
"Ckckck...sombong amat sih lo,lo emang gak kangen sama sahabat kecil lo yang ganteng ini Key?"tanya Gery lagi kali ini sambil tangannya merangkul Keyra,namun langsung di singkirkan oleh Kevin saat itu juga.
"Eh maaf bro,gue kira lo gak disini bro.Apa kabar Kevin?lama gak ketemu"Sapa Gery kali ini pada Kevin.
"Baik,jangan pernah menyentuh nona muda sedikitpun!itu peringatan!"ucap Kevin tegas sambil menatap tajam Gery.
"Iya iya,posesif amat gak berubah dari dulu"ujar Gery.
"Panggilan lo juga masih sama aja Vin,pasti Key udah capek bujukin lo biar gak panggil dia kayak gitu"ucap Gery pada Kevin,Gery melihat sekelilingnya dan tanpa sengaja penglihatannya tertuju pada seseorang yang tampak acuh pada sekitarnya ia terkejut dengan keberadaan orang itu.
"Wah wah wah,kelihatannya hari ini memang hari yang sangat istimewa ya"ujar Gery sambil tersenyum.
"Ger,jangan mengganggu waktu makan malam orang deh"ucap Maya mencoba menghentikan Gery yang sedari tadi berbicara tak jelas.
"ini kejadian yang sangat mengejutkan bagi gue malam ini,melihat dua orang yang sudah bertahun tahun bersikap saling tidak mengenal satu sama lain bahkan tidak bersedia ada di satu gedung yang sama malam ini terlihat di satu tempat bahkan menggunakan meja yang sama saat ini"ujar Gery tersenyum penuh arti,semua orang dimeja itu menyergit tak mengerti maksud perkataan gery itu.Siapa dua orang yang dimaksud oleh Gery itu yang sudah mengenal sejak lama tapi pura tidak mengenal siapa.
"Rendra gue gak nyangka lo juga ada disini dari tadi,kenapa gue baru sadar ya?"ucap Gery yang terus bicara tanpa henti.
"Rendra siapa?disini gak ada yang namanya rendra woi!"seru Haikal.
"Siapa bilang,itu Renda"jawab Gery menunjuk kearah Karen yang sedari tadi diam,
Sadar dirinya yang ditunjuk Karen menatap tajam kearah Gary dan mukanya memperlihatkan ketidak sukaan.
"Nama dia Karen woi!bukan Rendra"ujar Rani membenarkan.
"Mungkin dia salah tunjuk kali Ran"ucap Teo.
"Siapa bilang gue salah tunjuk?gue nunjuk kearah yang bener kok,benerkan Rendra atau sekarang mungkin temen temen lo,lebih kenal lo sebagai Karen"ujar Gary semirik.
"Mau lo apa sih,jangan cari masalah disini?"ucap Karen membuka suara,sudah cukup bagi Karen diam sejak tadi.Sebenarnya ia tidak ingin terlibat dengan obrolan Gary dari tadi tapi lama lama cowok itu bisa semakin meresahkan dan ceplas ceplos jika jika dibiarkan saja.
"Gue gak cari masalah Rendra atau mungkin gue panggil lo Kevin aja biar sama kayak yang lain,gue cuman mau bilang kalau kita itu saling kenal sejak lama,lama banget bahkan"jawab Gary santai.
Disisi lain Keyra masih tidak peduli dengan sekitarnya,ia masih saja tenang menyantap makanannya yang hampir habis karena ia tidak suka jika berbicara saat makan.
"Bukan cuma gue tapi juga Key..."
Tang...Brak...suara sendok dan garpu diletakkan dengan kasar disusul suara meja yang dipukul dengan keras memotong perkataan Gary,semua yang ada dimeja itu kaget dengan hal itu bukan hanya mereka tapi penghuni kantin yang lain yang ada disekitar mereka juga melihat kejadian itu.
