
"Enggak siapa juga yang naksir,gue cuman penasaran aja soalnya Kevin itu orangnya super kaku sama acuh banget setau gue eh pas sama lo gak kayak gitu"jelas Tania agar Keyra tak salah sangka.
"Oh kirain kan"ucap Keyra paham.
"Kak,emangnya kak Kevin itu cuek banget ya pas disekolah kalian dulu?"tanya Keyra penasaran akan bagaimana sifat Kevin saat tidak bersamanya.
"Behh,masi nanya lo dek,.Lo mau gue ceritain sesuatu gak?"tanya Tania
"Cerita apaan emang kak"tanya Keyra ingin tahu.
"Tapi lo harus janji jangan bilang kakak yang ceritain,gimana?"tanya Tania kembali meminta persetujuan Keyra.
"Oke"ucap Keyra setuju.
"Jadi gini dek,dulu pas gue sama yang lain termasuk Kevin baru naik ke kelas dua sekitar satu tahun yang lalu kita ikut sebagai panitia MOS murid baru anak kelas satu karena pas waktu itu kita udah masuk jadi pengurus Organisasi Kesiswaan"ucap Tania mulai bercerita.
"Nah pas ospek itu ada kejadian dimana salah satu peserta MOS cewek pingsan pas kegiatan,pas banget anak baru itu merupakan peserta dari kelompok dimana Kevin yang bertugas jadi kakak pembimbingnya.Jadi karena merasa bertanggung jawab pada tugasnya sebagai kakak pembimbing jadi Kevin menolong anak baru yang pingsan itu dengan menggendongnya ke UKS"ucap Tania lanjut bercerita.
"Terus,bukannya itu hal biasa ya?"tanya Keyra heran apa yang menarik dengan itu.
"Ya kalau dipikir pikir si itu hal biasa dimana kakak pembimbing menolong adik kelasnya seperti yang kakak ceritain,tapi masalahnya gak sampai disitu.Sejak hari itu adik kelas yang ditolong sama Kevin itu jadi suka alias jatuh cinta sama dia si Kevin dan sejak saat itu pula murid kelas satu itu gencar banget buat deketin sekaligus nyari perhatian Kevin bahkan ya itu adik kelas sering banget ngasih hadiah sama buatin bekal buat Kevin"lanjut Tania.
"Apa cuman karena di tolongin itu cewek jadi naksir sama kak Kevin?,gampang banget"ucap Keyra kaget di campur kaget,menurutnya kok bisa ada orang yang jatuh cinta sama seseorang cuman karena di tolongin ke UKS.Bukannya itu terlalu mudah ya kalau cuman sekedar suka atau kagum sih
bisa aja lah ini langsung jatuh cinta mudah amat.
"Terus reaksi kak Kevin gimana?"tanya Keyra penasaran dengan reaksi Kevin saat dideketin adik kelasnya.
"Reaksi Kevin sih udah jelas banget dia sih cuek cuek aja bahkan kalau diingat ingat itu cewek gak diacuhin sama sekali sama Kevin,Ya walaupun gue yakin seratus persen sih kalau Kevin pasti risih orang jangankan dideketin sama cewek diajak ngobrol sama murid cowok yang dia gak kenal aja dia gak suka"jawab Tania panjang lebar.
"Kasian gue jadinya sama kak Kevin,kenapa kak Kevin gak minta tolong sama gue ya?padahal kan gue bisa aja bikin itu cewek gak ganggu kak Kevin lagi"ucap Keyra.
"Mungkin dia gak mau ngerepotin lo dek,lagian sekarang lo tenang aja kan semenjak gedung tempat anak kelas tiga dipisahin dari sekolah jadi Kevin aman dari gangguan tu cewek"ucap Tania pada Keyra.
"Iya juga ya..Ah"ucap Keyra sambil menguap sepertinya ia mengantuk.
"Lo ngantuk dek?"Tania bertanya melihat Keyra yang menguap tadi.
"Iya"jawab Keyra pelan.
"Yau dah sana lo naik ke atas,tidur aja dulu nanti gue bangunin kalau udah sore lagian kita hari ini juga belum ada kegiatan"suruh Tania pada Keyra.
Keyra hanya bisa menurut saja dengan perlahan ia menaiki tangga untuk bisa menuju ke tempat tidurnya yang ada di bagian atas,ia terlalu ngantuk untuk berbicara lagi.Ia tiba tiba mengantuk setelah mendengar cerita dari Tania tadi.
~Skip~
Sungguh rajin sekali jarang jarang ada murid cowok yang seperti ini ditemukan dalam sirkel yang sama,mereka bahkan tidak peduli dengan lingkungan sekitar mereka saking fokusnya.
Disisi yang lain masih di atap gedung asrama ada salah satu kelompok murid cowok sekolah seni yaitu Dion,Teo,dan Haikal posisinya berjarak cukup jauh dari mereka.
Tiga murid cowok sekolah seni itu sedang sibuk menyetel gitar yang mereka miliki agar bunyi yang keluar sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Jreng...jreng...jreng bunyi suara gitar yang sedang Teo petik.
"Gimana bunyinya udah bagus belum nurut lo?"tanya Teo pada Haikal dan Dion.
"Udah bagus sih" jawab Dion.
"Yau dah coba lo mainin gitarnya biar gue sama Dion yang nyanyi"usul Haikal.
"Gak ah lo aja yang nyanyi,lo kan tau suara gue pas pasan"tolak Dion langsung.
"Iya juga ya,sorry bro"ucap Haikal.
Dion memang tidak terlalu bisa bernyanyi,suaranya itu seperti yang ia bilang pas pasan.Lagi pula ia memang bukan spesialis musik dan Vokal seperti Haikal ataupun Teo,ia merupakan siswa jurusan seni rupa yang keahlian utamanya adalah melukis dan menggambar di IAS(Internasional Art School).
Selain di atap asrama,tempat yang dijadikan tempat berkumpul adalah di lapangan yang ada sekolah ini,salah satu contohnya adalah anak anak cowok dari ISS(sekolah olahraga)
salah satu contohnya adalah Gery,Putra,dan
Arga beserta beberapa murid lainnya juga.
"Gimana kamar asrama lo pada?"tanya Gery pada teman temannya.
"Kamar asrama gue gak asik ei"komentar salah satu murid.
"Kenapa emang?"tanya Putra ingin tau.
"Masa ni ya bos,gue satu kamar sama kutu buku kan gak asik banget"jawab cowok itu pada Putra.
"Gue yakin kamar lo pasti punya aura perpustakaan"ucap Arga ikut berkomentar.
"Bener banget bos,mejanya penuh banget sama buku pelajaran.Masalahnya cuman gue yang anak olah raga di sana "ucap murid cowok itu lagi.
"Kalau lo Kayak perpustakaan,gue malah kek ada di galery seni anjir.Soalnya teman sekamar gue itu anak seni semua"Kata yang lain ikut curhat soal kondisi kamar asramanya.
"Gak papa bro,kamar lo pasti jadi estetik banget"komentar Putra sedikit bercanda.
"Kalau gue sih bos,untung aja gue sekamar sama murid dari dua sekolah itu.Jadi kamar gue gak bakal kayak galery seni atau perpustakaan masih seimbang lah"ucap yang lain lagi,murid itu bersyukur dengan akan rekan satu kamarnya yang gak aneh aneh.