TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 78



"Minum dulu biar hati dan otak lo yang lagi panas itu jadi dingin"ah itu Gery yang datang menghampiri Keyra.


"Tau aja lo,kalau gue lagi butuh pendingin hati dan otak"ujar Keyra langsung menerima minuman dingin yang dibawa oleh Gery dan langsung meneguknya sampai habis setengahnya.


"Taulah,orang lo baru aja ngobrol empat mata sama musuh seumur hidup lo"ujar Gery yang kini sudah duduk disebelah Keyra.


Keduanya kini tengah berada diatap bagunan kantin sekolah dan duduk bersebelahan ditepi atap sekolah dengan kaki yang diselonjorkan kebawah,buat yang fobia ketinggian sih jangan dicoba coba nih adegan.


"Lo sama dia bicarain apa aja sampai sampai itu bocah balik kekelas udah kayak mau nerkam orang aja?"tanya Gery setelah beberapa saat kemudian.


"Biasa bahas masalalu,dia nyuruh gue buat gak terpaku ke masa lalu dan fokus kemasa depan aja.Sok iya bangetkan?"ujar Keyra menjawab pertanyaan Gery.


"Coba ceritain full versionnya,gue mau denger"pinta Gery.


Keyrapun menceritakan semuanya tanpa ada yang dikurangi dan ditambahi tentang percakapannya dengan Karen beberapa saat yang lalu kepada Gery.


Sedangkan Gery diam menutup mulut hanya mendengarkan selama Keyra gak bercerita.


"Gue bisa ngertiin kalau dia emang punya niatan mau minta maaf lagi sama lo,tapi kalau bagian yang dia ngancem Kevin sih?gue juga gak setuju sama itu,gak gentle man banget jatuhnya"itulah komentar yang diberikan Gery setelah mendengar cerita Keyra.


Keyra menghela nafas berat dan meminum minuman dinginnya kembali


"Padahal sejak awal kita disini dan ternyata satu kelas,gue udah sekuat tenaga buat bersikap senormal mungkin setiap gue ngeliat keberadaan dia Ger.Padahal didalam hati gue bener bener muak.Andai aja gue gak terlanjur janji sama kakek gue buat mencoba menghadapi masa lalu dan gak lari lagi kayak sebelum sebelumnya,mungkin setiap gue ngeliat dia pasti selalu ada kekacauan yang terjadi"Keyra mengeluarkan keluh kesahnya.


"Gue sendiri juga gak tau Key,kenapa itu bocah makin bertambah umur makin kayak orang bodoh dan semakin gak berprinsip.Nyesel gue dulu milih buat berada dibarisan netral diantara masalah lo berdua, seharusnya langsung aja gue hajar dan getok itu kepalanya.Siapa tau saraf otak yang kegeser,bener lagi"


ujar Gery.


"Yang ada lo langsung dituntut sama sibrengsek itu,lo soalnya ngelecetin  calon penerusnya"ujar Keyra.


"Iya juga sih,meski bapak lo lebih nganggap gue anaknya dari pada lo" ujar Keyra yang langsung membuat Gery mencibir.


"Cks,bangga amat lo jadi anak mantan terindah bokap gue.Heran gue kenapa dulu nyokap gue mau nerima bokap gue ya,padahal kayaknya bokap gue gak bisa berhenti 100% sama mantan terindahnya"celetuk Gery.


"Jelas diterimalah.Lagian nyokap lo juga gak kalah bucin sama mantan terindah bokaplo itu"ujar Keyra.


Gery sendiri mau tak mau harus mengakui hal itu,soalnya nyata adanya yang dibilang Keyra.


"Btw gara gara nyisulin lo,gue harus boong keguru kalau kita izin ada perlu dan ketinggalan pelajaran juga gue jadinya.Ayo ucapkan terima kasih kepada seorang tuan muda Gery Galeo"


pinta Gery kepada Keyra.


Akankah seorang Keyra akan mau melakukannya?oh tentu tidak.


"Dih ngapain ngucapin terima kasih.


Lagian lo aja suka yang namanya bolos,cuma selama di Galaxy aja belum keliatan.Lagian lo dikelaspun kalau gak molor palingan ngotak ngatik hp sambil ngobrol sama temen temen lo,gak ada tuh istilah memperhatiin guru"ujar Keyra telak dan tepat sasaran kepada Gery.


"Kok lo tau sih kegiatan rutin harian gue dikelas?wah jangan jangan lo memperhatiin pangeran tampan ini dari jauh ya?"ujar Gery dan sempat sempatnya mengedipkan sebelah matanya kepada Keyra sehingga membuat gadis itu ingin muntah melihatnya.


"Dih geer sekali pangeran kodok ini.


Gue bisa nebak karena kita satu spesies kalau dikelas"tandas Keyra.


"Wah nona muda Pratama ternyata sadar diri"