TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 43



"Apaan banget pertanyaannya"komen pemuda itu setelah membaca pertanyaannya.


"Ayo Teo baca yang keras supaya teman teman kamu bisa tau isinya"suruh pak Anton.


"Pilih Yang Mana?Jomblo Seumur hidup Gak Punya Pasangan Atau Nikah Sama Seseorang Yang Paling Sering Bikin Kamu Darah Tinggi?Pilih Satu!"Teo tulisan yang berupa pertanyaan itu dengan suara keras supaya teman sekelasnya dapat mendengarnya.


"Hahaha...pas banget tuh buat lo kawan"ujar Haikal dari tempat duduknya.


"Sialan lo"umpat Teo lupa kalau saat ini ia sedang berada didalam kelas dengan wali kelas yang tengah berdiri disebelahnya.


"Eh maaf pak,tadi saya kelepasan"ucap Teo kepada pak Anton sesaat setelah ia mengingat posisinya saat ini.


"Sudah sudah,ayo Teo pilih jawabanmu sekarang"suruh pak Anton.


"Saya pilih pilihan yang nomor dua lah pak. Dari pada saya jomblo seumur hidup gak punya pasangan,mending punya pasangan yang bikin saya darting aja"jawab Teo tanpa ragu.


"Kenapa kamu pilih jawaban yang nomor 2,padahal resikonya bikin kamu darah tinggi?" tanya pak Anton


"Ya walaupun gitu,seenggaknya saya gak iri pak liat orang lain punya pasangan dan hidup saya gak bakal sepi pak.Soal darting mah gampang,saya tinggal belajar sabar dari Kevin aja biar gak darah tinggi"ujar Teo.


"Kenapa dari Kevin?"tanya pak Anton.


"Soalnya Kevin dari dulu sabar banget pak ngadepin tingkah Keyra yang kek setan"jawab Teo seadanya.


Hahaha....suara tawa langsung terdengar dari murid murid kelas utama khususnya para sahabatnya Keyra.


"Heh!nama gue kok lo bawa bawa juga sih, padahal gue diem aja?!"protes Keyra dari tempat duduknya yang ada dibarisan paling belakang,ia protes kenapa namanya sampai dibawa bawa padahal dia diem aja dari tadi.


"Emang kenyataan sih itu kayaknya"ujar Lexa


"Liat ekspresi Kevin aja gak berubah,itu artinya bener"ujar Garry ikut ikutan.


Mendengar itu Keyra sontak langsung menoleh kesamping tepatnya kearah Kevin yang duduk disebelahnya,menyadari nona mudanya itu tengah memperhatikan raut wajahnya Kevin langsung menghindar dan pura pura melihat kearah lain.Keyra langsung mendengus pelan karena sebal,yang dikatakan Garry itu keliatannya benar.


"Baiklah Teo sudah cukup,ayo duduk ke kursimu kembali sebelum kamu membuat pasangan lain bertengkar" ujar pak Anton sedikit bercanda dan Teo langsung mengikuti ucapan wali kelasnya itu.


"Baiklah selanjutnya Keyra,ayo maju dari pada kamu kesal kayak gitu"ujar pak Anton meminta Keyra untuk maju.


Dengan mood yang udah rada rada gimana, Keyra terpaksa maju kedepan dan langsung mengambil satu lipatan kertas didalam kotak itu tanpa menunggu disuruh dulu oleh wali kelasnya itu.Teman sekelasnya pun menunggu dengan rasa penasaran,apa yang akan ia dapatkan.


"Sebutkan Dua Nama Yang Menurut Kamu Paling Penting Serta Alasannya"Keyra membaca isi yang tertulis pada kertas yang ia ambil itu.


"Mau menjawabnya Keyra?"tanya pak Anton


"Tentu saja pak,kenapa bapak nanya gitu seolah saya tak akn menjawab?"saut Keyra.


"Ya biasanya ada tipe orang yang tak suka membahas seperti ini secara langsung kepada orang lain"ujar pak Anton.


"Saya akan menjawabnya,dua nama yang terpenting dalam hidup saya yaitu kakek Hendrik Pratama dan kak Kevin"jawab Keyra tanpa ragu.


