TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 9



"Kalau gue sih bos,untung aja gue sekamar sama murid dari dua sekolah itu.Jadi kamar gue gak bakal kayak galery seni atau perpustakaan masih seimbang lah"ucap yang lain lagi,murid itu bersyukur dengan akan rekan satu kamarnya yang gak aneh aneh.


"Kalian gimana bos?"orang itu pada Gery,Putra,dan Arga


"Lumayan lah"jawab Putra yang disetujui Gery dan Putra.


"kita bubar yok!udah sore juga,nanti ketemu lagi di kantin buat makan malam"ujar Gery pada teman temannya yang ada di sana.


"Bener tuh yang bos Gery kita ini bilang,dan jangan lupa mandi lo pada"ucap Arga mengingatkan rekan rekannya itu.


"Bos udah kayak emak gue aja,segala diingetin mandi lagi wkwk"ucap salah satu orang.


"lo pada ya,bukannya apa apa nih ya,gue cuman gak mau ada kabar anak anak sekolah kita dibilang pada bau terasi sama murid murid lain"ucap Arga.


"Bener tuh,Kalau yang ngomong murid cowok mah biarin aja tapi kalau yang bilang cewek gimana?kan bisa hancur image kita"tambah Gery.


"Lagian kita juga gak mau punya anak modelan lo pada kali"sambung Putra.


"Iya iya bos,yau dah deh kita cabut dulu bos"pamit rekan rekan mereka yang pergi ke kamar asrama masing masing.


"Kita juga cabut yuk"ajak Gery berjalan pergi duluan.


Kembali ke asrama cewek tepatnya kamar Keyra dan Tania,Tania baru saja keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan baju lengkap namun rambutnya masih terlihat dibaluti handuk karena masih basah.Kalau kalian nanya dimana rekan sekamarnya yang tidak lain dan tidak bukan yaitu Keyra jawabannya gadis itu masih nyenyak menjelajahi alam mimpinya dengan tubuhnya dibalut selimut yang lembut,Ia terlihat tak terusik sedikitpun.


Tania menggeleng melihat tingkah teman sekamarnya itu yang tidur seperti anak kecil,


Tania berniat membangunkannya tapi tidak jadi karena ia mendengar suara pintunya diketuk dari luar,ia pun segera membukanya.


"Eh halo,ternyata kalian"sapa Tania yang mengenali orang yang datang ke kamarnya,ternyata itu teman temanya Raya dan Rani beserta 4 orang lainnya.Dua orang diantaranya yang ia ingat itu teman temannya Keyra,sedangkan 2 cewek yang lain ia tidak mengenalnya mungkin teman sekamar yang lain pikirnya.


"Hai/Halo"sapa ke 6 gadis yang baru datang itu.


"Tania kantin yuk,makan malam"ajak Raya langsung pada Tania.


"Iya bentar ya,gue baru selesai mandi"ucap Tania.


"Kalian masuk dulu yuk,dari pada berdiri disini"lanjut Tania mengajak keenamnya masuk.


"Tania mau nanya,Keyra mana kok gak ada?"tanya Lexa setelah masuk kedalam,ia tidak melihat keberadaan Keyra didalam kamar.


"Siapa bilang dia gak ada disini,tuh di atas"jawab Tania menunjuk ranjang bagian atas tempat Keyra berada,Lexa dan yang lainnya pun mengikuti arah tunjuk Tania.


"Ya ampun tu bocah,masih tidur aja"ujar Lexa kaget melihat Keyra yang masih meringkuk dibawah selimutnya.


"Ron,bangunin cepet!"suruh Lexa pada Rona temanya,lalu menutup kedua kupingnya cepat.


"KEYRA BANGUN LO WOI!!!"teriak Rona keras dengan tiba tiba,mereka yang ada di sana semuanya kaget dan merasa kuping mereka ingin pecah mendengar teriakan Rona kecuali Lexa yang sudah antisipasi dengan menutup telinganya.


"jantung gue mau copot ya tuhan"ucap Rani mengusap dadanya pelan karena kaget.


