TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 19



"Key tadi lo nolak ditawarin ice cream sama Rona katanya kayak bocah,lah kok Kevin yang ngasih mau?"tanya Lexa.


"Siapa bilang gak mau?"tanya balik Keyra.


"Tadi"jawab Lexa


"Gue gak bilang gak mau cuman bilang,kalau gue bukan bocah yang ditawarin ice cream langsung mau"ujar Keyra.


"Kok gue tambah gak paham sama maksud lo sih"ujar Lexa semakin bingung dengan jawaban yang Keyra berikan.


"Bingung kenapa?"tanya Keyra.


"Jadi lo mau dikasih ice cream atau enggak?"tanya Rona


"Mau tapi jangan satu kayak kak Kevin"jawab Keyra.


"Lah terus berapa,dua?"tanya Rona,Keyra menggelengkan kepalanya.


"Tiga?"tanya Lexa ikut bertanya,namun dijawab gelengan lagi oleh Keyra.


"Trus mau lo berapa sih?"tanya Rona mulai kesal.


"Sepuluh"jawab Keyra dengan enteng sambil mengangkat tangannya membuka sepuluh jadinya memberi isyarat.


"Hah!sepuluh banyak banget!"ujar Lexa kaget.


"Apanya yang banyak itu dikit tau,itu aja hampir gak cukup buat sehari"ucap Keyra.


"Iya deh nanti kita beliin,tapi jangan ngambek lagi lo!"saut Rona.


"Yey..,nah gitu dong"ujar Keyra girang seperti anak kecil yang baru dijanjikan akan dibelikan hadiah oleh orang tuannya.


Semua teman temannya yang ada dimeja itu menatap dirinya dengan ekspresi yang berbeda beda dan saling membatin.


*pantesan dibilang bocah*


*gue kira tadi emang gak mau dibeliin ice cream,eh taunya kurang banyak*


*semoga kamu terus bahagia kayak gini*


*untung saya yang beliin pertama kalau gak dompet saya bisa jebol*


*gak mau dibilang bocah tapi tingkahnya kek bocah*


Kring...kring...kring....bunyi bel kembali berbunyi


"Jam istirahat udah habis aja"ujar Bayu mendengar bel tanda jam istirahat udah habis.


"Iya gak kerasa,cepet banget"saut Haikal.


"apanya yang cepet ini udah 45 menit lo kita istirahat,palingan karena kita ngobrol dari tadi makanya gak kerasa"ujar Teo.


"Bener juga sih"ucap Haikal


"Ini kalian mau pada ke kelas atau gimana?"


Tanya Rani pada semuanya.


"gue mau ke rooftoof sekolah aja deh ngadem,lagian dikelas juga belum ada kegiatan.Kalian?"jawab Dion kemudian bertanya balik.


"Gue balik ke kelas mungkin,mau ngegame online"ujar Teo.


"Gue ikutan dong,nanti kita mabar"ucap Bayu.


"Gue juga ikutan dong?"ujar Lexa yang juga ingin ikutan mabar dengan Bayu dan Teo.


"Wah meragukan seorang Lexa,jangan salah gue itu salah satu pemain game cewek terbaik di IAS tau gak"jawab Lexa,ia tidak suka kemampuannya diremehkan oleh orang lain.


"Yang dibilang Lexa bener Bay,lo belum tau aja dia kalau main game kayak gimana,udah kayak orang kerasukan dia mah"ucap Teo pada Bayu.


"Kalau gitu,oke lah"ujar Bayu yang setuju Lexa ikut gabung mabar bareng mereka.


"Gue sama Key mau keruang musik sih,mau liat liat"ucap Rona mengatakan tujuannya dengan Keyra dan Keyra mengangguk mengiyakan.


Setelah menentukan mereka semua akan kemana,mereka berpencar meninggalkan kantin dan pergi menuju tujuan masing masing.Rona,Keyra berjalan menuju ruang musik seperti yang mereka bilang tadi,sebenarnya bukan hanya mereka karena Kevin juga ikut dengan keduanya tepat dibelakang mereka.


