
Keyra dkk,Garry dkk,dan Karen dkk saat ini sedang berada dikantin sekolah untuk menghabiskan waktu istirahat dengan mengisi perut mereka yang mulai keroncongan,beberapa diantara mereka memilih fokus menikmati makanan didepan mereka sedangkan beberapa diantaranya makan saling mengobrol dengan tema yang ringan.
Tania sendiri menjadi salah satu yang memilih fokus menikmati makannya,namun itu tak berlangsung cukup lama karena atensinya tak sengaja terfokus pada sesuatu yang Keyra kenakan melingkar dilengan kanan atas Keyra.Teman sekamarnya itu memang duduk disebelah kirinya dan itu artinya ia bisa melihatnya dengan jelas, terutama saat gadis itu baru saja menjulurkan lengan kanannya itu untuk meraih botol kecap membuat ban yang berbahan dasar kain yang tebal itu langsung terlihat jelas apalagi corak mahkota emas ditengahnya.
Tania sangat fokus memperhatikan hal itu sampai tak sadar kalau salah satu sahabatnya yaitu Lexa memperhatikannya dari sisi depannya.
"Tania kok lo liatin Key segitunya?"tanya Lexa membuat semua atensi penghuni meja itu langsung tertuju kearah Tania dan Keyra, sedangkan Keyra yang sejak tadi sibuk menjahili Kevin ikut menoleh kearah Tania.
"Emm itu,gue dari salfok sama yang melingkar dilengan kanan Key"ujar Tania saat menyadari semua mata tertuju padanya seolah bertanya apa yang ia perhatikan,gadis itu juga menunjuk kearah benda yang ia maksud.
"emangnya ada apa sama ini kak?"tanya Keyra melihat kearah ban kain dilengannya.
Mengikuti perkataan dan arah telunjuk Tania,Lexa melihat benda yang dimaksud gadis itu
"Wah kok gue baru sadar key,sejak kapan lo make atribut kehormatan lo itu Key?"tanya Lexa kepada.
"Lah iya juga,gue juga baru liat sekarang"ujar Rona yang juga baru sadar kalau sahabatnya memakai benda itu.
"Itu benda mah udah dipakai sama dia dari tadi pagi,lo berdua baru sadar?"ujar Teo dari sisi meja yang lain.
Sedangkan yang lain ikut terfokus pada benda yang Keyra kenakan itu dan sama sama penasaran apa guna benda itu dipakai oleh Keyra.
"Kok lo semua jadi perhatiin gue gitu amat sih?"tanya Keyra mulai risih menjadi fokus perhatian satu meja.
"Tumben lo pakai itu benda Key?"tanya Dion
"Tumben apaan,inikan udah masuk hari efektif belajar.Jadi sesuai aturan IAS itu artinya gue emang harus pakai ini benda"jawab Keyra.
"Itu aja lo masih nanya"ujar Haikal mendorong kepala Dion dengan dua jari tangannya kebelakang.
"Iya juga ya,sorry gue lupa Key hehehe"ucap Dion yang melupakan aturan itu.
"Emang ban yang dipake Key itu apaan sih?"tanya Abel yang sudah tak bisa menahan rasa penasarannya,keenam murid IAS sejak tadi membicarakan benda itu tanpa menjelaskan apapun membuatnya kebingungan dan ia yakin teman temannya yang lain juga begitu.
"Oh iyang melingkar dilengan kiri atasnya Key itu namanya ban ketua atau kalau anak IAS sih lebih umum pakai kata leader,itu atribut wajib yang harus dipakai bagi seorang yang menjabat sebagai Ketua dan wakil ketua Siswa di IAS"Jelas Rona.
"Gambar mahkota yang ditengah itu adalah simbol pemimpin yang cuma ada diban Leader untuk emas,co leader 1perak,dan co leader 2 warna perunggu"lanjut Rona menjelaskan sebaik mungkin supaya teman temannya yang berasal dari sekolah berbeda dapat mengerti.
Semua yang tadinya tak tau apa apa tapi setelah mendengar penjelasan dari Rona langsung membulatkan bibir mereka beroh ria dan mengangguk paham sekarang.
