TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 29



"Kamu ini,iya kakek tau kamu gak nyusahin kok"ujar Tuan Pratama.


*Kakek bilang gitu cuma antisipasi aja sama Kevin,jangan sampai dia harus ke psikolog gara gara terlalu tertekan dengan tingkah mu nanti*lanjut tuan Pratama dalam hatinya.


"Dan ya kakek mau tanya,kalian berdua ini sudah kelas tiga SMA saat ini.Apa kalian berdua sudah memikirkan rencana untuk pendidikan tingkat selanjutnya yang ingin kalian tempuh setelah lulus nanti?"tanya Tuan Pratama pada dua remaja berbeda gender di hadapannya itu.


Tuan Pratama menunggu beberapa saat setelah ia mengajukan pertanyaan itu tapi belum ada satupun reaksi atau jawaban dari dua anak muda itu yang ia dapatkan.


"Kevin?"tanya Tuan Pratama pada Kevin.


"Rencananya saya ingin melanjutkan pendidikan saya ke universitas dengan jurusan Manajamen atau bisnis,tapi soal universitas yang ingin saya tempati belum saya tentukan tuan.Sementara ini masih itu plan yang saya punya dan tentu saja jika tuan mengizinkan saya menjalankannya"jawab Kevin,pemuda itu menjelaskan rencana yang sudah ia susun untuk pendidikannya kedepannya pada tuan Pratama.


"Bagus kalau kamu sudah memikirkan sebagian rencana pendidikan lanjutan mu Kevin,dan soal izin tentu saja saya sangat mengizinkannya"ujar Tuan Pratama setelah mendengar jawaban dari Kevin.


"Terima kasih tuan,atas izinnya"ucap Kevin kemudian memberi hormat dengan cara menundukkan kepalanya sebentar.


"Tak usah berterima kasih seperti itu Kevin,sekarang bagaimana dengan mu Keyra cucu kesayangan kakek?sudah punya plan atau rencana?"tanya Tuan Pratama kali ini pada cucunya.


"Hehehe...belum ada kek"jawab Keyra sambil menampilkan senyumnya pada kakeknya.


Mendengar jawaban sang cucu tuan Pratama hanya bisa menghela nafas berat,sudah ia duga dan bisa tebak kalau jawaban cucu perempuannya itu pasti tak jauh berbeda dari itu.


"Jangan tersenyum seperti itu Key,kamu ini sesekali harus mulai berfikir untuk masa depanmu nanti.Apalagi kamu suatu saat nanti bakal mewarisi perusahaan dan bisnis kakek"ujar Tuan Pratama memberi nasehat untuk cucunya itu.


"Buat apa susah susah mikirin masa depan sih kek?dan soal masa depan perusahaan sama bisnis kakek itu gampang kan ada kak Kevin"ujar Keyra menyauti omongan kakeknya.


"Iya kakek tau,tapi gak mungkinkan semua tanggung jawab kamu semuanya kamu serahin begitu saja pada Kevin.Kevin juga pasti punya cita cita dan tujuan hidup yang ingin ia capai untuk dirinya sendiri kedepannya dan kamu juga harus bisa bekerja serta bertanggung jawab untuk kehidupanmu sendiri"ujar Tuan Pratama,ia memberi kode melalui gerak matanya pada Kevin untuk membantunya bicara pada cucunya itu.


"Apa yang tuan besar katakan benar nona muda,anda harus bisa belajar untuk lebih bertanggung jawab pada diri anda sendiri"ucap Kevin ikut mecoba menasehati nona mudanya,ia mengerti dengan kode yang diberikan majikannya padanya.


"Kamu dengarkan apa yang Kevin bilang"ujar Tuan Pratama pada Keyra cucunya.


"Kalau sekarang aku mau nanya deh sama kak Kevin"ucap Keyra pada Kevin.


"Mau nanya apa nona?"tanya Kevin pada nona mudanya.


"Jujur saja,cita cita dan tujuan hidup saya dari dulu sampai sekarang bahkan sampai hari hari selanjutnya yaitu untuk memastikan nona muda bisa selalu hidup bahagia,ceria serta menjaga nona muda"jawab Kevin dengan tegas dan terlihat sangat bersungguh sungguh serta penuh keyakinan.


"Tuh kan,kakek bisa denger sendiri"ujar Keyra pada sang kakek.


Bam tuan Pratama hanya bisa diam saja mendengar perkataan cucunya itu,bisa bisanya cucu perempuannya itu berbalik menyerangnya dengan menggunakan jawaban Kevin.Padahal tadi ia berniat menggunakan Kevin untuk membantunya membujuk cucunya itu tapi malah sekarang jadi terbalik,bisa dinamakan senjata makan tuan ini namanya.


Lihat saja cucu perempuannya itu tersenyum mengejek ke arahnya itu sungguh menjengkelkan dan ia hanya bisa menatap cucunya itu dengan wajah datar,sedangkan Kevin hanya bisa diam saja diantara Kakek dan cucu itu.Pemuda itu tidak tahu harus berpihak kemana diantara salah satu dari keduanya,mau berpihak pada tuan besarnya atau kepada nona mudanya.Jadilah ia hanya bisa diam dan tutup mulut saja sekarang,


duduk tegap diantara Kakek dan anak itu.


"Ya terserah kamu lah Key,kakek ngaku kalah kali ini.Dari pada kakek repot ngomong sama kamu disini,mending kakek ngurusin cucu kakek yang lainnya di kolam belakang lebih mudah diatur dari pada kamu"ujar tuan Pratama beranjak dari sana meninggalkan sang cucu dan Kevin berdua.


"Ye kakek masa cucu sendiri dibanding bandingin sama ikan Koi peliharaannya sih,


kenapa gak sekalian aja itu ikan disuruh buat ngurusin perusahaan suatu saat nanti"dumel Keyra melihat kakeknya pergi dari sana.


Yap benar sekali pemirsa kalau cucu yang dimaksud tuan Pratama itu adalah ikan ikan Koi yang beliau pelihara di kolam khusus yang ada dihalaman belakang kediaman miliknya.


"Kak Kevin"ujar Keyra menggoyang goyangkan lengan kiri Kevin.


"Ya nona"saut Kevin,ia melihat kearah nona mudanya itu.


"Kak aku bosen di rumah,jalan jalan yuk"rengek Keyra pada Kevin seperti anak kecil.


"Baiklah nona ayo jalan jalan ke taman kota tapi pakai mobil nona dulu ya,soalnya mobil saya ada di bengkel.Bagaimana nona?"ujar Kevin pada nona mudanya itu,Keyra langsung sumringah mendengar ajakan Kevin.


"Mau mau,ayo kita pergi sekarang kak"ujar Keyra dengan semangat langsung setuju,ia berdiri dari tempat duduknya dan langsung menarik tangan Kevin agar mereka segera pergi.


"Iya nona"ujar Kevin dengan sabar berjalan mengikuti Keyra yang masih menarik tangannya menuju ke arah mobil gadis itu,mobil nona mudanya itu masih terparkir di depan belum dipindahkan ke garasi oleh pelayan dan itu pasti atas perintah Keyra.


Keduanya masuk kedalam mobil tepatnya di kursi depan,Kevin berada di kursi pengemudi sedangkan Keyra berada disampingnya.Kevin menyalakan mesin mobil kemudian mulai menjalankannya menjauh dari bangunan utama kediaman Keluarga Pratama menuju kearah gerbang,pintu gerbang langsung dibuka oleh penjaga baru kemudian mobil yang keduanya tumpangi itu menambah kecepatan melaju menuju ke tempat tujuan mereka yaitu taman kota.