
Jam Makan Malam_ _ _
Malam sudah kembali tiba dan itu artinya saatnya makan malam dikantin sekolah untuk para murid Angkasa Internasional High school sudah tiba juga.Seperti jam makan malam sebelumnya,para murid AIHS akan berbondong bondong kekantin.
Khusus untuk makan malam atau jam makan yang lain,makanan yang disediakan memang berjenis makanan berat dengan nutrisi yang baik dan tentunya untuk makanan utama itu para murid tak perlu membayar lagi karena itu sudah ditanggung dari biaya uang sekolah. Sedangkan untuk makanan lain selain menu utama,ada sebagian besar yang dibayar dan ada beberapa yang disedikan oleh sekolah.
Diantara banyaknya murid yang melaksanakan makan malam itu,beberapa diantaranya adalah anak anak dari kelas utama,seperti biasa mereka duduk dimeja yang sama.Dimeja itu terdapat dua kursi yang masih kosong dan belum terisi,Arga dan Putra terlihat sesekali melirik kearah dua kursi kosong itu.
"Kevin sama Key kok belum keliatan ya?Tania,Key emang tadi gak ada dikamar?"tanya Teo.
"Enggak,Key belum balik kekamar setelah pulang sekolah tadi"jawab Tania sambil menggelengkan kepalanya.
"Dimana ya itu bocah?"ujar Lexa.
"Udah tenang aja,Kevin sama Rara lagi ada keperluan tadi keluar sekolah"ujar Garry.
"Tau dari mana lo?"tanya Rona.
"Dapat kabar dari Kevin tadi"jawab Garry santai.
Rona,Lexa,serta beberapa lainnya sontak menatap kearah Garry dengan tatapan heran dan penasaran.
"Ngapain lo semua natap gue kayak gitu?" tanya Garry melihat mereka.
"Jujur gue dari kemarin suka heran deh sama lo Gar"ujar Lexa.
"Heran kenapa cobak?"tanya Garry
"Gue heran kok lo kayaknya banyak tau banget tentang Key,bahkan keliatannya lo lebih banyak tau dibanding gue sama Lexa yang notabenya sahabat deketnya Key dari jaman SMP"ujar Lexa.
"Wajarlah gue tau banyak hal soal Rara atau mungkin Key,gue itu sahabat kecilnya dan kebetulan ortu terutama mama kita berdua itu sahabatan dari jaman masih sekolah"jawab Garry.
"Trus kalau bener,kenapa gue sama Lexa gak pernah liat atau denger nama lo disebut sama Key sekalipun sebelum ini?"tanya Rona.
"benertuh,dan menurut pendapat gue nih lo berdua kayak gak seakrab itu buat jadi sahabat kecil"ujar Teo ikut menimpali.
"Ada beberapa hal yang terjadi dimasalalu" jawab Garry.
"Benerkan Ren?"lanjut cowok itu menatap kearah Karen.
"Tutup Mulut Lo!"saut Karen menekan setiap kata yang diucapkan dari tempatnya.Pemuda itu menatap tajam kearah Garry yang menatapnya sambil tersenyum atau lebih mirip sebuah semirik.
"Weit santai dong,gak usah marah gitu"ujat Garry santai tanpa takut sedikitpun akan tatapan tajam Karen yang tertuju padanya.
Teman teman keduanya yang berada disana terlihat sedikit kaget akan respon yang diberikan oleh Karen,masing masing langsung memutuskan untuk tak bersuara lagi dan memilih fokus pada makanan dihadapan mereka.Hal ini membuat suasana dimeja itu mendadak menjadi sunyi dan sedikit canggung.
Hah...Karen membuang nafasnya kasar, garpu dan sendok yang tadinya ada ditangannya ia letakkan dipinggir nampan makannya dan mendorong nampan makannya itu sedikit kedepan.Nafsu makannya mendadak hilang seketika karena ulah Garry tadi,Tania yang berada disebelahnya melihat Karen yang seperti itu.
"Kenapa kamu gak lanjut makan?"tanya Tania dengan suara pelan kepada Karen.
