
*Benar kata nona muda sejak dulu,kalau mulut tuan muda keluarga Galeo itu memang berbahaya dan rawan memancing keributan serta bocornya rahasia*ucap Kevin didalam hatinya,sambil mengamati tingkah laku sahabat kecil nona mudanya itu.
~Skip~
Pagi hari dihari senin lingkungan asrama siswi maupun siswa terlihat sangat sibuk dan sedikit berisik,hal ini dikarenakan semua murid sedang bersiap siap untuk ke area sekolah secepat mungkin untuk apel pagi dihari senin serta memulai hari pertama dimana mereka akan kembali belajar seperti biasanya lagi.
"Kapan nyampenya kak?"tanya Keyra yang baru keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan seragam sekolah lengkap,ia menyadari kalau rekan sekamarnya ternyata sudah datang.
"Baru dek,pas lo masih didalam"jawab Tania yang terlihat menyiapkan seragam sekolah nya sendiri.
"Ooh"ujar Keyra membulatkan mulutnya.
"Dek itu di atas meja gue ada roti yang gue bawa dari rumah,ambil aja kalau mau buat sarapan"ujar Tania menunjuk kearah meja belajarnya.
"Wih enak tuh keliatannya,kalau ambil dua boleh kak?buat kak Kevin"tanya Keyra sambil melihat lihat roti berbagai macam rasa yang dibawa Tania,jumlahnya cukup banyak.
"Ambil aja seberapa lo mau dek,gue mau mandi dulu"jawab Tania yang terlibat buru buru masuk kedalam kamar mandi.
Sepertinya gadis itu takut terlambat nanti jika ia terus mengulur waktu apalagi saat ia kembali ke asrama tadi,sudah ada beberapa siswi yang sudah siap berangkat sekolah terlihat lalu lalang di koridor asrama.
Setelah mendapat persetujuan dari Tania, Keyra langsung saja memilih tiga buah roti dengan masing masing merupakan rasa coklat,vanila,dan keju padahal tadi dia bilang cuma minta dua.Dua diantaranya yaitu yang rasa Vanila dan Keju ia masukkan kedalam tas gitar miliknya sedangkan yang satu lagi rasa coklat, ia keluarkan dari bungkusnya lalu langsung ia lahap kedalam mulutnya.
Tap...tap...tap...Keyra melangkahkan telapak kakinya yang sudah terpasang sepatu sedikit kuat gunanya sih katanya buat mastiin sepatunya sudah terpasang nyaman dan pas dikedua belah kakinya,setelah itu meraih tas tempat gitar miliknya tersimpan kemudian mengenakannya dipunggung.Keyra beranjak keluar dari kamar asramanya setelah meninggalkan pesan ke Tania, sebenarnya ia ingin menunggu rekan sekamar sekaligus satu kelasnya itu untuk berangkat bersama tapi apa daya ia pagi ini sudah memiliki pekerjaan kecil yang harus diurusnya.
Tak berselang lama setelah Keyra keluar dari kamar asrama,Tania terlibat keluar dari kamar mandi dengan sama seperti Keyra tadi yaitu sudah menggunakan seragam sekolah lengkap.Gadis itu melihat kondisi kamar yang sepi,ia langsung menduga kalau Keyra sudah berangkat duluan.
Tania melihat keatas meja belajar miliknya dan menemukan sebuah sticky note disana dan dari nama yang tertera disana itu dari Keyra,bunyinya:
...*Kak gue berangkat duluan ya soalnya ada urusan jadi sorry gak nunggu lo and btw tanks buat rotinya gue ambil tiga jadinya gak jadi dua hehehe*😁...
*From:Keyra yang paling kece*.
Tania terkekeh pelan membaca isi sticky note itu,setelah itu ia memilih melanjutkan kegiatannya bersiap segera ke sekolah.
~Disekolah~
Keyra melangkah dengan semangat menelusuri jalanan beton penghubung asrama dan gedung utama sekolah yang di kelilingi pohon lindung dan beberapa tanaman bunga.Dengan tas gitar yang disandang dipunggung nya serta satu tangan yang ia masukkan disaku almamaternya,
Keyra terlihat sangat cantik ditambah ban yang melingkar di lengan kanan atasnya menambah karisma dan pesonanya.
