TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 31



"Maaf nona muda,antriannya cukup lama"ucap Kevin langsung meminta maaf pada Keyra setibanya ia ditempat gadis itu menunggunya.


"Gak papa kok kak,mana ice cream nya"ujar Keyra dan tangannya langsung terulur meminta ice cream nya.


"Ini nona"ujar Kevin langsung menyerahkan dua cup ice cream yang baru ia beli pada Keyra.Ice cream yang ia beli itu ada dua rasa yaitu rasa coklat dan vanila.


"Duduk kak"suruh Keyra pada Kevin,ia sedikit bergeser memberi lebih banyak ruang untuk tempat Kevin.


"Kak Kevin mau rasa yang mana?"tanya Keyra.


"Tidak usah nona,untuk nona saya"ujar Kevin


"Kak kevin mah gitu,ayo jawab kakak mau rasa yang mana?"ujar Keyra kembali mengulangi pertanyaannya.


"Rasa vanila nona"jawab Kevin akhirnya.


"Gitu dong dijawab,nih yang rasa vanila"ujar Keyra menyerahkan ice cream rasa vanila pada Kevin dan Kevin langsung menerimanya.


"Hm..manis,dingin,dan lembut"gumam Keyra menikmati sensasi rasa ice cream di dalam mulutnya sambil memejamkan matanya sebentar.Kevin tersenyum tipis melihat bagaimana cara nona mudanya itu menikmati ice cream,ia juga mulai memakan ice cream vanilla ditangannya.


"Kak"panggil Keyra pada Kevin.


"Ya nona"saut Kevin.


"Menurut kakak aku egois gak sih karena gak pernah mau dengerin ucapan kakek buat belajar ngurus bisnis?"tanya Keyra pada Kevin,matanya menatap anak anak kecil yang berlarian di taman.


"Kalau menurut saya sendiri nona muda tidak bisa disebut egois kok,semua orang itu punya fassion nya sendiri termasuk nona bahkan saya sendiri juga begitu"jawab Kevin


"Jadi aku gak salah trus gak egois kan?apa kakek yang salah?"tanya Keyra.


"Gak bisa dibilang gitu juga"saut Kevin


"Maksudnya?"tanya Keyra tak paham


"Posisi nona muda maupun tuan besar itu menurut saya cukup sulit untuk saat ini, karena sama sama hampir tidak punya pilihan lain.Tuan besar wajar sangat berharap kalau nona mau belajar dan suatu saat nanti bisa membantunya untuk mengurus bisnisnya"jawab Kevin.


"Tapi kenapa harus aku,bukankah kakek bisa menyuruh salah satu orang kepercayaannya saja dan bukankah kakak juga bersedia melakukannya mewakili ku suatu saat nanti?"


tanya Keyra kembali bertanya.


"Saya memang bisa dan orang lain juga bisa tapi.."


"Tapi kenapa kak?"


"Tapi anda adalah cucunya,masih memiliki ikatan darah dan juga satu satunya anggota keluarga utama yang ada untuknya sampai saat ini,itu sudah hukum alami sifat manusia yang dibawa sejak lahir nona.Nona tahu sendiri kan bagaimana kerasnya kakek anda membangun bisnisnya itu sejak masih muda dari nol,bukan hanya tuan saja tapi juga mendiang nenek dan mohon maaf sebelumnya bahkan mendiang ibu anda juga ikut menguras keringat serta waktu mereka agar bisa seperti sekarang"jelas Kevin panjang lebar.


Mendengar jawaban panjang dari Kevin membuat Keyra terdiam,ia memejamkan matanya sambil berfikir apa yang dikatakan Kevin semuanya benar.Gadis itu mengingat mamanya,senyum hangat dan lembut perempuan yang berstatus sebagai ibunya itu masih terekam jelas dalam memori otaknya dan ia sendiri selalu berusaha menjaganya agar tetap ada disana.


"Jadi itu artinya aku harus mengalah pada egoku sendiri,dan menerima semua harapan kakek padaku?.Apa seorang Keyra bisa memikul beban seberat itu sendirian?"gumam Keyra bertanya pada dirinya sendiri.


"Makasih ya kak Kevin,kakak selalu bisa membuatku merasa lebih tenang sejak dulu"ucap Keyra berterima kasih Kevin,ia tersenyum menatap suasana taman.


"Sama sama nona,saya akan selalu membantu nona muda kapan saja"balas Kevin mengikuti arah pandang Keyra.


Keyra mengambil ponsel genggamnya dan melihat jam yang tertera disana


"Kak ayo kita pulang"ajak Keyra beranjak dari tempat duduknya.


"Ayo nona"ujar Kevin mengiyakan.


Kedua remaja SMA itupun beranjak mengambil langkah untuk meninggalkan tempat mereka itu menuju kearah parkiran tempat mobil yang mereka gunakan kesini mereka parkir kan.


"Nona kita langsung pulang atau masih ada tempat lain yang ingin nona muda kunjungi?"tanya Kevin pada Keyra setelah keduanya berada didalam mobil.


"Mampir ke supermarket dulu ya,habis itu kita pergi beli pizza.Tadi soalnya Lexa sama Rona minta dibeliin itu trus dibawa ke asrama buat mereka"jawab Keyra pada Kevin.


"Bagaimana kalau kita ke supermarket saja dulu nona,untuk beli pizza nya kita delifery aja nanti pas pulang ke asrama karena kalau belinya sekarang nanti keburu dingin"ujar Kevin memberi saran pada nona mudanya itu.


"Hm ada benarnya juga,baiklah kalau begitu"jawab Keyra setuju dengan usulan Kevin.


Setelah mendapat persetujuan dari nona mudanya itu,Kevin mulai menyalakan mesin mobil dan mulia melaju menjauh meninggalkan kawasan taman kota menuju ke supermarket.


Karen melangkahkan kakinya memasuki sebuah ruangan yang berada dikediaman keluarganya.


"Ini laporan yang papa minta,sudah Karen selesaikan dalam satu minggu ini"ujar Kevin menyerahkan beberapa map berisi berkas berkas pada seseorang di dalam ruangan itu.


Saat ini pemuda itu sedang berada di ruangan kerja papanya yaitu tuan sanjaya yang berada dikediaman keluarganya.


srek..srek...suara lembar demi lembar berkas itu dibalik dan dibaca oleh sang papa


"Kerjamu lumayan Karen,tapi kamu sendiri masih terlalu lambat dalam meyelesaikannya.


Orang lain bisa mengerjakan ini hanya dalam beberapa hari saja"komentar sang papa pada Karen,tuan sanjaya meletakkan kembali berkas berkas itu di bagian pinggir meja kerjanya.


"Duduklah,jangan berdiri saja.Ada yang ingin saya bicarakan"suruh tuan Sanjaya dengan tegas dan penuh wibawa,dan mendengar perintah dari sang papa Karen langsung menurutinya.


"Bagaimana dengan sekolahmu?"tanya tuan sanjaya menatap putranya itu.


"Baik baik saja pa"jawab Karen pada sang papa.


"Usahakan terus begitu dan jangan bikin masalah"ujar tuan Sanjaya.


"Dan pertahankan semua nilai mu itu atau kalau perlu tingkatkan,jangan jadikan alasan penggabungan sekolah sebagai alasan tidak ada peningkatan dalam nilai mu.Mereka semua tidak ada apa apanya dibanding kamu,fokus mengalahkan teman asal sekolahmu saja"lanjut tuan Sanjaya.


"Baik pa"jawab Karen.