"Key,itu Kevin gak papa ikut sama kita?"tanya Rona berbicara dengan pelan pada Keyra agar Kevin tidak mendengarnya.


"Emangnya kenapa?,lagian kak Kevin juga yang mau ikut"ujar Keyra ikut berbicara pelan.


"Gak papa sih,cuman aneh aja gitu kita kayak punya pengawal tau gak dibelakang"jawab Rona.


"Enak aja kak Kevin dibilang pengawal"saut Keyra tak terima Kevin dibilang pengawal oleh Rona.


"Eh sorry,maksud gue kitakan nanti diruang musik belum tentu sebentar bisa aja lama nah takutnya kak Kevin bosen gitu"jelas Rona.


"Oh gitu,gak papa kak Kevin gak bakal bosen kok tenang aja"ujar Keyra.


"Kenapa lo yakin banget?"tanya Rona.


"Lo gak liat kak Kevin bawa buku ditangannya,


Jadi kak Kevin gak bakal bosen soalnya palingan nanti pasti dia baca buku nanti"jawab Keyra.


Rona yang mendengar itu reflek menoleh kebelakang sebentar lalu kembali melihat ke depan lagi.


"Bener ternyata"ujar Rona setelah memastikan bahwa memang benar Kevin memang membawa sebuah buku bacaan ditangannya saat ini.


Kevin yang sedari tadi berada dibelakang Keyra dan Rona mengikuti keduanya,


Sebenarnya menyadari tingkah kedua gadis itu yang sedang berbicara sambil bisik bisik sambil berjalan itu.Tapi Kevin tidak mengetahui apa yang Keyra dan Rona bicarakan,karena kedua gadis itu berbicara sambil berbisik.


"Nah kita sampai"ujar Keyra berhenti didepan sebuah pintu masuk sebuah ruangan.


"Coba buka Key,pintunya gak dikunci kan?"tanya Rona memastikan.


"Enggak kok"jawab Keyra,memutar knop pintu untuk membuka pintu itu dan benar saja pintu itu langsung terbuka.


"Yuk masuk"ajak Keyra melangkahkan kakinya terlebih dahulu masuk keruang musik,


Rona dan Kevin mengikutinya masuk kedalam ruangan.


"Wah..!"komentar Rona kagum,mulutnya sedikit terbuka melihat kondisi ruang musik sekolah mereka yang sangat keren dan menakjubkan.


Sama halnya dengan Rona,Kevin juga memandangi seisi ruangan dengan kagum walaupun tidak terlihat di ekspresi wajahnya tapi dalam hati ia memuji penampilan ruangan itu.Kevin berjalan menuju sebuah kursi didekat dinding ruangan dan duduk disana lalu membuka buku bacaan yang dia bawa dari tadi,tak butuh waktu lama pemuda itu sudah hanyut dalam dunianya sendiri fokus pada setiap kata yang tercetak di lembaran buku.


"Gila alat musik disini gak kalah lengkap sama di IAS"Gumam Keyra,memandangi berbagai macam alat musik yang tertata rapi dan juga ruangan musik ini termasuk luas.


"Gue gak nyangka kalau isi ruang musik di sekolah ini gak kalah bagus dibanding IAS"ujar Rona,tangannya langsung bergerak mengambil sebuah gitar akustik berwarna coklat muda dan langsung duduk disalah satu kursi disana lalu mulai memetik senar gitar yang ia pegang.


Jreng...jreng...jreng....


"Gue juga"ujar Keyra,jika Rona memilih memainkan gitar maka Keyra memilih untuk menghampiri sebuah biola berjenis klasik yang ada disalah satu sisi ruangan.


Ia duduk disalah satu kursi dan mulai mengesek senal biola yang diletakkan dipundak kirinya dengan penuh fokus dan sangat lihai.Terbukti dari alunan nada dan melodi yang terdengar dari hasil gesekan pada senar biola yang sedang ia mainkan itu.


Sekarang Ketiga remaja yang ada di ruangan musik itu benar benar hanyut dalam dunia mereka masing masing.Rona dengan gitar ditangannya,Keyra dengan biolanya,serta Kevin dengan buku bacaannya.