Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Menjadi Yang Ke dua



Hari ini Langit mengendarai mobilnya menuju rumah sakit Prayoga. Dimana tempat Ayumna bekerja dan tempat Devan di rawat. Sungguh kebetulan, saat istrinya itu bercerita orang yang ia operasi tempo hari itu Devan, yang Ayumna kenal sebagai sahabat sekaligus pengacara Langit.


Semenjak kejadian kemarin, sikap Langit sedikit berubah terhadap Ayumna. Terkadang membuat Ayumna sangat heran, melihat suaminya itu menjadi lebih posesif padanya.


Dan hal yang paling mengejutkan serta tidak pernah Ayumna bayangkan adalah Langit melarang Ayumna untuk memasak makan malam mereka. Sebagai gantinya, dirinya lah yang melakukan semua itu.


Tidak sampai di situ, Langit juga selalu mengantar maupun menggenggam tangan Ayumna di saat mereka keluar dari apartemen tersebut.


Contohnya saja sekarang, setelah keluar dari dalam mobil, Langit memutari mobilnya dari arah depan dan membukakan pintu mobil di samping Ayumna. Setelah Ayumna keluar, tidak lupa ia genggam tangan istrinya itu.


Semua mata tertuju pada mereka. Ayumna yang selama ini terlihat dekat dengan Gio dan dokter Lucas, namun sekarang berbeda dengan lelaki yang di samping Ayumna. Menimbulkan pertanyaan, siapa lelaki itu?


Lelaki tampan, gestur tubuh yang tinggi juga atletis, kulit putih, lalu kedua matanya yang sedikit sipit, terlihat sangat tajam saat menatap, juga hidung mancung yang kontras dengan rahang tegasnya. Jangan lupakan pula bibir tipis namun, terlihat menggoda setiap wanita dan membuat wanita ingin merasakan manisnya bibir tipis tersebut.


Ayumna membalas sapaan serta senyuman yang di lemparkan oleh rekan kerjanya terhadap dirinya. Ia menanggapinya dengan ramah seperti biasa. Bahkan Ayumna juga membalas sapaan selamat pagi dari beberapa pasien yang mengenal dirinya.


Sikap Ayumna berbanding terbalik dengan yang Langit tampilkan. Meskipun tangannya menggenggam mesra tangan Ayumna, namun Langit menampilkan wajah yang datar serta tatapannya yang lurus ke depan. Tanpa menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang menyapa mereka.


Namun sikap Langit yang acuh itulah, membuat wanita semakin mendambakannya. Bahkan ada keluarga pasien yang terang-terangan mendekat ke arah mereka dan dengan berani berhenti di hadapan Langit.


"Mas! Apakah Mas tidak ingin mencari wanita untuk di jadikan istri ke dua?" tanya wanita yang berhenti tepat di hadapan Langit dengan berani. "Kalau Mas butuh, saya dengan senang hati mau menjadi yang ke dua, Mas," lanjut wanita itu tanpa ada rasa malu sedikitpun.


"Mbak! Sini aku pinjamin cermin!" sahut seorang gadis yang duduk di depan ruang rawat yang mereka lewati. "Biar Mbak sadar, kadar kecantikan Mbak itu sangat jauh di bawah Dokter Ayumna." semua orang yang mendengarnya pun ikut tertawa. Karena memang perbedaanya sangat jauh.


Sedangkan wanita yang di depan Langit itu mendengus kesal dengan ucapan yang di lontarkan seorang gadis padanya.


"Nad....," Ayumna melepas tautan tangannya dengan Langit lalu berjalan menuju dimana gadis itu berada. Langit pun memilih mengekori istrinya dan meninggalkan wanita gila barusan. "Kamu nggak boleh ngomong seperti itu, Sayang. Ingat! Apa yang Kak Yumna ajarkan?" Ayumna mengingatkan gadis itu.


Gadis yang bernama Nadia tersebut menunduk, namun ia tetap membela diri.


"Aku hanya ingin Mbak itu sadar, Kak! Bahwa ia tidak akan memiliki sesuatu di luar porsinya. Lagian tindakannya juga salah, Kak! Sudah jelas Kakak ini milik Kak Ayumna, tapi masih saja berkata seperti itu. Murahan banget!" Nadia berkata sambil menunjuk Langit lalu dengan kesal mengatai wanita yang menggoda Langit barusan dengan sebutan murahan. Tentu saja, ucapan Nadia membuat wanita tadi meradang menahan amarah.


Jangan lupa like, ya!


Untuk pembaca baru, jika belum tahu novelku apa saja, sini aku kasih tau. Sembari menunggu Mas Langit update yang tidak menentu, kalian juga bisa membaca karya pertama aku yang lebih vulgar🤧 dan inilah karya-karyaku


~IDOLAKU JODOHKU


~TOUCH ME, HUBBY


~SUAMI CICILAN