TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 87



Hari pertama ujian telah usai,para murid keluar dari dalam kelas dengan berbagai ekpresi kelelahan, frustasi,ada yang masih terlihat berfikir berat karena masih terbawa suasana ruang ujian,namun ada juga kumpulan manusia manusia ajaib yang masih bisa cengar cengir meski belum tentu apa yang mereka tulis dilembar jawaban mereka akan menjamin memberi hasil nilai tinggi untuk tiga mata pelajaran hari itu.Keyra keluar dari dalam ruang ujian,ia langsung melangkah menuju ruang ujian Kevin yang hanya berjarak satu ruangan dari ruangan ujiannya.Saat melangkah,Keyra mengetahui kalau Karen mengikutinya hanya berjarak dua langkah darinya.Keyra awalnya berniat menghentikan cowok itu mengikutinya,namun akhirnya ia batalkan karena dirinya ingat kalau Tania berada diruangan yang sama dengan Kevin.Jadi gadis itu mengunggulkan pikiran positifnya kalau Karen tak sengaja mengikutinya,mengingat cowok bajingan itu beberapa hari terakhir selalu menempel dengan Tania hampir sepanjang waktu saat diluar asrama.


Saat Keyra tiba diruangan ujian yang ditempati Kevin,kebetulan cowok berperawakan tinggi dengan wajah dingin minim ekpresi itu melangkah keluar dari dalam ruang ujian.


"Kak Kevin"panggil Keyra dengan senyuman manisnya.


Senyuman tipis langsung terukir diwajah dingin milik Kevin saat mendengar panggilan dan menemukan nona mudanya telah menunggunya dengan senyuman manis dan indah milik gadis itu.


"Keyra.Sudah lama menunggu hm?"tanya Kevin lembut sambil mengusap pucuk kepala sang nona muda.


"Tidak.Aku juga baru sampai kesini kak"jawab Keyra yang menikmati usapan lembut yang dirinya terima dikepalanya.


"Vin.Tania udah keluar belum?"


Raut wajah serta tatapan lembut Kevin dan senyuman manis yang terukir dibibir Keyra langsung lenyap seketika sesaat setelah pertanyaan dari seseorang yang tak diharapkan menghampiri indra pendengaran keduanya.


"Tania masih didalam"jawab Kevin dengan nada datar.


"Ayo Keyra.Kamu pasti laparkan?Bagaimana kalau kita mampir ke kantin dulu sebelum kembali ke asrama?"ujar Kevin dengan nada yang kembali melembut,tentu saja itu ditujukan untuk Keyra bukan untuk yang lain.


"Kakak benar,aku memang lapar.Ayo"


Keyra langsung menggandeng tangan Kevin,keduanya melangkah menuju kantin sekolah.Meninggalkan Karen yang kini menatap punggung keduanya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan oleh orang lain yang melihatnya.


"Karen"panggilan lembut dari seorang gadis langsung membuat Karen tersadar.Cowok itu langsung menoleh kearah sumber suara dan akhirnya dapat melihat sosok yang sejak tadi dinanti disana,Tania.


"Kamu lagi liatin apa,kok fokus banget?"tanya Tania kepada Karen.


"Bukan apa apa kok Nia,cuma orang lewat aja"jawab Karen.


"Ooh"mulut Tania membulat.


"Mau kekantin atau perpus?"tanya Karen kepada gadis yang kini berdiri dihadapannya itu.


"Ke perpus aja gimana?"ujar Tania


"Boleh,yuk.Nanti kita beli cemilan di Vanding Machine dulu,buat ganjel laper"ujar Karen yang kini telah berjalan bersebelahan dengan Tania menuju ke perpustakaan sekolah.


Skip__Sore.


"Kayaknya nama gue bakal ada dibagian paling bawah deh,nanti pas peringkat nilai untuk pelajaran umum keluar"ujar Lexa yang kini berbaring santai diatas kasurnya Keyra.


"Bukan cuma lo doang,gue juga udah bisa dipastikan.Soalnya hari pertama ujian aja,gue udah ngeluarin jurus undi penghapus buat nentuin jawaban soal pilihan ganda cuy"ujar Abel yang duduk lesehan dilantai kamar.


"Udah real itu mah,mana pas isi bagian essay pakek karangan spontan lagi"Maya yang menyambung keluhan teman temannya itu.


"Yang bisa dikatakan aman kayaknya B.Ing deh,hari ini"ujar Rona.


"Setuju tuh"Maya,Abel,Lexa.


"Lo gimana Key,aman ujian hari pertama?"tanya Abel kepada Keyra.


"No Bad lah,ada gunanya juga gue dipaksa ikut les sama kekak gue sebelum ini.Jadi ya gak buta buta amat pas liat soal tadi"jawab Keyra santai,gadis itu kini tengah fokus dengan permainan ular dihpnya.


"Belum mati juga itu cacing Key?"tanya Lexa


"Belum nih.Liat udah diposisi pertama gue"Keyra sedikit mendekatkan hpnya ke Lexa supaya sahabatnya itu bisa melihat.


Maya,Rona,Abel yang ikut penasaran langsung mendekatkan diri ingin melihat juga.


"Wih iya posisi satu,gede banget lagi itu ulet"ujar Lexa melihat penampakan ulat dilayar hp Keyra.


"Bukan ulet tapi uler"koreksi Keyra.


"Tapi kok gue malah liatnya kek cacing ya Key?"Rona.


"Emang ada cacing warna hijau?"Abel.


"Ya siapa tau,bumi kita inikan belum dijamah seluruhnya"Rona.


"Ada benernya juga lo Ron"Maya.


"Ini uler tau,liat aja taring sama lidahnya tuh"Keyra.


Tania,Raya,dan Rani yang memang memisahkan diri dari kelima orang itu hanya bisa menggelengkan kepala masing masing saat mendengar perdebatan yang mirip kayak topik perdebatan bocah.