TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 72



Ceklek...


Keyra memasuki kamar asramanya dengan raut wajah lemas serta rasa lelah yang sangat,kakeknya sungguh keterlaluan menyuruhnya duduk dimeja kerja seharian sambil berhadapan dengan berbagai jenis berkas perusahaan yang membuat mata dan kepalanya seolah berputar.


Kakeknya pulang pulang dari luar negeri bukannya ngasih oleh oleh melainkan ngasih kerjaan buat dia,


nyesel dia tadi nurut buat nemuin kakeknya.


"Udah pulang Key"suara dari Tania teman sekamarnya langsung terdengar.


Keyra menoleh kearah meja belajarnya dimana Tania terlihat sedang memakai kaca mata baca sambil memegang sebuah buku yang terbuka,ah sepertinya teman sekamarnya itu sedang belajar saat dirinya datang.


"Udah kak"jawab Keyra dengan seadanya dan terdengar lelah.


Keyra tanpa basa basi langsung menghemaskan dirinya diatas kasur miliknya


*Aduh punggung,tengkuk,dan pinggang gue*rintih Keyra dalam hati,akhirnya ia bisa melemaskan tulang punggung,tengkuk,serta pinggangnya yang pegal karena kesibukannya tadi diperusahaan kakeknya.


Tania mengamati Keyra yang pulang pulang tampak sangat kelelahan,entah apa yang teman sekamarnya itu lakukan sampai terlihat selelah itu.


"Lo habis ngapain emang dek,capek banget keliatannya?"tanya Tania akhirnya bertanya kepada Keyra.


Keyra berbalik dan mengubah posisinya menjadi tengkurap lalu melihat kearah Tania berada


"Habis dari perusahaannya kakek gue kak,capek duduk belajar ngurusin berkas perusahaan"Keyra menjawab pertanyaan Tania itu.


"Hmm ya,UTS sebentar lagi jadi harus lebih fokus belajar"jawab Tania.


"Ah iya juga ya UTS,gue hampir lupa"ujar Keyra menepuk keningnya karena lupa kalau sebentar lagi akan diadakan UTS.


"Jangan lupa lagi,lo juga harus belajar dek biar nilainya bagus"ujar Tania pada Keyra.


"Iya deh kak,tapi lain kali aja deh belajarnya pas hari UTS-nya aja.


Sekarang gue lagi sibuk sibuknya belajar bisnis sama kakek gue,bisa meledak otak gue kalau ngejalanin keduanya"saut Keyra.


Tania hanya mengangguk pelan mendengar perkataan teman sekamarnya itu,lagi pula menurutnya Keyra bukanlah tipe anak sekolah yang punya tuntutan untuk harus bisa mendapatkan nilai bagus seperti dirinya jika masih ingin punya masa depan.Tanpa nilai yang terlalu baguspun,Tania yakin kalau masa depan Keyra bisa dibilang sudah terjamin.Beberapa saat kemudian Tania mengingat kembali tentang beberapa paket yang diantar teman se-almamaternya Keyra kekamar itu.


"Eh Key,itu tadi ada siswi se-almamater kamu yang datang ngenterin paket buat kamu"ujar Tania memberitahu Keyra,gadis itu juga menunjuk kearah tiga tumpukan paket disalah satu sudut kamar.


Keyra yang melihat arah tunjuk Tania itu langsung beranjak dengan semangat dari atas tempat tidurnya dan langsung menghampiri paket yang katanya ditujukan untuknya itu,


mata gadis itu langsung berbinar setelah membaca nama pengirim pada paket itu.


"Wah dari kakek,jangan jangan oleh oleh lagi.Wah kirain kakek lupa punya cucu pas keluar negri,ternyata enggak"Keyra berujar sendiri setelah mengetahui kalau kakeknya-lah yang mengirimkan paket itu,sedangkan Tania yang mendengar Keyra berujar sendiri itu hanya menggeleng sambil berkata dalam batin kalau mana mungkin kakek gadis itu melupakan cucu sendiri,Keyra ada ada saja.


Keyra tanpa tunggu lama lagi langsung membuka satu persatu paket untuknya itu,ia sangat penasaran dengan apa isi paket itu.