Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Koma



Langit dan semua orang menunggu dengan hati gelisah tidak menentu di depan ruangan Ayumna ditangani. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya dokter yang mengangi Ayumna keluar dengan jas putih nya.


"Bagaimana Dok, keadaan istri saya?" tanya Langit nampak gelisah. Takut jika terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan.


Lalu Bryan juga melangkah maju mendekat ke arah sang dokter. Yang terlihat enggan untuk menyampaikan ucapannya.


"Bagaimana keadaan adik saya dan kandungannya, Dok?" tanya Bryan tenang.


Nampak semua orang terlihat begitu gelisah, menanti kabar yang akan dokter paruh baya tersebut sampaikan.


Dokter itu terlihat menghela nafas sebelum menyampaikan keadaan pasiennya.


"Dok," panggil Dion juga ikut mendekat ke tempat sang dokter berada. Dion juga sangat khawatir dengan keadaan menantu yang paling di sayangi oleh keluarganya tersebut.


"Maaf, saya dan tim telah berusaha semampu kami," ucap sang dokter.


Membuat semua orang terlihat semakin terpuruk. Terlebih lagi Langit. Dia memukul-mukul dinding rumah sakit.


"Bodoh, kau Lang! Tidak bisa menjaga istrimu sendiri!" maki Langit pada dirinya sendiri.


Bryan merasa geram melihat sikap Langit yang mudah emosi. Lalu dihampirinya adik iparnya tersebut, dan Bryan hadiahi sebuah tamparan yang lumayan keras di rahang Langit.


"Ya! Kau memang bodoh, Lang. Seharusnya kau dengarkan dulu penjelasan dari dokter, bukan malah menyakiti dirimu sendiri." bentak Bryan. Orang tua Langit mendesah kesal.


"Lalu, bagaimana keadaan menantu saya, Dok?" tanya Diana kemudian. Penasaran dengan kelanjutan ucapan sang dokter.


Kemudian mereka terdiam. Menatap ke arah sang dokter. Begitupun dengan Langit dan Bryan. Sementara itu Franky yang tengah di tepuk pundaknya oleh Samuel yang baru saja tiba, tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu yang fatal terhadap nyonya-nya tersebut.


"Kalian bisa bersikap dewasa apa enggak?" tanya dokter yang bernama Bagus tersebut menatap ke arah Langit dan Bryan. Sangat kentara di matanya rasa kesal pria paruh baya itu pada dua pemuda yang bikin gaduh di depan ruang IGD.


"Ini rumah sakit, bukan tempat turnamen untuk berkelahi." lanjut dokter Bagus. Begitu geram kepada Langit dan Bryan.


Kemudian dokter Bagus beralih pada Dion dan Diana yang tengah menunggu penjelasan darinya. Lalu menepuk pundak Dion pelan sambil berkata,


"Maafkan saya, Pak Bagaskara. Saya dan tim sudah berhasil menyelamatkan ibu dan bayinya. Namun, keadaan pasien sekarang koma." ucap dokter Bagus.


Membuat tubuh Langit lemas seketika. Untung saja ada Samuel yang langsung menghampirinya dan menyangga tubuh Langit. Sehingga tidak sampai jatuh ke lantai.


Bryan mencoba bersikap tegar, meskipun dirinya juga tidak kalah shock dengan Langit.


Sementara itu, Franky jatuh terjerembab di lantai. Dia tidak tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Hingga tepukan lembut Samuel berikan pada Franky.


"Ini bukan kesalahanmu, semua ini sudah di gariskan oleh sang Khaliq pada Nyonya. Lebih baik kamu berdoa saja untuk Nyonya. Agar Nyonya segera sadar dan kandungannya baik-baik saja." kata Samuel pada Franky.


Ia tahu apa yang dirasakan oleh Franky sekarang. Karena dirinya juga akan kehilangan sosok nyonya yang setiap harinya bersikap manja kepadanya. Hingga Samuel mendapat amukan dari Langit karena cemburu dengan kedekatan mereka.


"Lalu bagaimana dengan keadaan calon cucu saya, Dok? Apa hidupnya juga akan terancam?" tanya Diana tidak kuasa menahan rasa sedih nya. Sehingga air matanya kembali mengalir.


"Janinnya cukup kuat. Dan kebetulan saat tubuh pasien tertabrak, pasien melindungi perutnya dengan membalikkan badannya. Sehingga tidak terbentur terlalu keras di bahu jalan." jelas dokter Bagus.


Diana bisa bernafas sedikit lega, karena setidaknya calon cucunya tidak terancam hidupnya. Namun tetap saja, dia merasa sangat terpukul dengan kenyataan sang menantu yang koma.


"Lalu bagaimana bisa istri saya koma, Dok? Apa Dokter tidak bisa membuatnya sadar lebih cepat lagi?" tanya Langit. Tersirat kesedihan yang teramat sangat dalam di matanya.


Jangan lupa kasih like, gift dan komen😘