Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Kepanikan Seluruh Keluarga



Setelah sepeninggalan Casandra, Bryan nampak kacau. Mungkin dia berusaha meng-ikhlaskan semua apa yang sudah menjadi takdirnya. Namun tetap saja, namanya manusia pasti masih mengharapkan sesuatu yang lebih dari itu. Bryan masih mengharapkan Casandra untuk kembali padanya.


Satu bulan sudah, Bryan menyibukkan dirinya kembali terjun ke perusahaan Natakusuma. Dia selalu menolak untuk menghadiri acara pertemuan keluarga yang ujung nya pasti para keluarganya memperkenalkannya dengan seorang gadis.


"Kak Bry," panggil Ayumna.


Bryan yang berada di dalam kamar pun segera membuka pintu kamarnya. Dan melihat adiknya yang tengah membawa dua piring yang dipenuhi oleh camilan kesukaan Ayumna dan dirinya.


"Kamu ngapain kesini, Ay? Bukannya Langit tidak bisa ditinggal kalau malam?" tanya Bryan sembari mengambil alih dua piring yang dibawa oleh Ayumna.


"Dia ada di kamar Aya kok, Kak," jawab Ayumna melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Bryan. "Malam ini aku ingin tidur dengan Kakak ya, bolehkan?" Ayumna menatap memohon pada Bryan. Dan Bryan selalu tidak tega jika menolak permintaan adik satu-satunya tersebut.


"Lalu bagaimana dengan Langit, Ay? Apa dia tidak marah?" tanya Bryan. Karena sahabatnya itu sangat over posesif terhadap Ayumna. Meskipun Ayumna tengah dekat dengan saudara jauh mereka.


"Aku sudah bilang, Kak. Kalau ini permintaan keponakanmu yang pintar ini," ucap Ayumna menunjuk perutnya yang terlihat lebih besar. Dan dalam minggu ini sudah waktunya pewaris Bagaskara itu lahir ke dunia.


Bryan menghela napas. Kalau sudah dibilang permintaan keponakannya, dia bisa apa selain menuruti semuanya. Dan pasti Langit pun juga sama. Mereka berdua selalu memanjakan Ayumna.


"Baiklah," pasrah Bryan.


Tidak hanya malam ini saja Ayumna tidur dengannya. Bahkan pada suatu malam, Ayumna terbangun dari tidurnya dan meminta Langit untuk mengantarkannya ke rumah orang tuanya. Tiba-tiba saja dia ingin tidur di samping kakaknya, dengan alasan dia memimpikan Bryan pergi meninggalkan dirinya. Dan Langit pun segera mengantarkan istrinya yang semakin ribet.


"Kak," panggil Ayumna.


Kini mereka tengah duduk di atas ranjang yang sama. Dengan di pangkuan Ayumna terdapat camilan yang dia bawa tadi. Sementara Bryan sibuk dengan ponsel miliknya.


"Hmm," jawab Bryan. Namun tatapannya tidak teralihkan dari ponsel yang digenggamnya. Membuat Ayumna kesal. Lalu dia menaruh piring yang dia pangku tadi ke atas meja kecil di sampingnya.


"Kakak apa masih mencari Kak Casandra?" tanya Ayumna hati-hati. Karena Bryan masih tidak mau dikenalkan dengan perempuan lain.


"Tidak," jawab Bryan masih sama, menatap ke arah ponselnya.


"Iiihh... Kakak...!" rengek Ayumna dengan mata yang berkaca-kaca. Membuat Bryan mengalihkan tatapannya dan tertuju pada Ayumna.


Bryan menghela napas saat melihat Ayumna mulai menangis. Selalu saja seperti ini jika adiknya itu merasa tidak di perhatikan.


"Udah, udah. Diem ya? Sekarang mau ngomong apa?" bujuk Bryan sambil meletakkan ponselnya di sebelahnya. Kemudian mengusap pipi Ayumna yang basah karena air mata.


"Aya mau ngobrol sama Kakak, tapi Kakak malah nyuekin Aya," isak Ayumna. Lalu dia menurunkan kakinya ke lantai dan ingin beranjak dari sana.


"Loh, mau kemana Ay? Nggak jadi tidur sama Kakak?" Bryan sudah bisa menebak kalau sekarang Ayumna ngambek padanya.


"Enggak!" jawab Ayumna. Dirinya tetap melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Bryan.


Bryan langsung panik saat ada cairan yang mengalir di kaki Ayumna. Bryan dengan sigap mengangkat tubuh Ayumna dan melangkah keluar dari kamarnya.


"Langit! Ma, Pa!" Bryan teriak memanggil seluruh penghuni rumah karena panik. Sedangkan melihat wajah Ayumna yang kesakitan, membuat Bryan semakin mempercepat langkahnya.


Langit yang berada tepat di samping kamar Bryan, keluar dengan wajah yang gelisah.


"Ada apa, Bry?" tanya Langit juga ikutan panik melihat Ayumna yang berada di gendongan Bryan.


"Aya, Lang! Sepertinya mau melahirkan!" ucap Bryan kemudian menuruni anak tangga satu persatu dengan sangat hati-hati dan diikuti Langit dibelakangnya.


Sementara itu, Arya dan Shakky yang berada di lantai bawah, datang menghampiri mereka dengan wajah yang khawatir.


"Ada apa ini, Bry, Lang?" tanya Arya. Sementara Shakki melihat bagian bawah tubuh Ayumna basah.


"Buruan siapkan mobil, Pa! Dan bawa Ayumna ke rumah sakit terdekat saja. Dia sepertinya mau melahirkan." ucap Shakki dan Arya segera menyiapkan mobil untuk mereka.


Malam ini semua keluarga dibuat panik oleh Ayumna. Langit juga langsung menghubungi orang tuanya agar segera datang ke rumah sakit yang mereka tuju.


Biar nggak tegang, berikut ini aku kasih Visual mereka🤗


Langit Bagaskara



Ayumna Natakusuma



Bryan Natakusuma



Devan Pratama



Tanisha Elajar



Si sad Boy belum ada pasangannya ya, karena ditinggal sama Casandra. Sementara Devan selalu mengklaim Tanisha yang cantik paripurna itu sebagai miliknya🙈 padahal dia belum berhasil menaklukkan Tanisha🤣