"udah tertebak sih ini"


"ini pertanyaan kalau gak dijawabpun pasti orang udah pada tau jawabnnya"


"nama Kevin disebut gak tuh"


Komen teman teman sekelasnya.


"Alasannya?"tanya pak Anton.


"Alasannya adalah karena kakek saya adalah keluarga saya satu satunya yang selalu merawat saya sampai saat ini,sedangkan kak Kevin teman sekaligus sosok yang selalu ada kapan aja saat saya butuh tanpa diminta"jelas Keyra,raut wajah gadis itu langsung terlihat sangat serius saat ini.


Prok...prok...prok...suara tepuk tangan pak Anton diikuti beberapa teman sekelas


"Jawaban yang bagus Keyra,silahkan duduk" ujar pak Anton.


"Baik pak"jawab Keyra langsung kembali ketempat duduknya yang ada dibarisan paling belakang.


"Baiklah,yang selanjutnya Kevin.Karena nama kamu sempat disebut oleh Keyra"ujar pak Anton kali ini memanggil Kevin untuk kedepan.


"Sebutkan satu alasan kamu untuk bertahan jika berada dalam situasi buruk"Kevin membaca tulisan itu datar tanpa intonasi.


"Aduh dingin bapak jadinya denger kamu baca Vin Vin"ujar pak Anton.


"Sekarang ayo jawab"suruh pak Anton.


Kevin diam tak langsung menjawab ia terlebih dahulu menepatkan pandangan matanya kearah seseorang yang duduk disamping jendela tepat disebelah bangkunya.


"Keyra"jawab Kevin masih dengan tampang minim ekspresi.


"Aduh ditatap dulu dong orangnya"


"jadi saling ngerasa penting dihidup masing2"


"bisa pas gitu ya dapet pertanyaannya"


"Nada datar tapi tatapan dalam bro"


langsung terdengar komen teman teman sekelas.


"Aduh aduh,ayo jujur kalian ini pacarankah?"tanya pak Anton dengan muka julid.


"Gak pak"jawab Kevin dan Keyra sama sama menatap datar wali kelas mereka itu.


"Aduh kompak banget jawab sama natap datar bapak kayak gitu,bapak kok jadi takut ya"ujar pak Anton.


"Tapi masa gak pacaran?"lanjut pak Anton masih dengan wajah julidnya.


"Saya sama kak Kevin itu gak mungkin pacaran pak,lagian kita lebih cocok jadi kakak adik"ujar Keyra.


"Benar"ujar Kevin langsung berjalan untuk kembali ketempat duduknya meski belum disuruh.


*Kakak adek zone inimah,tapi kok saya gak yakin ya*batin pak Anton.


*Aduh Anton sadar kamu itu guru sekarang, jangan julid*masih dalam batin pak Anton, wali kelas kelas utama itu langsung menepuk nepuk kepalanya sendiri.Membuat para muridnya heran dengan tingkah aneh wali kelas mereka itu.


"Pak,bapak gak kesambetkan?"tanya Teo


"Gak bapak gak kesambet"saut pak Anton langsung sadar dari pemikiran julidnya.


"Ekhem,ayo selanjutnya Garry"ujar pak Anton melanjutkan memanggil nama muridnya yang selanjutnya untuk melanjutkan game kotak pertanyaan dan tantangan itu.


"Sebutkan hal iseng yang paling suka kamu lakuin ketemen temen sekelas kamu"Garry membacakan isi kertas yang ia dapatkan.


"Ayo garry silahkan dijawab"pinta pak Anton.


"Hal iseng ya,saya suka iseng godain temen temen kelas yang saya tau rahasianya pak"jawab Garry.


"Jawaban kamu kok rada rada bikin bapak kepo ya"komen pak Anton.


"Bapak aja yang kepoan kali"ujar Garry


"Tapi emangnya ada murid murid kelas ini yang punya rahasia rahasiaan?"tanya pak Anton.


"Ada pak,banyak pak.Tapi yang paling besar dua sih pak"jawab Garry.


"Apa tuh spil dong"pinta pak Anton


"Ayo spil spil"


"Jangan woi,kalau yang dispil rahasia lo gimana"


"lah iya"


"udah spil aja,jangan bikin anggota penasaran"


"Gak deh pak,gak baik nyebar rahasia orang"tolak Garry.