TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 65



"Tadi pagikan ayah udah bilang sama kamu,masa lupaan kamu jadi anak muda" jawab laki laki paruh baya itu,dia adalah tuan Hendri Galeo.


"Basa basi doang Yah,ae lah"ujar Gery pada Ayahnya.


Sedangkan tuan Galeo hanya menggeleng saja mendengar perkataan putra semata wayangnya itu,kini perhatian laki laki paruh baya yang penuh wibawa itu lebih terfokus pada salah satu remaja perempuan dibelakang putrinya.


"Terserah kamu sajalah nak,dan bagaimana kabar putri kesayangan papa Galeo hm.Tak punya niat melangkah kesini menyapa papa-mu ini?"ujar Tuan Galeo kepada remaja perempuan yang tengah diperhatikannya.


Keyra akhirnya melangkah dari tempatnya membuat teman temannya yang lain memperhatikannya,Key berdiri disebelah Gery kemudian masuk kedalam pelukan tuan Galeo yang sebelumnya sudah merentangkan tangan meminta pelukan.Mereka terlihat terkejut melihat Keyra yang nampaknya cukup dekat dengan ayahnya Gery.


"Apa kabar pa?"tanya gadis itu setelah pelukan sederhana itu berakhir.


"kabar papa baik,bagaimana denganmu putri kesayangan papa?beberapa waktu lalu papa dengar dari Gery,gitar kesayanganmu tak sengaja rusak.Sudah mendapatkan gantinya atau perlu papa belikan yang baru?"tanya tuan Galeo kepada Keyra,laki laki paruh baya itu memang sangat menyayangi anak gadis dihadapannya ini seperti putri kandungnya sendiri.


"Kabar Key baik pa,soal gitarku yang rusak tak masalah karena kakek sudah berjanji akan menggantinya dengan yang baru dan ditambah pelaku yang merusaknya juga sudah mengganti 2/3 harganya"jawab Keyra.


"Baguslah kalau begitu,jadi tak perlu papa belikan nih atau putri papa masih mau?"tanya tuan Galeo.


Keyra nampak tersenyum mendengar pertanyaan itu,berbeda dengan Gery yang mulai menampilkan wajah julidnya.


"Kalau papa mau membelikan yang baru untukku juga tak masalah,aku selalu bisa menampung beberapa gitar dikamarku"jawab Keyra antusias.


"Baiklah akan papa belikan gitar baru untukmu"putus tuan Galeo.


"Eh tidak apa apaan ini,ayah tidak bisa membelikan bocah ini gitar baru semudah itu.


Disaat putra kandung ayah sejak kemarin meminta sepatu basket terbaru namun tak dihiraukan,ini namanya tidak adil"cecar Gery langsung melayangkan protes kepada sang ayah.


"Kapan kamu meminta hal itu Gery,ayah tidak pernah dengar?"tanya tuan Galeo dengan kening sedikit berkerut karena tak pernah merasa putranya meminta sesuatu padanya belakangan ini.


"Nah kamu memintanya kepada bundamu bukan,bukan kepada papa jadi jangan salahkan papa akan hal itu"ujar tuan Galeo kepada putranya.


"Jadi kalau aku memintanya kepada ayah, ayah akan mau membelinya?"tanya Gery menatap penuh harap pada ayahnya.


"Tidak juga sih"jawab ayahnya Gery.


"Ayah ayolah,uang papa yang tersimpan dibrangkas bank itu tidak akan berkurang jika digunakan untuk membeli sepatu basket baru untukku"Gery mulai sedikit merengek kepada ayahnya,membuat Keyra disebelahnya menggeleng pelan melihat sahabat masa kecilnya itu.


*Ini orang gak takut apa image cool keren khas anak basket miliknya,seketika hancur karena yang lain melihatnya merengek begitu kayak bocah*batin Keyra.


Huf...Keyra menghela nafas pelan kemudian berkata kepada ayahnyanya Gery yang biasa dirinya panggil dengan panggilan papa itu.


"Pa,kumohon turuti saja permintaan pangeran kecil ini.Key gak mau ketenangan Key beberapa hari kedepan terganggu karena tingkahnya,jika papa tidak menuruti keinginannya"ujar Keyra kepada tuan Gelio,


Papanya Gery.


"Baiklah ayah akan membelikan sepatu mu itu berbarengan dengan gitar untuk Keyra,Gery"


Ujar tuan Gelio kepada Gery putranya.


"Yes!"Gery langsung melompat riang karena hal itu,kemudian merangkul pundak Keyra.


"Makasih ayah ganteng and tank's juga my litle princes"ujar Gery sambil mengusap usap pucuk rambut Keyra dengan gemas.


Namun itu tak berlangsung lama karena Keyra segera menepis tangan Gery dari kepala sekaligus melepaskan rangkulan cowok itu


"Jauhin tangan lo dari gue dan stop panggil gue kayak gitu"ujar Keyra.