
"Yaudah kalian mending sana pesen sarapan aja,belum pada sarapankan pasti?Lexa sama Rona juga,nanti kalian gak bisa konsentrasi belajar lagi kalau sampai gak sempat sarapan "suruh Tania kepada keempat gadis yang baru datang itu untuk pergi memesan makanan untuk sarapan.
"Aduh perhatian banget mbak Tania yang cantik ini,jadi sayang"ujar Rona.
"Tau tuh,gak kayak sitengil yang satu ini.Best friendnya datang bukannya disuruh sarapan malah disinisin,tukar tambah sahabat enak kali ya"sambung Lexa sambil melirik kearah Keyra yang sibuk menikmati sarapannya.
Merasa disindir,gadis itu langsung menoleh dan menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.
"Lo berdua udah gede bahkan lebih tua dari gue,jadi pasti udah bisa urus diri sendiri. Jangan manja"ujar Keyra,setelah itu ia lanjut makan lagi.
"Ye pas disindir gini aja baru mau bahas umur lo,biasanya gak rela banget lo setiap kita bilang kita lebih tua dari lo.Dasar bocil"ujar Rona berkomentar.
"Don't call me a small child"saut Keyra tanpa mengalihkan pandangan dari makannya.
"Menye menye"julid Rona
"Xa,sana pesenin kita makanan.Samain aja sama lo"pinta Rona yang beralih berbicara kepada Lexa.
"Ok"saut Lexa langsung beranjak dari tempatnya,menyusul kedua sahabat Tania yang baru saja pergi duluan yaitu Raya dan Rani.Sedangkan Rona sendiri,gadis itu memutuskan mengamati sekitar kantin sembari menunggu Rona kembali dengan membawa makanan untuk sarapan
Setelah puas mengamati sekeliling isi kantin yang sudah ramai,gadis itu kembali memusatkan penglihatannya kearah meja didepannya.
"Itu roti bakar punya siapa Key,Nia?"tanya Lexa kepada Keyra dan Tania.
"Itu roti bakar yang dipesan Keyra tadi"jawab Tania.
"Gue pesenin buat kak Kevin itu"ujar Keyra yang ikut berbicara.
"Emangnya siKevin bilang sama lo,kalau dia pengen sarapan sama roti bakar?"tanya Lexa kepada sahabatnya itu,Keyra terlihat menggelengkan kepalanya polos.
"Trus kenapa lo main pesenin aja,kalau nanti Kevin mau sarapan yang lain gimana?"tanya Lexa heran setelah melihat respon dari sang sahabat.
"Kak Kevin itu gak terlalu suka makan makanan berat buat sarapan,lagian kak Kevin mah bakal mau makan apa aja yang gue kasih"jawab Keyra santai,gadis itu terlihat meminum susu hangatnya sampai setengahnya setelah selesai menghabiskan salad buah yang menjadi menu sarapannya pagi itu.
Setelah beberapa menit kemudian Rona kembali bersama Raya dan Rani,disusul beberapa saat kemudian kedatangan Karen dkk dan Gery dkk termasuk Abel dan Maya tentunya serta Teo dkk.Tanpa adanya intruksi dari orang lain,Lexa langsung berinisiatif pindah duduk disamping Rona supaya Kevin bisa duduk disebelah Keyra,setelah Kevin duduk ditempat Lexa yang tadi barulah Keyra langsung menyodorkan piring kecil berisi roti bakar yang ia pesan tadi kepada Kevin.Dan benar saja,tanpa protes atau mengatakan hal apapun dengan senang hati Kevin terlihat menikmati memakan roti bakar itu.
"Cks Kevin aja yang lo pesenin Ra,gue enggak gitu?"tanya Gery yang melihat hal itu.
Keyra langsung menatap Gery dengan tatapan julid dan sinis abis
"Dih,siapa lo?"ujar gadis itu kepada Gery.
"Good friend of your childhood,emang kenapa?"saut Gery sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kenapa tuh mata ngedip ngedip gitu?mau gur congkel"ujar Keyra sinis.
"Dih kejam amat lo jadi cewek,gak like aku tuh"ujar Gery.
Keyra baru hendak bersuara tapi suara Kevin langsung mengalihkan fokusnya
"Keyra,ini minum kamukan?boleh aku minum?" tanya Kevin kepada Keyra sambil memegang botol air minum kemasan yang terlihat masih utuh itu.
"Ooh minum aja kak gak papa,emang buat kakak kok itu.Itu juga susu-nya juga diminum aja kalau mau"ujar Keyra,nada bicara gadis itu langsung berubah lembut dan hangat.Sangat berbanding terbalik saat berbicara dengan Gery tadi.
"Buset,langsung berubah 380° dong"komen Bayu.
"Emang gitu tuh si Ara,Bya.Pilih kasih banget orangnya,jadi sedih aku tuh"ujar Gery dengan nada sedih yang dibuat buat.
"Tutup mulut lo Ger,sebelum gue laporin lo ke dia sekarang juga.And stop manggil gue Ara,
I don't like it!"ujar Keyra dengan nada kesal.
"Iya iya gue diam"ujar Gery langsung.
Teman teman mereka yang lain yang duduk dimeja itu hanya diam saja tanpa berniat ikut dalam perdebatan kedua orang itu,mungkin mereka sudah mulai terbiasa melihat kedua orang yang hampir setiap bicara satu sama lain itu pasti berujung debat.Entah kenapa itu selalu terjadi,dan lagi terkadang topik perdebatan keduanya kurang dimengerti oleh yang lain.