Ban yang dimaksud bukan ban untuk kendaraan bermotor ya kawan kawan tapi ban yang terbuat dari bahan sejenis kain yang tebal yang biasanya dipakai oleh kapten tim olahraga seperti basket atau sepak bola, bedanya yang dikenakan Keyra ukurannya sedikit lebih lebar.Ban yang dikenakan Keyra di lengan kanan atasnya bukanlah ban biasa tapi itu adalah atribut khusus yang hanya boleh dikenakan ketua seluruh siswa IAS(sekolah seni) yaitu jabatan yang hampir sama dengan ketua OSIS disekolah biasa tapi wewenangnya sedikit lebih luas,Ban itu memiliki warna dasar hitam dengan corak gambar berbagai alat musik yang dibuat menggunakan benang warna warni serta tepat di bagian tengah terdapat logo mahkota berwarna emas yang cukup besar sebagai simbol pemimpin.
Sebenarnya semua anggota organisasi utama siswa/i memiliki ban seperti itu juga hanya logonya saja yang menjadi pembeda,contoh nya;ban lengan milik wakil ketua pertama yang berlogo mahkota perak dan milik wakil ketua kedua yang berlogo mahkota perunggu lainnya.
"pagi juga"
"Selamat pagi Leader"
"pagi"
"Hai Queen,makin cantik aja diliat liat"
"kalian bisa aja,kalian juga makin kece aja"
Sapaan demi sapaan Keyra dapatkan saat sudah memasuki area utama sekolah,umum nya semua sapaan itu ia dapatkan dari rekan rekan satu seragam dengannya dan tentunya ia dengan senang hati membalas semua sapaan yang diberikan kepadanya itu baik dengan menyapa balik atau sekedar memberikan senyuman.
Keyra memasuki ruangan kepala sekolah Angkasa Internasional High school karena ada sesuatu yang harus ia urus disana.
"Pagi pak kepsek"sapa Keyra kepada kepala sekolahnya.
"Pagi juga Keyra"sapa balik pak kepsek.
"Coba bapak tebak,pasti kamu kesini mau mengambil berkas untuk tuan Pratama bukan?"ujar pak kepsek menebak tujuan salah satu muridnya itu datang ke ruangannya.
"Wah tebakan bapak benar,kok bapak tau sih padahal saya belum bilang?"tanya Keyra kepada pak kepsek.
"Jelas bapak tau,tuan pratama menghubungi saya kemarin.Beliau meminta mulai bulan ini semua laporan sekolah dan yayasan semuanya diberikan kepadamu"jelas pak kepsek menjawab pertanyaan sang murid.
"Ini berkasnya"ujar pak kepsek langsung menyerahkan beberapa map berisi berkas yang dimaksud kepada Keyra.
"Terima kasih pak"ucap Keyra langsung menerima semua map yang diberikan kepala sekolahnya itu kemudian memeriksa semuanya apa sudah lengkap.
"Oh iya Keyra bisa bapak titipkan dua berkas yang lain juga,bukankah kalian bertiga satu kelas soalnya kedua pemegang yayasan yang lain meminta untuk dititipkan kepada pewaris mereka juga?"tanya pak Kepsek kepada Keyra.
"Maaf pak tidak bisa,saya tidak membawa tas sekolah untuk menyimpan semua berkas yang bertumpuk itu.Tapi bapak tenang saja saya nanti akan menyampaikan ke mereka supaya menjemputnya kesini"ujar Keyra
"Ah baiklah kalau begitu terima kasih,lagi pula kamu ini aneh aneh saja masa seorang murid ke sekolah gak bawa ta.Terus kamu bawa bukunya gimana?"tanya kepala sekolah sedikit heran.
"Sayakan sekolah seni jurusan musik pak,jadi hal yang utama yang saya bukan tas isi buku tapi alat musik kayak gini"jawab Keyra sambil menunjuk tas gitar di punggungnya.
"Ada benarnya juga sih"gumam pak kepsek merasa jawaban muridnya itu tak salah.
"Jelas benarlah pak,kalau begitu saya permisi pak"pamit Keyra sedikit membungkuk tanda hormat kemudian langsung beranjak meninggalkan ruangan kepala sekolah.