Semua orang menatap pelaku yang memukul meja itu dengan keras yang tidak lain adalah Keyra,Keyra yang sedari tadi diam yang melakukannya.Keyra berdiri dari kursinya lalu menarik kerah Gery hingga cowok itu juga ikut berdiri,hal itu langsung menjadi pusat perhatian.
"Gue udah diem dari tadi,kenapa mulut lo gak mau berhenti ngoceh HAH?!!!lo tau pasti gue gak suka ada keributan kalau gue lagi makan Gary!!!"Ujar Keyra dengan emosi.
"wah gila ada yang ribut"
"baru dua hari loh"
"lah bukannya yang cewek girl bos sekolah kita ya?"
"yang cowok kan pentolan sekolah kita"
"WOI LO PADA BISA DIEM GAK"teriak Lexa pada para murid yang mulai berbisik bisik siluman gak jelas.
"Gue gak mau cari masalah kok Key,masa gue berani cari masalah sama lo serius deh"ujar Gary mengangkat dua jarinya,ia sedikit ngeri melihat raut wajah Keyra yang tidak ramah sama sekali seakan ingin memakannya hidup hidup.
"Key jaga emosi lo"ujar Lexa pada Keyra.
"ingat ini baru hari pertama"lanjutnya.
Huf...Keyra menghela nafas berat mencoba menahan emosinya,bener kata Lexa ia gak boleh sampai membuat keributan di hari pertama disini.Ini bisa jadi masalah kalau sampai dicontoh oleh murid yang lain,
Keyra melepaskan tangannya dari kerah baju Gary.
"Kali ini gue bakal biarin,berhenti ngoceh tentang hal hal yang gak penting Kak meskipun lo tau banyak hal"ujar Keyra pelan sambil menatap Gary,kemudian beranjak pergi dari tempat itu namun sebelum itu ia mengatakan sesuatu yang membuat Gary sedikit kalang kabut.
"Ngomong ngomong,gue pastiin malam ini lo dapat telpon dari dia"ujar Keyra tersenyum licik lalu pergi.
"Hah maksudnya?"setelah beberapa detik Gary baru ngeh apa maksud Keyra
"YA..KEY JANGAN NGADU WOI"teriak Gary kencang namun tak diacuhkan Keyra yang sudah keluar dari daerah kantin.
"Kenapa bos?"tanya Putra melihat Gary yang mendadak kalang kabut.
"Nasib gue Put,bisa apes gue malam ini kalau bener bener dia nelpon"jawab Gary tapi mereka semua yang ada dimeja itu gak ada yang paham.
"Gimana dong ini?"gumam Gary.
"Sumpah gue gak ngerti maksud lo bos,gawat apaan sih?"tanya Arga yang juga tidak paham.
"Ah bodoh lah,gue cabut dulu"ucap Gary langsung cabut dari sana.
"Bos kenapa kita ditinggal?!"seru Putra dan langsung menyeret Arga untuk menyusul Gary yang meninggalkan mereka.
"Sumpah gue dari tadi gak ngerti omongan Gery sejak awal,kalian tau gak yang dia omongin apaan?"tanya Dion bingung,yang lain-Kevin+Karen menjawab dengan gelengan yang artinya mereka juga gak paham.Makanya mereka sejak tadi gak terlalu bersuara karena mereka sama sekali gak paham konteks dasarnya.
"Karen lo pasti paham kan?"tanya Dion kali ini pada Karen.
"Ini gak penting,buat kalian pahamin"jawab Karen singkat.
Kevin meminum air minumnya sampai habis,tanpa berkomentar sedikit pun.Ia baru sadar kalau Keyra meninggalkan kantin sendirian dan ia berniat hendak menyusulnya sekarang.
"Kevin!"panggil Karen menghentikan pergerakan Kevin.
"Lo mau nyusul diakan?"
"Hm.."
"Pastiin dia balik asrama dengan aman"pesan Karen.
"Saya pasti menjaganya tanpa anda suruh sekalipun"ujar Kevin datar sambil melihat Karen sebentar lalu pergi ke tujuan awalnya mencari dan menyusul keberadaan Keyra.