
Sementara itu, di ruangan Ayumna yang kini sepi karena mereka semua menunggu jawaban Langit. Siapa nama pewaris dari dua keluarga yang tak biasa tersebut.
Langit mendekat ke arah istrinya yang tengah memangku putra mereka. Mengecup penuh kasih sayang puncak kepala Ayumna. Lalu tangannya beralih mengusap pelan pipi putranya yang baru lahir beberapa jam yang lalu.
"Terima kasih, Sayang, telah melahirkan putra untukku," ucap Langit kemudian mengecup mesra bibir istrinya. Membuat semua orang geram melihat sikap Langit yang tidak kenal tempat. Bahkan dihadapan mereka, Langit berani melakukan hal seromantis seperti itu.
Empat lelaki jomblo yang berada di sana, bercampur dengan Devan yang baru datang langsung disuguhi pemandangan yang sangat memuakkan baginya. Mereka mengumpat kesal pada Langit yang tidak kunjung menjawab pertanyaan dari Dion.
"Lang...!" geram Arya pada menantunya tersebut. Langit menoleh seraya tersenyum melihat semua orang tengah menatapnya dengan penuh kesal.
"Selamat datang ke dunia, Arghani Natakara." ucap Langit tersenyum penuh syukur menatap putranya.
Langit berharap putranya kelak bisa mengatasi masalah seberat apapun itu, sesuai namanya. Karena tidak menutup kemungkinan jika dimasa mendatang putranya akan mempunyai musuh yang selalu mengincar posisinya seperti sekarang ini.
Setelah kelahiran Arghani yang begitu menggemparkan dunia, karena membawa marga dari dua keluarga yang digabungkan beberapa bulan lalu. Kini Arghani menginjak usia tujuh bulan dan sedang aktif-aktifnya belajar untuk duduk sendiri. Membuat Ayumna dan Langit tersenyum bahagia.
"Sayang," panggil Langit.
Ayumna yang tengah menemani Arghani bermain bersama para neneknya, menoleh ke arah Langit lalu menghampiri suaminya.
"Ada apa, Mas?" jawab Ayumna.
Langit tidak menjawab, dia langsung mengangkat tubuh Ayumna dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka.
"Mas, ada Mama dan Mami diluar," ucap Ayumna.
Langit menatap lekat wajah cantik istrinya. Dia tidak pernah bosen menatap wajah Ayumna yang semakin hari semakin terlihat cantik.
Langit merebahkan tubuh Ayumna, lalu membuka baju bagian atas dan segera menindih istrinya. Membuat Ayumna panik, karena di luar masih ada dua Mama-nya yang tengah bermain dengan putranya, Arghani.
"Mas," Ayumna mencoba mendorong tubuh Langit. Namun hal itu sia-sia saja. Karena Langit langsung menyambar bibirnya dengan rakus. Membuat Ayumna mau tak mau melayani sangat suami.
"Ini sudah lama dari waktu kita melakukannya, Sayang. Dan sudah waktunya untuk Ghani mempunyai satu orang adik. Atau kalau bisa dua sekaligus," ucap Langit setelah melepas pagutannya dari bibir Ayumna.
Ayumna membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan Langit yang entah dengan sadar atau tidak.
Putranya saja baru berusia tujuh bulan. Dan Langit sudah menginginkan seorang adik untuk Arghani. Bahkan dua sekaligus.
"Tidak, Mas! Tunggu Arghani berusia dua tahun dulu, baru kita progam untuk adiknya." Ayumna mencoba bernegosiasi dengan Langit. Dia tidak mau melahirkan lagi dalam waktu yang sangat dekat. Apalagi Arghani masih meminum ASI-nya.
Ayumna hanya bisa pasrah dan menuruti semua kemauan suaminya. Dan suara desahan pun terdengar memenuhi seluruh isi ruangan kamar mereka pada siang hari itu. Sementara di luar ruangan, Arghani begitu berusaha agar bisa duduk sendiri dengan di temani dua neneknya yang selalu siaga untuknya.
Tamat!
Terimakasih aku ucapkan untuk kalian semua yang telah mendukung cerita ini🤗😭😘
Haiii....
Perkenalkan, Aku Yuta🤗
Terimakasih telah mendukung karya-karyaku hingga membawa aku di posisi sekarang🤧
Maaf, jika selama ini Yuta ada typo atau kesalahan lainnya yang tidak Yuta sadari. Yuta minta maaf🙏
Jangan lupa, baca juga 'Suami Cicilan' yang tak kalah seru dari TMH. Dan juga Yuta mau minta saran nih, pada kalian.
Sambil Yuta ngelanjutin menulis 'Suami Cicilan', kalian mau Yuta nulis cerita siapa lagi?
Misal kisah;
~ Devan - Tanisha
~ Bryan - (?)
~ Ghavin - Adisha
~ Rendra - Arshima🙈
Tolong vote di komen ya? 😉
Dan untuk jadwal rilisnya, kalian bisa cek di IG Yuta. Follow ya, Lee_Yuta9
Makasih telah mendukung Yuta dalam cerita ini. Love You Kalian😘🥰
Papayo Mas Langit👋😘