dengan erat.
"Kamu juga,jangan lupa hubungi kakek"ucap tuan Pratama membalas pelukan cucunya itu dengan tak kalah erat.
Setelah itu kedua orang yang merupakan kakek dan cucu itu melepaskan pelukan mereka,tuan Pratama kali ini beralih pada Kevin yang hanya diam sejak tadi.
"Kevin,kakek titip Key ya.Hukum saja dia kalau seandainya bikin masalah,jangan takut kalau dia ngambek tinggal sogok sama ice cream aja pasti udah normal lagi"ujar tuan Pratama berpesan pada Kevin.
"Kakek mah gitu Key bukan anak kecil ya,lagian omongannya kayak Key udah biasa bikin masalah aja"ucap Keyra tak terima dengan perkataan kakeknya.
"Kan emang gitu"balas tuan Pratama.
"Baik tuan,saya akan menjaga dan mengawasi nona muda dengan baik"ujar Kevin.
"Jangan hanya Keyra yang kamu jaga,tapi jaga juga dirimu"ujar tuan Pratama menepuk bahu Kevin.
"Kalau begitu kakek pergi dulu,sampai jumpa lagi"ucap tuan Pratama kembali berpamitan sekali lagi sebelum benar benar pergi menuju mobilnya.
"Sampai jumpa lagi Kek/tuan"balas Keyra dan Kevin bersamaan.
Keyra menatap kepergian sang kakek sampai punggung kakeknya itu sudah benar benar tak terlihat lagi,matanya langsung terlihat sendu tapi hanya sebentar setelah itu berubah seperti biasa lagi.Gadis itu kemudian berbalik menghadap kearah Kevin.
"Kakak ayo siap siap balik ke asrama"ujarnya pada Kevin untuk siap siap kembali ke asrama mereka,setelah itu ia beranjak dari sana berjalan menuju ke arah tangga.Seperti nya Keyra ingin pergi menuju kamarnya.
"Baik nona"saut Kevin tak tau apakah nona mudanya itu masih mendengar ucapannya itu,Kevin ikut beranjak dari sana menuju tempatnya juga untuk segera bersiap siap seperti yang disuruh oleh nona mudanya padanya.
Setelah lebih dari setengah jam setelah Keyra maupun Kevin berada diruang tamu tadi,keduanya kini sudah ada didalam mobil milik Keyra dengan Kevin yang memegang kemudi sedangkan Keyra duduk di samping Kevin.
"Pakai sabuk pengamannya nona"pinta Kevin pada Keyra.
Keyra yang mendengar itu langsung memakai sabuk pengaman dengan cepat
"Udah kak"ujarnya pada Kevin.
"Baiklah kalau begitu,kita berangkat nona"ujar Kevin mulai menyalakan mesin mobil dan tak lama setelah itu mobil itu mulai bergerak meninggalkan kawasan kediaman Pratama.
Ditempat lain,Karen sedang menuruni tangga dengan langkah yang sedikit terburu buru.
Laki laki itu mengenakan sebuah tas ransel di punggungnya.
"Sudah mau kembali ke asrama Karen"tanya sang mama sesaat setelah ia sampai dilantai bawah.
"Iya ma,Keren pamit dulu ya"saut Karen
"Gak pamitan sama papa kamu?"tanya sang mama.
"Gak perlu,dia lagi sibuk dengan pekerjaannya"ujar Karen,ia kemudian memeluk adik kecilnya sebentar kemudian langsung pergi dari sana.