"Lanjut makannya meski gak selera,tubuh kamu butuh nutrisi makanan itu dan kita juga gak boleh buang buang makanan"ujar Tania.
Gadis cantik itu mengulurkan tangannya menarik kembali nampan makan milik Karena mendekat kedepan pemiliknya,kemudian ia menatap kearah Karen.
"Kamu bener,kita gak boleh buang buang makanan,iya deh aku lanjut makan.Makasih udah ingetin"ujar Karen sambil tersenyum membalas tatapan Tania padanya.
"Em,b-bagus kalau gitu"ujar Tania menjadi gugup dan kikuk karena ditatap oleh Karen, gadis itu berusaha untuk kembali fokus pada makannya sendiri.
Keyra-Kevin_ _
"Hah,ini sangat melelahkan dan menyebalkan" ujar Keyra menyandarkan dirinya kesandaran kursi tempatnya duduk dan mulai memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak.Diatas meja dihadapannya terdapat tumpukan berkas yang harus ia periksa mewakili kakeknya yang sedang keluar negri sekarang,didalam hati Keyra sedikit menyesali keputusannya setuju untuk mulai terlibat dalam urusan bisnis kakeknya.
Pintu ruangan tempat Keyra berada perlahan demi perlahan mulai terbuka,dari balik pintu itu muncul sosok Kevin yang berjalan masuk kedalam sambil memegang nampan berisi dua piring makanan dan dua gelas minuman dengan kedua tangannya.Kevin melihat nona mudanya yang sepertinya belum menyadari kedatangannya,ia bisa menebak kalau gadis itu pasti merasa kelelahan karena sejak siang sampai malam begini sibuk mengurusi berbagai berkas perusahaan.
Pemuda itu meletakkan dengan perlahan nampan ditangannya keatas meja didekat sofa dalam ruangan itu,setelah itu ia melangkah perlahan mendekat ke meja kerja yang ditempati oleh nona mudanya itu.
"Nona muda"panggil Kevin pelan.
"Hm"saut Keyra hanya berdehem dan matanya masih tertutup.
"Apa nona muda kelelahan?"tanya Kevin,iya tetap bertanya meskipun tahu jawabannya.
"Hm"saut Keyra lagi.
"Kalau begitu kita sudahi untuk hari ini"ujar Kevin.
"Ayo makan malam,saya sudah membawakan makan malam untuk nona muda dan saya" ajak Kevin.
"Hm"Keyra lagi lagi hanya berdehem saja sebagai respon,sepertinya gadis itu benar benar kelelahan.
"Nona muda"panggil Kevin lagi.
Keyra dengan sedikit terpaksa membuka kedua matanya kemudian kembali duduk tegak lalu memutar arah kursinya supaya bisa lebih muda melihat kearah Kevin,Gadis itu membentatangkan kedua tangannya.
"Gendong,aku terlalu lelah untuk berdiri kak"ujar Keyra sambil mempoutkan bibirnya.
Kevin menganggukkan kepalanya dan langsung melangkah lebih dekat dihadapan nona mudanya itu kemudian membungkuk sedikit dan langsung membawa serta mengangkat tubuh nona mudanya itu kedalam gendongannya,Kevin menggendong nona mudanya itu didepan mirip koala.
Bagi pemuda itu,ini adalah hal biasa karena bukan sekali dua kali nona mudanya itu bersikap manja kepadanya tapi sering jika dihitung dari awal ia kenal sang nona muda.
Kevin membawa Keyra yang ada di gendongannya mendekat ke sofa,setelah sampai disana ia dengan perlahan menurunkan dan mendudukkan nona mudanya itu disana.Setelah Keyra duduk dengan baik baru ia mengambil posisi duduk disebelah gadis itu.
"Nona mau makan sendiri atau mau saya suapi?"tanya Kevin.
"Suapin hehehe"jawab Keyra sambil nyengir.
Kevin mengangguk dan tangannya mulai meraih salah satu piring yang sudah berisikan menu makan malam mereka,ia menyendok- kan makanan itu dan mulai menyuapkannya ke arah mulut nona mudanya itu.