"Siap sih berisik amat?"tanya Keyra dengan suara parau,ia bangun karena suara teriakan yang mengusik tidur nyenyaknya.Dengan kondisi masih setengah dadar ia turun dari ranjangnya perlahan,ia masih belum sadar akan keberadaan orang orang di sana.


"AAA....SAKIT"teriak Keyra kesakitan karena kuping kanannya dijewer Rona.


"Apa maksud lo rumah lo,Lo sekarang di asrama Keyra!Sono lo mandi atau kita tinggal!"seru Rona sambil menyeret Keyra ke kamar mandi.


Yang lain hanya diam memperhatikan keributan dua orang itu serta kekonyolan Keyra yang baru setengah sadar.


"Heran gue sama tu bocah"ucap Rona menaruh kedua tangannya di pinggang.


"Sabar Ron,kayak baru kenal aja lo sama itu anak"ujar Lexa mencoba meredakan kekesalan Rona.


"Eh,Tania maaf ya kamar lo jadi berisik,buat yang lain juga"ujar Rona meminta maaf pada semua yang ada disitu.


"O iya kalian duduk aja dulu sambil nungguin Keyra selesai"suruh Tania pada tamu di kamar asramanya itu.


Semuanya pun sekarang sedang duduk lesehan di lantai kamar yang beralaskan karpet kecil.


"Ngomong-ngomong gue belum kenal sama kalian berdua,nama kalian siapa?"tanya Tania pada dua orang cewek yang duduk di samping Raya.


"Hai nama gue Abel dari ISS(sekolah olahraga) teman sekamarnya Raya"Abel memperkenalkan dirinya.


"Halo gue Maya dari sekolah yang sama kayak Abel,temen sekamarnya Rani"ucap Maya ikut memperkenalkan dirinya.


"Halo juga,kenalin gue Tania dan yang tadi Keyra teman sekamar gue"ujar Tania juga memperkenalkan dirinya.


Setelah sedikit berkenalan mereka lanjutkan dengan berbincang bincang santai satu sama lain untuk lebih mengakrabkan diri,setelah cukup lama Keyra keluar dari dalam kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap dan rambutnya yang masih sedikit basah.Keyra berjalan ke depan cermin untuk merapikan rambutnya,dan semua kegiatannya itu diperhatikan oleh ketujuh cewek yang duduk lesehan dilantai dari tadi.


"Udah sadar lo dek?"tanya Lexa sedikit meledek Keyra.


"Udah,lagian gimana gak sadar telinga gue nyaris putus"jawab Keyra sambil menggerutu.


"Makanya kalau dibangunin jangan kayak bocah"ujar Rona pada Keyra.


"Iya,yuk gue udah siap"ajak Keyra pada mereka.


"Oke/iya"jawab yang lain setuju,mereka semua pun keluar dari kamar itu dan langsung menuju ke kantin untuk makan malam.


Sesampai di kantin mereka melihat suasana di kantin sangat ramai dan hampir semua meja sudah di isi oleh murid murid yang lain.


"Kalian mau duduk dimana,keliatannya rata rata semua meja udah penuh semua deh?"tanya Abel pada cewek cewek.


"Gak tau weh,rame banget ini"jawab Raya yang bingung.


Disisi lain Kevin melihat nona mudanya yang seperti kesulitan mendapatkan meja,ia segera melambaikan tangannya memanggil Keyra untuk duduk satu meja dengannya dan untungnya di notice oleh Keyra.


"Eh kita ke mejanya Kak Kevin yuk itu dia minta"ajak Keyra sambil menunjuk ke arah Kevin yang sedang melambaikan tangan ke arahnya.


"Yuk lah"ucap yang lain setuju,kedelapan cewek itu akhirnya duduk bersama Kevin yang juga bersama beberapa murid cowok lainnya yaitu Karen,Bayu,Haikal,Teo,dan Dion.Mereka menempati sebuah meja panjang yang bisa memuat sekitar 20 orang murid.