"Gimana sama yang lain,bukannya kalian juga termasuk pengurus utama organisasi Kesiswaan?"tanya Raya kepada teman teman satu Keyra yang lain.
"Kita semua ada juga sih meski gak persis kayak yang dipake Key,tapi kayaknya gak ada satupun yang ingat kecuali gue sama Key"ujar Teo menjawab pertanyaan Raya.
"Dih emangnya lo pake?kok gue gak liat"tanya Lexa ke Teo.
"Ada kok gue pakek,nih dibalik alamamater"ujar Teo sedikit menyingkap almamater miliknya dibagian lengan atasnya untuk memperlihatkan ban berlambang organisasi yang melingkar disana.
"Heh!pindahin cepet,pake yang bener"sergah Keyra menyuruh Teo memakai ban itu dengan bener.
"Iya iya"ujar Teo langsung menuruti perkataan leadernya itu.
"hahaha suruhannya Key langsung nurut" ledek Lexa ke Teo.
"Enak aja lo ngatain gue suruhan,lagian kalau gue suruhan maka berarti lo sama Rona, Haikal,Dion juga suruhannya Key tau gak lo"saut Teo tak menerima ledekan Lexa.
"Udahlah Ron,kita berlimakan emang sepaket"ujar Dion santai.
"Tau tuh,itu aja dipermasalahin"saut Rona yang sama santainya dengan Dion.
"Lo berdua gak masalah disebut babu?"tanya Gerry melihat kesantaian kedua orang itu.
"Enggak,karena kita berdua ingat bunyi prinsip hidup tenang ala kelompok kita"jawab Rona.
"Apaan emang bunyinya?"tanya Kevin ingin tau.
"Ayo mulai guys"ajak Dion kepada Haikal,Teo,Rona,dan Lexa.Sedangkan Keyra hanya pasrah dengan apa yang akan diucapkan keempat rekan absurnya itu.
"Prinsip pertama;Perkataan dan larangan nona Keyra ibarat perintah yang sebaiknya harus dituruti"ujar Dion memulai
"Kedua;Sebagai yang termuda nona Keyra harus disayang anggota yang lebih tua"ujar Rona melanjutkan.
"Ketiga;Jika membuat nona Keyra marah,kesal,atau ngambek harap sogok dengan ice cream"lanjut Haikal
"Mana ada kayak gitu"protes Keyra,namun tak digubris oleh kelima rekannya.
"Keempat;Jangan membahas tentang hal hal yang berkaitan keluarga nona Keyra karena itu adalah privasi dan hati hati ada sanksi"Lexa juga melanjutkan.
"Kelima;Jika ingin meminta traktiran kepada nona Keyra,harap tak usah segan segan dan nona Keyra kaya kok jadi gak bakal bangkrut"lanjut Teo.
"Keenam..
"Masih ada lagi?"komen Rani
"Keenam;jika punya masalah nona Keyra adalah solusinya dan kalau buat masalah dengannya masa depan lo dalam bahaya"lanjut Lexa kembali.
"Ketujuh,penting,terakhir;jika buat masalah jangan lupa ajak nona Keyra,biar lo aman nantinya"ujar Rona
Kelima orang itu mengatakan dengan lantang prinsip yang dimaksud Dion.
"Keren banget isi prinsip kalian berlima"puji Raya.
"Gue masih gak setuju sama bunyi nomor lima sama nomor tujuh"ujar Keyra
"gak setuju kenapa sih,itu udah adik tau?Dipasal yang lain juga kita rugi"tanya Lexa
"Tapi setiap gue denger itu,kesannya lo pada lagi manfaatin posisi gue"jawab Keyra
"EMANG!"saut kelima temannya
"BANGSAT!"umpat Keyra spontan.
"MULUT!"tegur yang lain serentak.
"Sorry,gak usah ngegas gitu"ucap Keyra
"Lo juga tadi ngegas"saut yang lainnya kembali.
Sedangkan yang lain hanya bisa tertawa melihat keributan yang ditimbulkan oleh keenm orang itu.