
Tania menatap Keyra yang tengah berbaring diatas tempat tidur,rekan sekamarnya itu baru saja kembali kekamar asrama beberapa menit yang lalu dan kini bahkan seragam sekolah masih melekat dibadan.Tania tadinya berniat untuk meminta Keyra mengganti seragam sekolahnya terlebih dahulu sebelum berleha leha diatas kasur,namun Tania mengurung- kan niatnya saat menyadari kalau suasana hati teman sekamarnya itu masih dalam kategori buruk saat ini.
Karen juga tadi sedang dalam keadaan suasana hati yang buruk,hah Tania jadi mengingat kejadian saat disekolah tadi jika sudah membicarakan dua nama itu.
Rasa penasaran Tania semakin besar tentang apa yang terjadi diantara Keyra dan Karen sejak pagi disekolah tadi ditambah saat mereka dikantin pas jam istirahat siang,aura diantara yang terpancar diantara keduanya bukanlah hal yang bagus.
Jika Tania sedang memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara Keyra dan Karen,maka Keyra kini tengah memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan percakapan dua orang yang dia dengar dilorong dekat ruang kepala sekolah saat hendak kembali keasrama tadi.
Flasback on___
Keyra melangkah dengan malasnya dilorong sekolah yang sepi,bisa bisanya dirinya bablas ketiduran diUKS sampai sampai ia tak sadar kalau jam akhir pembelajaran sudah lama berlalu.
"Apa yang papa lakukan disini?"
"Haruskah saya menjawab pertanyaan tak bergunamu itu Karen?"
Saat tengah sibuk merutuki diri tiba tiba Tania mendengar suara yang ia cukup kenali didepannya dan saat mendongak kedepan,dengan secepat kilat gadis itu bersembunyi dibalik dinding yang tak jauh dari tempat kedua orang itu bicara.Tania sedikit mengintip kedepan memastikan kedua bola matanya tak salah mengenali orang.
*Sialan!satu bajingan saja sudah berhasil membuat hari ini menjadi sangat buruk,kenapa bajingan yang lebih bajingan malah terlihat disekolah ini?Apa ini hari sial gue?*batin Keyra setelah memastikan matanya masih berfungsi dengan benar.
Keyra ingin pergi dari sana namun telinganya menangkap pembicaraan yang menarik dari dua orang yang mendapat label bajingan dari Keyra,ia akhirnya memutuskan untuk tinggal sejenak dan menguping.
"Saya kesini karena mendengar kabar burung sebentar lagi UTS pertama tahun ini akan segera dilaksanakan,
jadi saya datang kesini untuk memastikan kebenarannya"
"Papa tidak harus datang kesini hanya untuk memastikan hal itu,kenapa papa tidak menanyakan kepadaku saja?"
"Saya balikkan pertanyaan kamu itu,Kenapa kamu tidak punya inisiatif memberitahu papa Karen?
Apa kamu ingin menyembunyikannya dari saya?"
"Tentu tidak pa,mana mungkin Karen melakukan hal itu"
"Kita lupakan hal itu dan sekarang saya katakan satu hal padamu,ini tahun terakhirmu diSMA Karen. Dapatkan posisi pertama untuk saya"
"Pa,tak semudah itu mendapatkannya.
Apalagi tahun ini ada murid dari dua sekolah lain yang belum diketahui kemampuan mereka"
"Saya sudah mengatakan sejak awal kalau saya akan menanggung uang sekolah dari gadis yang selalu bisa menempati posisi pertama selama dua tahun ini dan mengalahkanmu bukan?
Dulu gadis itu adalah alasanmu dan saya telah membereskannya,jadi dapatkan posisi pertama itu"
"Tapi pa..."
"Dapatkan no.1 Karen,tidak nomor lain.Jadilah berguna bagi saya, jangan biarkan saya menyesal mempertahankanmu"
"Baik pa,Karen akan berusaha menjadi no.1"
"Begitu seharusnya.Ingat no.1 Karen dan jangan buat saya marah"
Keyra tersenyum miris melihat sosok yang tadi pagi terlihat percaya diri saat berhadapan dengannya malah kini tak ubah seperti kucing penakut dihadapan sosok itu.Karen bisa hanya diam menunduk sambil menatap lantai.
Flasback of_
*Dasar boneka bajingan lemah*umpat Keyra dalam batinnya setelah mengingat kejadian itu.
"nomor satu..nomor satu..nomor satu.."Keyra mengulang ngulang hal itu sampai sampai Tania mendengar perkataannya itu.
Tiba tiba sebuah smirik terukir dibibir Keyra,ia menoleh kesamping dan melihat kearah Tania yang kebetulan melihat kearahnya juga
"Kak"panggil Keyra.
"Ya kenapa Key?"saut Tania.
"Berapa lagi UTS tiba?"tanya Keyra.
"Sekitaran seminggu lagi,memangnya kenapa?"saut Tania.
"Gak kenapa napa,cuma nanya aja" jawab Keyra
"Btw kakak yang semangat ya"lanjut belajarnya"lanjut gadis itu membuat Tania hanya mengangguk mendengar perkataan Keyra itu,meski agak bingung melihat teman sekamarnya yang nampak senang.Padahal tadi suasana hatinya terlihat buruk tapi kini tiba tiba berubah,Tania jadi heran dibuatnya.
*Ayo bermain*batin Keyra sambil senyum senyum sendiri.