
"Ah, itu....," Ayumna gelagapan saat mau menjawab. Ia menggaruk kepalanya seraya berfikir jawaban apa yang pas untuk ia berikan pada Bryan.
Bryan menatap fokus pada mata Ayumna. Sementara Ayumna mencoba mengalihkan tatapannya sembari meminta bantuan pada Marko dengan kedipan matanya.
Marko mengangkat kedua bahunya seraya tersenyum miring. Suka saja melihat Ayumna yang gelagapan seperti itu. Marko yakin, sebenarnya Bryan tau apa yang terjadi pada Ayumna.
Karena hingga saat ini Bryan masih menempatkan orang-orang kepercayaannya untuk menjaga Ayumna tanpa Ayumna ketahui. Dan mereka selalu melaporkan setiap pergerakan dari Ayumna. Kecuali saat Ayumna sedang bersama Langit.
Setelah Bryan menembak Devan dan ditangkap oleh anak buah Langit, lalu di bawa ke markasnya. Dari situlah Bryan dan Langit saling bercerita. Begitu pula dengan kebenaran tentang kedua orang tua Bryan dan Ayumna.
Tentu saja Bryan syok, mengetahui kalau Langit tahu tentang silsilah permasalahan yang sedang di hadapi orang tuanya. Dan Langit juga memberitahukan keberadaan Arya beserta sang istri yang merupakan ibunya Bryan dan Ayumna.
Dan mereka sepakat menyembunyikan kebenaran ini dari Ayumna. Mereka takut jika musuh dari Arya akan mengincar Ayumna.
Bryan juga tidak bisa dengan bebas bertemu dengan Ayumna. Meskipun hanya mengintai dari jarak dekat. Tidak berhadapan langsung.
"Apa sedang berantem dengan suamimu?" tebak Bryan tidak menyebut nama Langit.
"Ah, emmm...eng-enggak kok Kak." jawab Ayumna dengan gugup.
Tidak mungkin baginya menceritakan permasalahan rumahtangganya dengan Bryan di pertemuan mereka kembali. Apalagi sekarang ada Casandra yang sedari tadi diam dan menyimak obrolannya dengan Bryan.
"Nggak usah bohong sama Kakak. Cerita saja. Barangkali Kakak bisa membantu." tawar Bryan meyakinkan Ayumna agar bercerita padanya.
Ayumna menoleh pada Marko untuk meminta pendapat. Namun yang di tatap seolah acuh. Bahkan mencoba melarikan diri dengan berjalan ke arah pintu keluar ruangan santai, yang terdapat di Bar bagian paling dalam tersebut.
Bryan tersenyum melihat wajah adiknya saat marah. Ia membayangkan, pasti lebih menggemaskan dan sangatlah lucu saat wajah Ayumna kecil itu cemberut.
Bryan berjanji dalam hati. Mulai dari sekarang ia tidak akan melepas pengawasannya pada Ayumna. Bryan ingin Ayumna tetap dalam jangkauannya. Kalau Langit mengijinkan, Bryan ingin mengajak mereka untuk tinggal bersama. Tapi itu tidaklah mungkin. Saat mengingat tabiat Langit jika sudah sangat bucin pada pasangannya.
Casandra juga ikut pergi ke depan. Mengingat kakak beradik itu pasti masih butuh waktu yang sangat lama untuk berbagi cerita. Dan Casandra tau jika itu bukan porsinya untuk mengetahui segalanya. Apalagi ini masalah rumah tangga Ayumna.
Bryan meraih telapak tangan Ayumna. Mengusap lembut punggung telapak itu untuk memberikan sebuah dukungan agar Ayumna mau menceritakan permasalahannya pada Bryan.
"Cerita saja. Kakak pasti akan Membantumu, Ay." bujuk Bryan menatap lembut pada Ayumna.
Ayumna menghela nafas. Percuma ia menutupi permasalahan rumah tangga nya. Toh, pasti nanti Marko bakalan cerita pada Bryan. Mengingat mulut Marko berubah menjadi seperti Mak lambe turah kalau sedang sama Bryan.
"Sebenarnya bukan masalah besar sih, Kak. Entah mengapa aku merasa sangat jengkel saja, saat ada seseorang mengirimi foto suamiku sedang menyentuh wanita lain." akhirnya Ayumna menceritakan permasalahannya dengan Langit pada Bryan.
"Hanya kesal? Tidak cemburu?" Bryan mencoba memastikan perasaan adiknya itu.
Ayumna mengangguk mantap. Karena memang yang dia rasa pada Langit saat itu sangat kesal. Kesal karena Langit tidak bisa dihubungi pada waktu bersamaan.
"Yakin tidak cemburu?" Bryan mencoba memastikan sekali lagi. Harusnya jika ada orang yang melihat foto pasangannya dengan wanita lain, itu wajarnya marah. "Kamu tidak mencintai suamimu?" tanya Bryan lagi.
Kangen Mas Langit😭
Jangan lupa like nya ya? biar Mas Langit cepat tayang🤭