
"Minum dulu," ucap Ayumna sembari menyodorkan botol air mineral pada Jesselyn yang nampak sedih.
Jesselyn menatap botol minuman itu lalu beralih menatap Ayumna.
"Makasih," ucap Jesselyn setelah mengambil botol minuman dari tangan Ayumna.
Suasana menjadi hening kembali. Kini mereka sedang menunggu di depan ruangan Adi dirawat.
Setelah kejadian kemarin, akhirnya Adi bisa diselamatkan karena segera mendapat pertolongan dari tim medis. Sementara itu, Eva di penjara seumur hidup karena perbuatannya.
"Bagaimana kandunganmu? Apa baik-baik saja?" tanya Jesselyn menatap perut Ayumna yang kian hati kian membesar.
"Dia cukup kuat dan sehat. Apa kau mau menyentuhnya?" tawar Ayumna. Jesselyn sedikit ragu. "Dia selalu merespon sentuhan dari luar. Terkadang sampai membuat perutku kram dan ngilu." Ayumna terkekeh saat melihat wajah Jesselyn yang terkejut.
"Di-dia bisa bergerak?" Jesselyn terus memberi sentuhan-sentuhan pada perut Ayumna. Menggoda janin yang ada di dalam kandungan Ayumna.
Ayumna mengangguk. Senang melihat Jesselyn yang sudah berubah. Bahkan beberapa bulan yang lalu, Jesselyn datang menemuinya dan meminta maaf pada Ayumna.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Ayumna membuat Jesselyn menghentikan kegiatannya.
Jesselyn menghela napas sebelum menjawab. Dia sendiri juga bingung apa yang akan dia lakukan. Sementara dia sudah mundur dari dunia permodelan. Jesselyn ingin hidup seperti orang biasa pada umumnya.
"Membawa Papa keluar negri, mungkin. Dan memulai hidup kami yang baru di sana." ucap Jesselyn sedikit ragu. Karena di sini masih ada mamanya yang sedang mengalami masa hukuman.
Meskipun perbuatan Eva tidak bisa dimaafkan, namun dia tetaplah ibu kandung Jesselyn. Perempuan yang telah melahirkan dia ke dunia ini.
"Apa kau yakin?" Ayumna melihat ada keraguan di wajah Jesselyn.
Ayumna tahu jika Jesselyn sudah keluar dari agensi modelnya. Pasti Jesselyn saat ini bingung memulainya dari mana, sementara dia tidak punya pekerjaan saat ini.
"Mau menjalankan bisnisku?" tanya Ayumna membuat Jesselyn bingung.
"Bisnis? Kau punya bisnis selain perusahaan yang dikelola oleh Papa sebelumnya?" pertanyaan Jesselyn membuat Ayumna terkekeh.
Ayumna tidak menyangka bahwa Jesselyn ternyata perempuan yang sangat polos juga. Di jaman sekarang ini, jika tidak pintar-pintar mencari usaha sampingan di luar pekerjaan yang kita geluti, tidak akan bisa untuk memenuhi kebutuhan kita yang tanpa kita duga ke depannya.
"Aku mempunyai beberapa usaha kecil-kecilan, tidak sebesar perusahaan Papa. Tapi cukup jika untuk memenuhi kebutuhanmu dan juga Paman. Bagaimana? Apa kau mau?" Ayumna menatap intens Jesselyn. Tidak ada lagi rasa benci di hatinya pada Jesselyn. Rasa itu kini berubah menjadi sayang untuk saudara.
Jesselyn nampak menimang tawaran dari Ayumna. Apakah masih pantas dirinya menerima kebaikan dari orang yang selalu dijahati oleh mamanya sendiri. Sedangkan ia juga punya salah terhadap Ayumna. Bahkan pernah mengganggu rumah tangga mereka.
Namun dengan mudahnya kini Ayumna menawarkan usahanya pada dirinya. Kau benar-benar seorang malaikat yang menjelma menjadi manusia, Ay. Batin Jesselyn tersenyum pada Ayumna.
Kemudian Jesselyn mengangguk setuju, menerima usaha Ayumna yang akan Jesselyn jalankan. Lalu mereka berpelukan dengan senyum yang mengembang di bibir mereka. Serta hati yang lega, telah menyelesaikan masalah yang ada.
"Ay...!" teriak seseorang yang berasal dari ujung lorong.
Ayumna dan Jesselyn melepas pelukan mereka dan menatap ke arah asal suara tersebut. Senyum Ayumna merekah saat melihat siapa yang tengah lari menuju tempatnya. Dengan wajah yang sangat kesal padanya.
"Kau jahat, Ay! Jahat!" ucap Orang itu dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.
Siapakah dia? Hayooo...sapa yang bisa nebak😂